Skip to content

SEMANGATKU ADALAH GAIRAHKU

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”. (QS: 55 Ayat 33)

Capacity Bulding @Pulau Bali

25/12/2016

Bali (Kamis 19/1).

img_0557

Pantai Pandawa in action

img_0558

Pantai Pandawa seru

 

Tenggarong Kutai Kertanegara (2)

16/12/2016

Rabu (14/12) Menjelang pukul 7:30 WIB Bis Damri merapat di pintu 4 terminal 3 bandara Soekarno-Hatta yang hampir satu jam membawa kami dari Terminal Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Bersama rekan Dewi segera menuju ke tempat check in untuk cetak boarding past yang sudah dilakukan melalui mobile check in menjelang pukul 23:30 dengan memilih sheat 33 K saat setelah tiba di rumah, yang selama dua hari menyelesaikan tugas fasilitator pada kegiatan Bimtek Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru Garis Depan di Twin hotel Slipi, Jakarta Barat.

Saat rekan Dewi menyelesaikan komplain di custamer service karena pada penerbangan sebelumnya dari Balikpapan ke Jakarta tidak terdata di Garuda miles, menyusul rekan Imam Zulkarnaen bergabung pada penerbangan Jakarta ke Balikpapan yang semua dari kami berempat dengan rekan Adrian.

Menjelang waktu boarding di di ruang tunggu pintu 11 saat menikmati siomay di counter ruang tunggu, diumumkan bahwa penumpang tujuan Balikpapan dipindahkan ke ruang tunggu pintu 12. Segera menyelesaikan hidangan dan bergegas menuju ruang tunggu di pintu 12 dan memisahkan diri karena akan mampir ke toilet lebih dulu.

Setelah duduk di sheat 33 K pesawat Airbus 330-200 mencermati boarding past ada hal yang aneh karena sisi boarding past yang seharusnya di robek masih ada di tangan, langsung menyapa pramugari dan menjelaskan kenapa masih ada dua sisi boarding past. Dijelaskan bahwa nanti ada petugas yang akan menangani, akhirnya kekuatiran sedikit lega bahwa nama penumpang tidak tercatat serta pasti nama Dwi Cahyo Widodo diumumkan berulang-ulang di ruang tunggu. Petugas mencari sheat 33 K dan mengambil sisi kecil boarding past serta menanyakan “Tadi masuk lewat mana?” langsung kujawab melalui Sky Priority tetapi rupanya petugas hanya mengarahkan lorong ke pesawat tidak menscan barcode boarding past.

Menuju Kota Tenggarong Kab. Kutai Kertanegara

06/12/2016

Minggu (4/12) Perjalanan kali ini adalah ke Tenggarong yang merupakan Ibu kota Kabupaten Kutai Kertanegara. Seingat saya saat Sekolah Dasar merupakan satu-satunya nama kerajaan besar dan berpengaruh di Kalimantan Timur yang selalu di hafal, karena nama-nama kerajaan yang dihafal sebagian besar di pulai Jawa dan Sumatera. Bahkan sampai raja-rajanya selalu muncul dalam tes di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam ingatan saya Kutai Kertanegara adalah kerajaan yang berdiri di tahun 400 Masehi yang beragama Hindu, dan raja yang terkenal Mulawarman dengan peninggalan prasasti dinamai Yupa.

Dengan perjalanan darat di malam hari dari bandara Sepinggan Balikpapan menuju Tenggarong Kukar sekitar pukul 20.00 wita, maka tidak banyak visual yang terekam. Hanya beberapa gambaran yang diinformasikan oleh Bapak Lulus yang menjemput kami di bandara, sebagian informasi yang saya ingat, seperti lintas setelah keluar kota Balikpapan melewati bukit Suharto, jalan menjelang kota Tenggarong berada di sisi kiri sungai Mahakam, sampai cerita tentang robohnya jembatan yang berada di atas sungai Mahakam. Bahkan saat kejadian robohnya jembatan tersebut, beliau bercerita beberapa menit sebelumnya melintasi jembatan dan mendengar suara dentuman yang ternyata baru tahu kalau jembatan tersebut terputus. Akhirnya selepas pukul 23.15 wita kami tiba di Fatma Hotel sebagai tempat penginapan untuk dua malam, yang berada dekat sungai Mahakaam.

