Skip to content

SEMANGATKU ADALAH GAIRAHKU

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”. (QS: 55 Ayat 33)

Akhirnya selesai dan berpisah …

31/03/2018
tags:

Sendiri di kamar 211 gedung Ika Pusdiklat pegawai Kemendikbud Jalan Raya Ciputat Parung Km 19 Bojongsari Kota Depok, karena diantara tiga rekan yang lainnya pulang lebih awal setelah penutupan kegiatan. Saya menyempatkan makan siang di ruang makan di gedung Paramitha, yang akhirnya berlanjut hampir satu jam melanjutkan perbincangan dengan pak Mampuono dan pak Gunawan sebelum menuja ke gedung Ika. Selama lima hari kami berempat dengan pak Tatang dari LPMP Banten, pak Gindo dan Wahyu dari BMTI Bandung selalu ada percakapan yang renyah dan seru apalagi pak Gindo Panjaitan yang asli Sumatera Utara yang sjeik usia SMP sudah berdomisili di Bandung. Kegiatan ini adalah kelas Penyusunan karya tulis ilmiah angkatan kedua yang diselenggarakan dari hari Minggu tanggal 25 sampai dengan 29 Maret 2018 oleh lembaga Pusdiklat Pegawai Kemendikbud.

Diwali pada hari Minggu, 25 Maret kegiatan dimulai pukul 19.00 di ruang kelas 8 gedung budaya dengan materi membangun komitmen belajar, malam itu di samping orientasi kegiatan juga perkenalan dengan semua peserta dan akademis serta materi-materi kegiatan yang akan berlangsung hingga hari Kamis sore.

Hari kedua Senin 26 Maret bertempat di aula 1 Gedung Pancasila berlangsung acara pembukaan oleh Kapus Pusdiklat pegawai Kemendikbud Dra. Garti Sri Utami, M.Ed pada sambutannya ditegaskan bahwa salah satu upaya untuk mengembangkan profesionalisme widyaiswara adalah melalui butir kegiatan penyusunan karya tulis ilmiah atau KTI. Pengembangan profesi melalui KTI dapat mendorong para widyaiswara untuk memperkaya wawasan dan memperdalam penguasaan bidang studi yang ditekuni dalam memanfaatkan spesialisasinya selanjutnya diterangkan berbagai hal yaitu ………. bla bla bla bla.

Siang hari setelah istirahat dilanjutkan dengan materi membangun integritas dalam penyusunan KTI. Hari ketiga membahas materi hakikat PTK dan media publikasi PTK yang di sampaikan oleh ibu Mariana D. R., M. Pd, yang berlangsung antusias dan meriah seperti saat kegiatan overview penyelenggaraan yang dikelola dengan suasana meriah Bu Mariana yang berkelahiran di tahun 1957 mampu menciptakan suasana pembelajaran yang berwarna dan terang. Hal itu pula adanya nuansa humoris peserta  bapak-bapak lainnya antara lain Dedi, Mampuono, Tatang, Gindo, Prasetyo, Aldi, Iqbal, Junaedi, Yudi, Yandri, Wahyu, Untung, Gunawan, Muldann, Arif, Isnaini, dan peserta dari ibu ibu antara lain Dina, Yayuk, Heni, Rahma, Amrina, Agustin, Ari,  Marike, .

Ada materi di luar konteks atas permintaan peserta dan penyanyi Pak Mampuono dari LPMP Semarang untuk explore dan sharing tentang aplikasi yang dikelola untuk membantu dalam menulis dan membaca yaitu metode menemu baling kepanjangan dari menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga. Menawarkan waktu waktu 30 menit untuk perangkat smartphone atau gawai sudah dapat digunakan dan mempraktekkan menulis dengan mulut dan membaca dengan teling. Sangat antusias rekan-rekan karena sangat membantu dalam menuangkan tulisan atau teks dengan hanya berbicara di manapun berada, seperti yang saya lakukan saat ini sebelum pulang menyempatkan waktu untuk menulis dengan mulut. Ini saya lakukan berhubung temen satu kamar sudah meninggalkan kamar ini untuk kembali ke kotanya masing-masing, paling tidak sebagai bahan untuk mengunggah blog ini yang hampir hampir jarang diisi kontennya.

