Skip to content

SEMANGATKU ADALAH GAIRAHKU

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”. (QS: 55 Ayat 33)

Protected: LATIHAN SOAL DH SD

30/04/2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Kangen Lagu-lagu Ebiet G Ade

14/04/2018

 

Kategori : Musik

License  : Lisensi YouTube Standar

Lepas kontrol…… oh dimana?

14/04/2018

Jum’at, 13 April pagi ini hari keempat kegiatan TOT Kurikulum 2013 Kepala Sekolah di temapat kerja, karena harus menuntaskan tugas akhir maka Jumat pagi ini tidak seperti minggu-minggu biasanya dapat berolahraga, maka setelah meletakkan sepeda motor diparkir belakang saat ada ajakan untuk melengkapi 4 pemain dalam permainan tenis meja di ruang belakang kantor utama. Tanpa melepaskan jaket outdoor langsung meletakkan tas punggung di sisi ruangan yang terdapat 2 meja tenis. Waktu menunjukkan menjelang pukul 07.30 WIB berharap sekitar 30 menit sebelum masuk di kegiatan bisa sedikit bergerak walaupun berharap, tidak sampai  berkeringat agar bisa bersama dengan teman-teman melanjutkan kegiatan sebelum penutupan menjelang pukul 11.00 WIB.

Sebagaimana penugasan malam hari sebelumnya, menjelang pukul 21.00 WIB bahwa pagi ini harus menyelesaikan satu paparan pada materi monitoring dan evaluasi, untuk bagian lampiran 11 format laporan hasil kegiatan simulasi dan lampiran 12 format umpan balik smiley face. Namun di luar dugaan untuk pembahasan yang terakhir ini walaupun ringan tetapi suasana diskusi sangatlah heboh dan menegangkan, namun apapun suasananya tetap diakhiri dengan kerendahan hati dan berjiwa besar sebagai akademisi. Akhirnya setelah fasilitator menguatkan materi dan bagian-bagian materi yang harus menjadi fokus untuk tugas-tugas sebagai narasumber, selesailah sudah untuk materi pokok pada kegiatan tersebut.

Selanjutnya setelah semua acara dikendalikan oleh akademis segera ditutup oleh kepala pusat, yang mengharapkan agar siapapun yang berhasil dengan nilai “sangat memuaskan” ataupun yang level di bawahnya untuk menyiapkan diri dan mengembangkan lebih lanjut untuk untuk pantas disebut sebagai narasumber hebat. Dengan mengucapkan “Alhamdulillah” akhirnya kegiatan pun ditutup, dan selalu pada setiap kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

Sebenarnya untuk menuliskan pada tulisan ini hanyalah sebagai pengantar, bahwa ada kejadian yang kadang menjengkelkan tapi juga bisa sebagai bahan instropeksi, bahkan untuk olok-olok atau canda dengan teman-teman satu ruangan. Ceritanya adalah saat setelah acara penutupan ada rekan yang biasanya mengolok-olok rekannya, sering lupa untuk barang atau sesuatunya tetapi ternyata pada siang hari ini beliau pun mengalami hal yang sama yaitu handphone tidak ditemukan setelah dicari dan dicari, di miscall dan di miscall belum ditemukan akhirnya menjelang salat Jumat pun barang itu sudah ditemukan.

Yang cedua yaitu saat sedang kumpul di kantin sambil minum juga ngopi, dia pun langsung meninggalkan tempat, dan kunci mobilnya ternyata tertinggal. Akhirnya salah satu teman ingin mengerjainya maka segera diamankan kunci tersebut agar saat cari-cari baru diinfokan. Dua kali sudah hari ini dia lupa sesuatu, padahal biasanya dia selalu mengolok-olok seakan tidak pernah lupa sesuatu.

Dengan penuh sadar bahwa, manusia ada sisi kelemahan untuk siapapun pasti pernah mengalami lupa, dan makna yang dapat kita petik adalah setiap manusia tiada kata hebat dan sempurna. Untuk itu setiap manusia diperintahkan untuk selalu mengingat dan menyerahkan diri kepada yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kekuatan dan dilindungi kelemahannya agar terhindar atau memperkecil diri dari segala kelemahan dan kenadiran.