Sempat merasa kecewa pada perjalanan kali ini karena alat untuk merekam visual tidak terbawa, ada handphone yang berkamera tetapi kabel dan charger pengisi batteray tidak ada dalam tas karena untuk colokan kabelnya berbeda dengan merk handphone pada umumnya. Begitu pula dengan tablet mini sama merk dengan handphone pun sam persih dengn kamera saku yang biasanya di tas kecil tidak terbawa alias tertinggal, yang ada hanya power bank dan handphone manual klasik yang tidak perlu dirisaukan cara mengisi batteraynya karena dapat bertahan dapat digunakan sampai lima hari. Kalaupun habis batteray dapat meminjam charger dan kabel teman. Handphone berseri J105 dari No**a berwarna biru tersebut merupakan andalan jika melakukan perjalan beberapa hari, saat itu pun dibeli sewaktu ke Kota Cane di Aceh Darussalam karena kabel charger Iphone 5 tidak berfungsi dan harus mencari malam-malam di konter hp sehubungan esok harinya ada janjian dengan teman di bandara Seotta untuk perjalan lanjut ke lain di pulau Sumatera.

Pagi hari saat kumandang adzan subuh sayup-sayup terdengar dari masjid alhamdulillah sudah terjaga dan selesai mandi pagi, karena setting alarm rupanya lebih awal karena waktu berubah otomatis lebih awal satu jam adanya perbedaan tempat. Persiapan untuk menuju ke lokasi kegiatan di Ruang serbaguna Dinas Pendidikan Kutai Kertanegara siap, dan setelah sarapan usai selepas pukul 07.00 wita dengan kami bersama bapak Safitri dengan mobil hitamnya menuju ke tempat kegiatan. Rupanya setelah keluar hotel Fatma baru sadar kalau di depan hotel ada Masjid yang berada di sisi sungai Mahakam dengan ikon TEGGARONG di pinggir sungai tersebut. Berharap saat tanggal 15 Desember 2016 untuk kunjungan kedua nanti insya Allah tidak ada halangan dan dapat merekam foto-foto suasana elok kehidupan di sisi sungai Mahakam itu.

Kegiatan hari itu cepat berlalu karena hanya sehari, namun dengan ruangan yang agak besar agak sedikit mengganggu alat suara sebab tidak menggunakan sound system berhubung ada kelas lain di ruangan besar tersebut di sisi lain. Siang hari kami makan siang di luar, dan melanjutkan kegiatan hingga pukul 17.00 wita. Setibanya di hotel kami dipesankan untuk malam harinya makan malam yang akan di jemput sekitar pukul 19.00 wita.

Selepas waktu yang dipesankan akhirnya kami menuju ke sebuah lokasi dengan halaman sebuah boutiq, sedangkan di lantai kedua terdapat cafe & Resto yaitu  “Dapurkoe”. Suasana cukup indah dan nyaman  sempat memilih tempat duduk di dalam ruangan dan akhirnya berpindah ke luar ruangan saat rombongan lain menyusul. Sambil menunggu hidangan  live music mulai disiapkan serta menikmati suasana sisi ke arah sungai Mahakam di seberang jalan yang terlihat dari lantai dua terbuka, sehingga aliran sungai Mahakam nampak samar-samar dari lampu taman dan sesekali ada alat transportasi air melintas.