Ada beberapa hal yang menarik dari pertemuan dengan penulis buku metode menemu baling yaitu begitu banyak pengalaman, ilmu, dan keterampilan yang diserap dengan panca indera dari masa anak-anak sampai saat ini, baik dengan membaca dan pengalaman, serta sumber lainnya namun jarang dituangkan dalam dalam teks yang mungkin dapat berisi inspirasi, motivasi, nilai-nilai dan karya yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Bagi saya pribadi apapun bentuk yang pernah ditulis, minimal sebagai bahan dan referensi jika ingin memerlukan informasi dapat secepatnya didapat dengan cepat apabia sementara waktu memori dalam otak sudah tidak mampu mengingat dengan  cepat dan sempurna baik yang dibutuhkan pada kehidupan sehari-hari atau dalam melaksanakan tugas.

Menjelang pukul jam 03.00 sore ini beget heningnya, hanya suara desis kipas dari AC, dihiasi tempat tidur, almari, meja dan kursi, serta lampu di plafon, dengan jendela berterali besi dihiasi hordeng berwarna merah yang menjuntai. Saat diterpa sinar matahari yang masih bersembunyi di atas atar genting, sebagian menahan sinar yang kadang menyilaukan.

Dari balik kaca yang tidak tertutup bentangan kain itu dapat memandang lapangan tenis  dipagari dengan jaring kawat, serta pohon-pohon yang menutupi halaman masjid al-Huda berdampingan lapangan sepak bola dengan rumput habijt dipotong rapi merupakan tempat paling ujung di sisi barat kampus ini. Saat terdengar suara adzan panggilan sholat ashar maka segera mengakhiri cuap-cuap di smartphone untuk segera memenuhi panggilan yang paling mulia dan bersegera menuju di masjid untuk menghadap pads-nya dan bersegera langsung pulang. Selamat tinggal tempat yang oleh sebagian besar pegawai, dosen, guru, widyaiswara pasti memiliki berbagai pengalaman dan kenangan tersendiri pada sisi sosial dan religitas. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. See you next time …..

#Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Bojongsari-Kota Depok: Test drive ColorNote pada Android OPPO F3#

KELAS KTI OUTBOUND4

 

 

Advertisements

Test drive VoiceNote II di Windows

29/03/2018

Selamat malam….. (seperti penyiar aja) pada malam hari ini menjelang pukul 22;00 wib Jumat tanggal 29 Maret 2018 saya sedang mencoba aplikasi voice note 2 pada laptop Toshiba Satellite yang sudah lama jarang saya pergunakan, sehubungan untuk menggunakan MacBook Air yang sudah dua tahun mendukung pekerjaan dengan operasi sistem (OS) Mac tidak mendukung seperti aplikasi-aplikasi pada Windows. Sebelumnya sudah mencoba aplikasi fungsi seperti ini pada smartphone dengan OS Android ColorNote yang bisa lebih mobile, ternyata dengan voice note 2 hasilnya lebih clean alias tidak banyak disunting sehubungan teks yang muncul kata per kata dapat dikontrol pada layar di atasnya sebelum masuk di paragraf ini. Kasus menggunakan aplikasi ColorNote sama dengan VoiceNote 2 ini karena tidak mendukung pada OS IOS 07 di Iphone 5s yang saya gunakan sehari-hari. (Kata temen-temen terlalu canggih sehingga harus butuh pengetahuan dan keterampilan, bahkan dana tambahan dengan membeli aplikasi yang berbayar)

Saat mengawali program ini untuk mengoperasikan Voice Note 2 pada Google Chrome tidak semudah mencari pada Mozilla firefox di Google. Dengan mencoba dan mencoba akhirnya setting bahasa Indonesia, kemudian mencoba berbicara saat klik (start/stop) pada simbol mikrofon akhirnya dengan suara verbal jelas muncul kata per kata dan bertambah pula paragraf demi paragraf. Sore menjelang kepulangan di kampus Pusdiklat pegawai Kemendikbud sempat pula mencoba aplikasi di Android yaitu text fairy yang berfungsi dari hasil foto teks kemudian dapat berubah menjadi teks yang dapat diedit. Sebelumnya sempat mendownload CS scanner dengan fungsi sama tetapi ternyata penggunaannya lebih mudah text Fairy karena dapat diubah dalam bentuk teks dan pdf serta format lainnya.