Begitu pula terjadi pada diri saya, setelah menyelesaikan permainan bulu tangkis selepas pukul 17.00 wib sebagai ganti olahraga pagi, segera ingin pulang ………. tetapi apa yang terjadi setelah mencari dan mencari kunci motor di laci, di tas, dan bertanya ke satpam setelah mengecek di sepeda motor pun tidak ditemukan. Pasrah ingin segera pulang bersama rekan, namun diurungkan berharap dengan ketenangan dan merekam setiap tempat dan ruang yang dilalui dari pagi, dapat mengingat di manakah letak kunci itu. Setelah setengah jam rileks, mencari dan mencari tidak ditemukan, akhirnya kuputuskan untuk menanyakan kunci motor CS 1 yang hampir setahun tidak pernah dipakai dan ditinggal di kantor, kunci disimpan oleh rekan yang meminjam dan setelah dihubungi melalui telepon akhirnya kunci pun ditemukan di laci paling atas almari besi dekat ruang sholat.

Agak lama untuk menghidupkan sepeda motor CS 1 merah yang masih mulus jarang dipergunakan karena kondisi battery habis, maka dengan starter manual setelah dicoba dan dicoba ………. brem brem brem hiduplah mesin. Kendaraan pun segera meninggalkan tempat parkir dan berhenti di samping pos satpam untuk memberikan pesan pada personil yang bertugas, agar jika menemukan kunci dengan ciri-ciri diikat dengan anyaman tali sepatu untuk segera diinformasikan ke saya. Berharap semoga setelah libur di akhir pekan ini bertepatan dengan hari Isra Mi’raj di hari Sabtu, kunci dapat ditemukan. Memang di rumah ada kunci cadangan tetapi berharap dan berharap dapat menyalakan motor yang kutinggalkan di kantor untuk bisa digunakan kembali, karena untuk yang matic dapat digunakan istri untuk keperluan terutama pada hari-hari libur karena lebih banyak mendampingi anak-anak di rumah.

Mungkin hal ini banyak dialami oleh banyak orang, namun menjadi sebuah pelajaran bahwa sesuatu yang sering digunakan memang harus disimpan atau ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau dan ingat, seperti jika di badan maka ada sisi canting tertentu seperti handphone, kunci dan sebagainya. Maknanya adalah disiplin dan teliti akan banyak membantu dan mengurangi tingkat kecerobohan agar tidak banyak membuang waktu, jika ingin mendapatkan sesuatu apalagi sifatnya darurat atau diselesaikan dengan cepat. Bagaimana dengan pengalaman saudara? Semoga dapat dihadapi dengan hati yang lapang dan tidak panik, serta selalu mengharapkan pertolongan dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha memiliki, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya robbal alamin.

Ebiet G. Ade – Nasihat Pengemis Untuk Istri Dan Doa Untuk Hari Esok Mereka

13/04/2018

Istriku, marilah kita tidur

Hari telah larut malam

Lagi sehari kita lewati

Meskipun nasib semakin tak pasti

Lihat anak kita tertidur menahankan lapar

Erat memeluk bantal dingin pinggiran jalan

Wajahnya kurus pucat, matanya dalam

 

Istriku, marilah kita berdoa

Sementara biarkan lapar terlupa

Seperti yang pernah ibu ajarkan

Tuhan bagi siapa saja

Meskipun kita pengemis pinggiran jalan

Doa kita pun pasti Ia dengarkan

Bila kita pasrah diri, tawakal

 

Esok hari perjalanan kita

Masih sangatlah panjang

Mari tidurlah, lupakan sejenak

Beban derita lepaskan

 

La la la la la la la la la

Dengarkanlah nyanyi

La la la la la la la la la

Dari seberang jalan

La la la la la la la la la

Usah kau tangisi

La la la la la la la la la

Nasib kita hari ini

 

Tuhan, selamatkan istri dan anakku

Hindarkanlah hati mereka dari iri dan dengki

Kepada yang berkuasa dan kenyang di tengah kelaparan

Oh, hindarkanlah mereka dari iri dan dengki

Kuatkanlah jiwa mereka

Bimbinglah di jalanMu, bimbinglah di jalanMu

 

 

Kategori : Musik

License  : Lisensi YouTube Standar

Lirik Lagu Hidup 4 – Ebiet G Ade

13/04/2018

Ho  rentangkan tanganMu

Bersama datang malam

Agar dapat kurebahkan kepala

Pada bulan di lenganMu

 

Ho  hembuskanlah

Nafas iman ke dalam sukma

Agar dapat kuyakini

Hidup dan kehidupan ini

 

Di gunung kucari Kamu

Di sini pun kucari Kamu

Di manakah kutemui Kamu

Untuk dalam genggamanMu

 

Ho  bisikkanlah

Kemanakah langkah mesti kubawa

Agar pasti akan bertemu

Untukku tumpahkan rindu

 

Di lenganMu kutemukan cinta

Di mataMu memancar makna

Rindu ini tak tertahan lagi

Untuk menangis di pangkuanMu

 

 

Kategori : Musik

License  : Lisensi YouTube Standar

Desain kembali hidupmu

07/04/2018

Bagaimana mendidik anak-anak kita untuk dapat menyesuaikan dengan irama anak-anak, Apakah sudah dipahami oleh orang tua, anak-anak kita termasuk dominan pada salah satu dari tiga kelompok belajar, yaitu kelompok auditori, kelompok visual atau kelompok kinestetik. Seyogyanya kita sebagai orang tua mampu untuk menyesuaikan irama belajar dan komunikasi terhadapa anak-anak, dan bagaimana mereka pun harus belajar menyesuaikan dengan siapa dia berkomunikasi. Apakah sumber informasi berasal dari orang auditori, visual, atau kinestetik.

Sebagai contoh coba kita perhatikan presiden Negara kita, yaitu presiden RI pertama Bapak Soekarno termasuk kelompok yang bagus dalam auditori, maka bagaimana beliau berorasi sangat renyah dan mudah dipahami oleh masyarakat pada zamannya untuk memahami apa yang menjadi pikuran dan gagasan beliau. Contoh presiden RI yang memiliki kemampuan visual yaitu presiden BJ Habibie, dia berbicara sangat cepat seakan-akan dengan penjelasannya audiens/masyarakat sedang memperhatikan sebuah sket atau visual yang sudah tergambar di otaknya. Begitu juga contoh orang yang memiliki kemampuan kinestetik cara bicaranya adalah pelan dan berwibawa sebagaiman presiden kedua RI yaitu Soeharto, itu pun kita lihat sebagaimana menteri-menterinya gaya bicaranya seperti beliau contohnya Bapak Moerdiono dan LB. Moerdani.

Saat saya menyimak kajian yang disampaikan oleh Ustad Haikal Hasan di TVMu tema yang di berjudul yaitu “Desain kembali hidupmu”. Banyak hal yang harus kita tata kembali untuk diri kita, untuk membimbing anak-anak kita, agar bisa satu frekuensi dalam menyelaraskan visi dan misi keluarga yang akan ditopang oleh anak-anak kita yang tercinta.

Contoh otak kita sebagai neo transmitter atau penyelarasan dalam komunikasi selalu mengedepankan dengan kata-kata yang berserah diri kepada Allah SWT yaitu Insya Allah. Jangan sering kita memenjarakan kreatif,  inisiatif anak dengan kata-kata “jangan”. Contoh jangan nakal, jangan berantem, jangan pulang terlambat, dan sebagainya hal ini justru yang terekam dalam otaknya adalah anak-anak akan mencoba atau melanggar dari kata-kata yang ditekankan tersebut. Untuk itu berikanlah kepercayaan anak-anak untuk bagaimana bertanggung jawab terhadap dirinya, bertanggung jawab terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bertanggung jawab terhadap orang tua, bertanggung jawab terhadap keluarga,  dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Sekian banyak penjelasan dan contoh-contoh tentang bagaimana menyelaraskan komunikasi dengan anak-anak, Bapak Prof Din Syamsudin melanjutkan kajiannya tentang bagaimana kemauan dan kemampuan mendayagunakan potensi yang ada dalam diri manusia untuk mengoptimalisasikan potensi yang ada. Jika potensi itu tidak didayagunakan, maka manusia akan kehilangan arti sebagai manusia.

Momen ini dibahas dalam pengajian orbit profesi yang disiarkan di hari Sabtu 7 April 2018 di stasiun TVMu digital televisi channel 808, menjelang pukul 09.00 wib.