Pada aplikasi voice note 2 ini agak berbeda dengan aplikasi ColorNote di Android karena pada aplikasi ini akan muncul teks hanya di akhir suara yang diucapkan, hal ini berbeda dengan ColorNote suara yang menghasilkan teks dapat disisipkan diantara kata-kata di bagian atas. Karena menggunakan layar laptop yang lebih lebar hasilnya memang lebih sempurna tanpa banyak mengedit untuk memperbaiki kata demi kata, juga untuk menambahkan teks maupun simbol dengan keyboard untuk melanjutkan dengan suara tidak harus mengklik simbol mix atau rekam. Contohnya setelah saya membuat titik otomatis langsung huruf besar dan tinggal melanjutkan dengan suara maka kata demi kata sudah terangkai.

Setelah berburu dengan aplikasi baik di Android dan di Windows sebenarnya banyak aplikasi yang membantu untuk menulis dengan mulut atau pun membaca dengan telinga. Seperti anak yang sedang tumbuh karena penasaran yang besar maka berusaha mencari sesuatu yang tidak diketahuinya dan akhirnya setelah belajar dan berusaha apapun keterampilan dan pengetahuan diperolehnya kuncinya adalah mau mencoba dan mencoba dengan demikian  banyak jalan untuk mendapatkan jalan itu. Itulah kesadaran yang saya alami hari ini karena penasaran maka ingin mencoba apa yang tertulis pada buku menjelang siang hari tadi yaitu voice note 2 yang sudah saya praktekkan ini, selanjutnya semoga esok hari dapat mencoba untuk aplikasi read aloud yaitu program suara dari sebuah teks atau sering disebutkan oleh Mas mampuono sebagai membaca dengan telinga, terima kasih selamat malam.

#Bojongsari Kota Depok pukul 10.24 PM mencoba pertama kali Voice Note 2#

Capture VoiceNote 2

Menguatkan diri dengan harapan dan berserah diri pada Yang Maha Memiliki

28/03/2018

Pagi ini setelah melaksanakan sholat subuh di mushola Al Furqon kompleks Bukit Sawangan Indah Bojongsari Kota Depok, segera menuju rumah untuk melanjutkan baca telaah surat Al A’raf ayat 31 s.d 46 dan segera bersiap-siap untuk meluncur ke kampus pusdiklat pegawai kemendikbud untuk melanjutkan kegiatan diklat karya tulis ilmiah.

Diawali dengan kegiatan senam pagi berharap sebelum pukul 05.30 dapat bergabung dengan rekan-rekan peserta di kegiatan lainnya yaitu diklat PIM, diklat teknik fasilitasi melatih, dan beberapa kegiatan lainnya.

Perjalanan sekitar sepuluh menit ahirnya dapat bergabung dengan peserta senam yang sudah masuk sesi inti senam aerobik pagi hari ini dengan instruktur satu laki-laki dan satu perempuan. Sekitar 30 menit kemudian sesi penutup dengan pendinginan selesai bergerak lah kami menuju ke ruang makan di gedung Paramitha.

Memuai dengan menyedu teh sedikit gula dan tertarik dengan menu pecel sedikit nasi, pecel dan tempe bacem siap di piring menyambut sarapan di pagi ini,   الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَـنَا وَقِنَا عَذَابَ الـنَّارِ ،  Segera setelah mengisi hak perut bersama bapak Prasetyo rekan sekantor untuk menuju ke wisma Ika di bagian belakang berdekatan dengan lapangan tenis lapangan dan masjid Al Huda.

Nilai yang dapat diambil dari saat bangun tidur yaitu penuh syukur dibangunkan lagi pada kehidupan dalam keadaan sehat wal afiat yang disanggupkan untuk melaksanakan kewajiban manusia dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Tentu dengan berserah diri selalu berusaha dengan tawakal sampai didekatkan untuk istirahat malam lagi.

Sempat menempatkan status di WhatsApp handphone yang menjadi fokus saat mengkaji Surat A’araf pada ayat 31 yang artinya: “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada saat (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.

Penjelasan singkat menurut tafsir Ibnu Kasir adalah:

Ayat yang mulia ini merupakan bantahan terhadap orang-orang musyrik, yakni tradisi melakukan tawaf dengan telanjang bulat yang biasa mereka lakukan.