Kenangan ber-KRL

07/04/2018

Malam ini kucoba voice note 2 di Chrome yang download menggunakan OS Mac, karena penasaran yang selama ini menggunakan mesin pencari dengan “safari” berbeda dengan saat mencoba pertama kali menggunakan Windows di Toshiba Satellite di akhir bulan lalu tepatnya 29 Maret 2018 mesin pencarinya disamping Mozilla juga ada Chrome. Kali ini Jumat 6 April 2018 waktu telah bergeser meninggalkan pukul 21.00 Wib saat menginstal “chrome”, dan ingin menulis tentang apa ya? Akhirnya jadi ingat saat menjemput Bapak Adang tamu dari Dinas Kabupaten Berau Kalimantan Timur di stasiun Bojong Gede setelah menggunakan KRL (Kereta Listrik) di hari Rabu sore, maka ingin menuliskan sedikit cerita bagaimana ber-KRL ria. Karena saya dan keluarga pada awal-awal tahun 2000 juga sering mengguanakan angkutan masal ini saat masih bersama orang tua bertempat tinggal di Perum. Puri Bojong Lestari, ds Pabuaran, Bojonggede, Kab. Bogor.

Perjalanan Pak Adang dari bandara Kalimarau Tanjung Redep Berau Kaltim sekitar pukul 11 WITA hari Rabu, 4 Maret menggunakan maskapai Garuda yang transit di bandara Sultan Aji Muhammad Balikpapan untuk melanjutkan ke bandara Soekarno Hatta di Tangerang Banten. Menurut Bapak Adang setelah meninggalkan ruang kedatangan di terminal 3 langsung menuju stasiun kereta api Bandara Soetta terminal 3  menuju Stasiun Sudirman baru yang dilanjutkan dengan KRL Menuju Stasiun Bojong Gede. Pada sekitar menjelang pukul 17.00 WIB bersama dengan Bapak Imam kami sudah tiba di stasiun Bojonggede, yang ternyata setelah berkomunikasi beliau masih berada di Stasiun Pasar Minggu Baru. Akhirnya untuk mengisi waktu menunggu diputuskan untuk memesan minuman yaitu jus kiwi dan jus belimbing di warung minuman seberang Stasiun lama.

Sekian waktu berkomunikasi akhirnya kereta pun tiba di Stasiun Bojong Gede, namun karena komunikasi salah yang seharusnya keluar stasiun ke arah kanan dari datangnya kereta beliau tanpa bertanya lebih awal dengan penuh percaya diri melewati lorong yang menuju ke arah kiri dari datangnya kereta. Setelah sekian lama menunggu di depan pintu keluar Stasiun tidak didapat selanjutnya setelah berkomunikasi diputuskan untuk bertemu di penyeberangan rel sebelah selatan Stasiun yaitu jalan yang menuju di perumahan Gaperi Bojong Gede, suasana yang memang cukup padat dan crodit apalagi menjelang Maghrib itu pun akhirnya harus bersusah payah untuk bisa mencari tempat parkir berada di sekitar SPBU yang jaraknya lebih 200 meter dari yang diharapkan. Alhamdulillah setelah memasuki kendaraan perjalanan dapat dilanjutkan menuju ke arah Parung Bogor, yang sempat berhenti di sekitar Polsek Bojong Gede untuk sholat Maghrib di sebuah rumah makan Saung Sunda di pinggiran situ Tonjong.

Sekian waktu berbincang-bincang sambil menunggu hidangan, akhirnya pesanan pun  siap untuk disantap dan segera menuntaskan mengisi hak perut agar tidak terlantar. Menjelang pukul 20.00 kami pun melanjutkan perjalanan agar segera dapat beristirahat di Wisma yang sudah kami pesan di kamar 201 wisma Pepaya kompleks kantor P4TK Penjas dan BK Parung Bogor. Perjalanan dinas beliau adalah selain ke Bogor juga akan melanjutkan kegiatan di Bandung pada hari berikutnya.

History tentang ber-KRL bagi saya adalah saat pertama kali naik KRL sendirian, ada cerita menyedihkan arena pengalaman baru naik kereta harus ditukar dengan kehilangan dompet di kantung belakang kanan jeans celana yang kukenakan. Kepindahan rumah dari lokasi Salemba Tengah Gang II tepatnya di belakang Rumah Sakit Carolus Jakarta Pusat, mengharuskan selalu menggunakan transportasi KRL untuk berangkat dan pulang ke kampus. Pada saat itu sepulang kuliah di Jalan Pemuda No. 10 Rawamangun Jakarta Timur langsung menuju ke Stasiun Cikini, akhirnya kereta yang ditunggu pun datang yang segera ikut bersamanya. Dalam gerbong yang penuh sesak itu karena tidak banyak informasi tentang keamanan di kereta aku pun santai berada dalam gerbong dengan membawa buku tanpa tas yang biasa dibawa oleh para pelajar. Setelah mengetahui dompet raip dan penuh penasaran ingin mencari dan mencari yang akhirnya mengikuti kereta sampai di stasiun Bogor. Apa yang didapat ternyata hanya serpihan-serpihan isi dompet yaitu beberapa foto, padahal ada beberapa kartu identitas dan SIM sementara berharap didapatkan kembali.

Cerita lain menggunakan KRL adalah mengingatkan perjuangan almarhumah ibu saat masih bertugas sebagai guru dan kepala sekolah di SDN 05, kenari Senen Jakarta Pusat, sebelum pensiun di akhir tahun 2004. Sebuah perjuangan yang harus dijalani tiap hari menunaikan tugas yaitu saat pagi hari setelah Subuh harus sudah berada di Stasiun Citayam hingga melewati beberapa Stasiun, dan turun di Stasiun Cikini Jakarta Pusat begitu juga sebaliknya saat harus pulang di sore hari untuk kembali ke rumah kumpul bersama keluarga. Saat itu KRL masih sangat konvensional karena peron masih terbuka dan Stasiun dipenuhi dengan pedagang pedagang, dengan membeli tiket bulanan (abodemen) maka biaya untuk menggunakan transportasi massal KRL lebih ringan. Begitu pula saat berada di dalam gerbong kereta hilir mudik pedagang pun tidak pernah berhenti menjajakan dagangannya, seperti buah-buahan, koran, majalah, buku, buku gambar, alat tulis kantor, hingga alat-alat rumah tangga, bahkan mainan anak segala rupa pun ada dalam gerbang itu. Sebuah perjuangan untuk bisa stabil bisa berdiri atau kalau sedang beruntung bisa mendapatkan tempat duduk merupakan harapan setiap penumpang KRL. Untuk seorang ibu begitu besar perjuangan dalam keluarga terutama demi kelangsungan pendidikan putra-putrinya dan keberhasilan untuk melanjutkan perjuangan orang tua. Menjelang sebulan kepergian Ibunda jadi teringat bagaimana semangat dan kegigihannya dalam membantu perekonomian keluarga serta memberikan contoh sebagai seorang muslimah dalam kehidupannya, bahkan jika saat puasa Sunah hari Senin dan Kamis pun harus berbuka puasa di dalam kereta yang telah mengantarkan sebuah perjalan.

Kenangan akhir bagi saya menggunakan KRL adalah saat pulang dari rumah sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta Pusat pada hari Minggu pagi, 4 Maret sekitar pukul 7.00 wib dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Depok Baru.  Begitu pula pada hari Kamis malam, 8 Maret sekitar pukul 19.30 wib, pada saat pulang setelah mendampingi ibu dalam perawatan yang hampir sepekan. Sangat menyesal memang saat rawat inap ibunda ada kegiatan di kantor yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 21.00 Wib, sedangkan pada saat rawat jalan hampir selalu dapat mendampingi untuk mengantar dari rumah Adik di Taman Kenari Jagorawi Cibinong menuju ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang selalu berpartner dengan kakak maupun adik-adik, baik dalam perjalanan, maupun saat mendampingi di rumah sakit. Itulah kenangan yang terekam menggunakan KRL Jakarta – Bogor yang selama ini sudah jarang digunakan. Mengingatkan kenangan itu tak lupa disetiap mengakhiri sholatpun kupanjatkan do’a untuk almarhumah ibunda Suwarsih binti Atmowiharjo: Semoga ampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan dan diterangi alam kuburnya, serta semoga ditempatkan disisi-Nya yang terbaik yaitu surga jannah. Aamiin ya rabbal alamin.

 

 

st bojonggede2.jpg

Stasiun Bojonggede

st bojonggede.jpg

Stasiun: Bojonggede

Sumber: http://www.capangker.com/2015/06/daftar-alamat-stasiun-kereta-krl-commuter-line-jabodetabek.html

st citayam 2016

Stasiun Citayam

Summer: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/06/17/krl-berasap-penumpang-menumpuk-di-stasiun-citayam