Seperti yang disebutkan di dalam riwayat Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir. Sedangkan lafaznya berdasarkan apa yang ada pada Ibnu Kasir, diriwayatkan melalui hadis Syu’bah, dari Salamah ibnu Kahil, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu kaum pria dan wanita melakukan tawafnya di Baitullah dalam keadaan telanjang bulat. Kaum pria melakukannya di siang hari, sedangkan kaum wanita pada malam harinya. Salah seorang wanita dari mereka mengatakan dalam tawafnya: Pada hari ini tampaklah sebagiannya atau seluruhnya; dan apa yang tampak darinya, maka tidak akan saya halalkan. Maka Allah Swt. berfirman: pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid. (Al-A’raf: 31)

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid. (Al-A’raf: 31), hingga akhir ayat. Bahwa dahulu (di masa Jahiliah) kaum lelaki biasa tawaf sambil telanjang. Maka Allah memerintahkan mereka untuk memakai pakaian yang indah-indah (setelah masa Islam).

Yang dimaksud dengan istilah الزِّينَةُ dalam ayat ini ialah pakaian, yaitu pakaian yang menutupi aurat, terbuat dari kain yang baik dan bahan lainnya yang dapat dijadikan pakaian. Mereka diperintahkan untuk memakai pakaiannya yang indah di setiap memasuki masjid.

Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ata, Ibrahim An-Nakha’i, Sa’id ibnu Jubair, Ojatadah, As-Saddi, Ad-Dahhak, Malik, Az-Zuhri, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan para imam ulama Salaf sehubungan dengan tafsir ayat ini. Bahwa ayat ini diturunkan sehubungan dengan tawaf orang-orang musyrik di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat.

Al-Hafiz ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadis Sa’id ibnu Basyir dan Al-Auza’i, dari Qatadah, dari Anas secara marfu’, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah mengerjakan salat dengan memakai terompah. Tetapi kesahihannya masih perlu dipertimbangkan.

Berdasarkan ayat ini dan hadis yang mengutarakan masalah yang semisal, disunatkan memakai pakaian yang indah di saat hendak melaku­kan salat, terlebih lagi salat Jumat dan salat hari raya. Disunatkan pula memakai wewangian, karena wewangian termasuk ke dalam pengertian perhiasan. Juga disunatkan bersiwak, mengingat siwak merupakan kesempurnaan bagi hal tersebut.

Penjelasan secara menyeluruh harus menggali lebih jauh pada kitab lain dan guru-guru kita yang selalu istiqomah. Semoga guru-guru, ulama kita selalu diberikan kemuliaan di sisi Allah Yang Maha Kuasa. Aamiin yaa rabbal alamin. (http://www.ibnukatsironline.com/2015/05/tafsir-surat-al-araf-ayat-31.html)

#Bukit Sawangan Indah, Bojongsari-Kota Depok: Test drive ColorNote pada Android OPPO F3#

Antusias tinggi mendapatkan buku “Metode Menemu Baling”

27/03/2018

Setelah berakhirnya materi Prosedur Pelaksanaan PTK sesi malam pada Diklat Penyusunan Karya Tulis Ilmiah sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang ke-3 Selasa tanggal 27 Maret 2018 dengan antusias dan ingin secepatnya saya menghampiri Mas Mampuono penulis buku Metode Menemu Baling. Akhirnya saya mendapatkan buku yang sudah sejak pagi saya pesan melalui group WA kelas KTI Angkatan 2 melalui pembayaran di mbak Rahma (WI PKn dan IPS Malang) sebagai bendahara kelas dan segera meminta tanda-kenangan tulisan di halaman depan. Masih di ruang gedung Budaya 8 itu akhirnya di halaman tiga romani  (iii) dituliskan “Buat Cahyo Widodo WI hebat harus menghasilkan buku setiap caturwulan!”,.

Harapan sementara dengan buku ini dapat ilmu dan keterampilan baru, dan sudah lama pula tidak mengkomsumsi buku sebagai bacaan, agar mampu belajar lagi untuk menulis dan menggugah kembali buah pikiran, inspirasi dan nilai-nilai untuk dituangkan pada blog onopirododo.wordpress.com yang sudah tiga bulan tidak pernah mengisi konten lagi, disamping disebaban berbagai kesibukan serta lebih konsentrasi pada perawatan almarhummah ibunda sejak awal bulan Desember dan Januari di Yogyakarta serta dilanjutkan pada akhir bulan Januari, Februari, dan bulan Maret dilanjutkan perawatan di RSCM Jakarta Pusat.

Pada awal membaca buku ini saya mengabaikan halaman depan antara lain: Literasi Indonesia, apa yang perlu kita perbuat?; Sejarah menemu baling dan Jailangkung; dan Metode Menemu Baling. Saya lebih fokus pada “Aplikasi menemu baling dan instalasinya”. Mengapa? Karena pada malam sebelumnya saya sempat WhatsApp dengan beliau dan mencoba menginstal walau belum tuntas dan yang pending lebih penasaran atas tulisan beliau di hari yang kedua sudah banyak tulisan-tulisan yang memenuhi di group WA kelas KTI angkatan 2, baik pada kegiatan Membangun Komitmen Belajar berupa outbond, maupun pada saat materi oleh penyaji dapat disajikan dalam bentuk resume dengan cepat yang dapat didiskusikan lebih lanjut di grup di WhatsApp.

Dari rasa penasaran saya saat dibimbing praktek menginstal metode menemu baling yang tidak dapat saya lakukan langsung karena smartphone atau gamai yang saya bawa operasi sistemnya bukan menggunakan Android melainkan IOS 07 IPhone keluaran Apple (walau sudah agak ketinggalan, namun untuk ukuran lebih pas di tangan dan di kantong dibanding dengan smartphone yang terbaru yaitu ukurannya agak besar).

Setelah keluar dari kampus Pusdiklat pegawai Kemendikbud di Jl. Raya Ciputat-Parung KM 19, Cinangka, Bojongsari-Kota Depok, roda besi “badak merah” meluncur menuju rumah di Bukit Sawangan Indah Bojongsari Kota Depok yang berjarak sekitar 5 kilometer dengan agak genit dan gesit untuk mendahului mobil-mobil di dépannya yang pada sekitar pukul 21.30 WIB jalanan sudah tidak terlalu padat, berharap smartphone Android putri pertamaku tercinta Hasna Alya  dapat segera diinstal beberapa aplikasi yang mendukung untuk praktek dengan Metode Menemu Baling atau “menulis dengan mulat dan membaca dengan telinga”.

Setelah melanjutkan instal gawai yang belum tuntas pada hari sebelumnya, akhirnya OPPO F3 putriku dapat berfungsi untuk menulis melalui suara, sedangkan aplikasi membaça dengan telinga bedum sempat dicoba. Hanya pada aplikasi ColorNote dengan perlahan akhirnya dapat berfungsi yang dapat menuangkan tulisan pada blog ini dengan bereksperimen fungsi-fungsi yang ada untuk meningkatkan keterampilan alat bantu menulis ini lebih efektif. Selamat malam ….. tak lupa semoga bermanfaat,  dan terima kasih untuk Mas Mampuono, semoga masih ada diskusi panjang baik melalui WhatsApp atau pertemuan pada event-event yang lain. Thank you. (Masih dua hari lagi kegiatan berlangsung hingga Kamis, 29 Maret 2018)

#Bukit Sawangan Indah, Bojongsari-Kota Depok: Test drive ColorNote pada Android OPPO F3#

Bersama Mampuono

Edit

Image 2018-03-27 at 22.45.57

JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

21/11/2017

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, sesuai dengan tahun diundangkan sudah cukup lama tetapi masih ada guru yang belum memahami dan mengetahui tentang unsur, sub-unsur, dan kegiatan dalam rincian kegiatan guru dan angka kreditnya. Hal tersebut jika disinggung dan ditanyakan status pangkat dan golongan serta angka kredit komulatif terakhir masih ada guru yang menjawab “tidak tahu”. Sedangkan untuk pembinaan karier guru seharusnya sebagai seorang guru harus tahu posisi angka kredit terakhir serta keputusan yang harus dipenuhi untuk target di tahun berikutnya, dalam hal ini akan selalu berkaitan dengan penyusunan SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) pada setiap tahunnya.

Mengenai hal tersebut di atas terdapat persepsi guru bahwa untuk kenaikan pangkat dan golongan, masih seperti yang lalu-lalu segala administrasi diurusi oleh tenaga administrasi. Maka selayaknya untuk strategi ke depan harus merubah pola pikir dan tindakan, agar hal-hal yang menjadi kendala selama ini mampu diatasi untuk hasil yang progresif pada kariernya sebagai guru.

Berikut lampiran Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009, KLIK yang berwarna biru.

Peraturan_Menteri_Negara_Pendayagunaan_Aparatur_Negara_Dan_Reformasi_BirokrasiNomor_16_Tahun_2009_Tentang_Jabatan_Fungsional_Guru_Dan_Angka_Kreditnya

Sedangkan mengenai Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya ditetapkan dalam Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010. Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan pada tanggal 6 Mei 2010 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013

Berikut lampiran Peraturan bersama Mendiknas dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor  14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya , KLIK yang berwarna biru.

Peraturan Bersama Mendiknas dan BKN Nomor: 03/V/PB/2010 dan Nomor : 14 Tahun 2010.

Indahnya di Pantai (Blang Pidie Aceh Barat Daya)

30/10/2017

Belum menyempatkan waktu untuk menuliskan kata-kata yang pas untuk kegiatan tanggal 16 s.d 23 Oktober 2017 di Blangpidie Aceh Barat Daya.  Di sela-sela waktu disempatkan menikmati keindahan alam. Berikut dokumen yang tersimpan di handphone.

 

 

Paradigma orangtua dalam pendidikan di Finlandia

29/09/2017

Membuka-buka lagi buku “Gurunya manusia” oleh Munib Chatib yang saya beli di toko buku besar di kawasan jalan Margonda Kota Depok awal talun 2012, ada suatu hal yang patut diperhatikan sebagai orangtua dalam mendidiknya. Maka kolaborasi orang tua dan guru di sekolah merupakan salah satu daya dukung terhadap keberhasilan anak dalam belajar.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai orangtua untuk merubah paradigma lama. Paradigma orangtua, guru dan orangtua yang telah menjadi sahabat sejati di negara Finlandia.

  • Penghormatan terhadap guru dan sekolah. Orangtua sancta menghormati guru dan sekolah. Mereka menganggap guru adalah orangtua kedua dan sekolah adalah rumah kedua. Sekolah bukan tempat yang menyeramkan, penyebab tekanan båtin, dan ketegangan. Dengan seluruh daya dan upaya, para guru berusahan memahami kondis intelektual dan emosi siswa, bahkan sampai ke hal-hal keil.
  • Mengajar adalah pekerjaan rumit. Orangtua memehami bahwa pekerjaan mengajar adalah pekerjaan yang kimpleks dan penh dinakika sehingga perlu didukung dalam semua aspek. Apabilaguru mengalami kesulitan mengajar kepada seorang siswa, orangtua mereka akan membantu semaksimal mungkin. Bukan sebaliknya, ketika siswa belum tuntas dalam belajar, orangtua malah menyalahkan gurunya.
  • Guru itu pahlawan. Orangtua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan anak mereka. Pemandangan yang sering terlihat, banyak siswa menghias dan memajang foto di kamarnya, bakhan dengan diberi tambahan kalimat, “You are my inspirationa“. Tidak ada lagi guru killer.
  • Mementingkan proses. Orangtua cenderung tidak terlaulu peduli tehadap asilo belajar ana, tapi mereka lebih peduli terhadap proses belajar anak. Setiap usaha anak selalu mendapatkan apresiasi dari orangtua, apa pun hasilnya. Pika ada anak yang mendapat nilai kognitif rendah, maka orangtua akan memberikan dorongan semangat, seperti, “Ayo besok pasti kamu bisa, coba lagi, coba lagi, jangan putus asa”
  • Kritik santun dan bekerja sama. Orangtua menyampaikan kritik kapad sekolah dengan cara yang santun kebab memahami bah pekerjaan mengajar bukanlah pekerjaan yang ringan. Guru senang menerima kritik kebab menjadi sangat membantunya menyelesaikan permasalahan belajar. Orangtua selalu bekerja sama dengan guru dan sekolah demi keberhasilan anak didik.
  • Kognitif bukan utama. Dengan kondisi negara yang cutup makmur, masyarakat Finlandia tidak menjadikan kemampuan kognitif sebagai hal yang utama. Kemampuan emosional dan problem solving dibutuhkan dalam sekolah dan bekerja. Rapor dan ijazah dalam dunia kerja hanya dipakai sebagi formalitas, sumber daya manusia dihargai kompetensi psikomotorik dan afektif, sedangkan kemampuan kognitif diserahkan kepada sebuah alat hitung dan annalists yang bernama komputer.