Setelah menikmati hidangan makan dan minum di malam itu, dengan ramah dan ceria kami bertiga yang ditemani empat rekan guru dan kepsek serta bapak Tulus sebagai Kepala Bidang Dikdas menikmati suasana itu hingga sekitar pukul 21.00 wita saat kami harus meninggalkan tempat tersebut untuk menuju hotel kembali. Berlima kami menuju hotel, dan penasaran karena saat di “Cafe & Resto Dapurkoe” saat rekan kami ikut menyumbangkan lagu di live music belum puas serta saya sendiri tidak PD menyanyi live, akhirnya kami melanjutkan ke tempat Karaoke yang berada di gerbang hotel Fatma. Akhirnya memutuskan cukup dengan mengambil satu jam berkaraoke, cukup “merelakskan diri” sebelum istirahat untuk persiapan pagi hari menuju ke bandara Sepinggan di Balikpapan yang membutuhkan waktu lebih dari tiga jam.

Grafik views dan visitors Blog, menjelang Aksi Damai 212 di awal Desember 2016

03/12/2016

Ada hal agak berbeda di grafik views dan visitors menjelang Aksi Damai 212, teruatama empat hari menjelang Jum’at, 2 Desember 2016. Yaitu diantara pengakses dari luar Indonesia melonjak lebih dratstis dari Negara Amerika, dan beberapa negara lainnya meningkat cukup tajam. Rupanya perhatian mereka dimungkinkan diantaranya warga RI disana ataupun memang warga asing yang ingin mendapatkan informasi tentang aksi tersebut yang kemungkinan menjadi isu berita di negara tersebut.

Berikut grafifik views dan visitors di hari Selasa, 29 Nopember 2016, dengan berturut dilampirkan diantara pengunjung blog onopirododo.wordpress.com dari negara pengakses.

grafik pre 212.PNG

grafik pre 212.2.PNG

Hari Selasa, 29 Nopember 2016

grafik-pre-212-3

Hari Rabu, 30 Nopember 2016

grafik pre 212.4.PNG

Hari Kamis, 1 Nopember 2016

Cuaca mendung dan cerah silih berganti menaungi para jamaah peserta Aksi Bela Islam III di silang Monas, Jakarta. Secara umum cuaca pada 2 Desember 2016 pagi menggambar cukup sejuk.

Dua kali turunnya hujan itu pertama berlangsung ketika pimpinan Majelis Az-Zikra, KH. Arifin Ilham tampil ke muka panggung untuk memimpin zikir dan doa. Di sela-sela doa panjangnya untuk kaum muslimin Indonesia, hujan lalu turun.

Dai yang dikenal dengan suara serak-serak basah itu pun mengharap agar hujan tersebut adalah bagian dari tanda doa-doa peserta aksi dikabulkan.

“Ya Allah rahmat-Mu kau turunkan untuk kami ya Allah. Hujani kami dengan rahmat-Mu ya Allah… Sebagai tanda harapan kami Kau ijabah, doa kami Kau ijabah, (Allahumma) shoyyiban nafi’an [Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat, red],” pintanya yang membuat lautan peserta aksi bergemuruh dan banjir air mata.

Aksi damai 212 di Monas. (Okezone)

Suasana di silang Monas saat Aksi Damai 2 Desember 2016

Link gambar dari http://news.okezone.com/read/2016/12/03/337/1557834/aksi-2-desember-benar-benar-berjalan-super-damai

Aksi super damai 2 Desember 2016 telah usai yang berlangsung dengan sangat tertib. Hal ini menandakan massa benar-benar meyakini prinsip Bhineka Tunggal Ika.

Tertib dan lancarnya aksi 212 ditandai dengan hadirnya petinggi negara, seperti Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan petinggi lainnya. Aksi damai ini berjalan sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia.

Penangkaran buaya Asam Kumbang Medan Sumatera Utara

02/12/2016

Melanjutkan tulisan penangkaran buaya Asam Kumbang di balik pagar lapangan sepak bola SMPN 1 Kota Medan (https://onopirododo.wordpress.com/2016/10/28/medan-lagi-cari-cari-sendiri-biasanya-tinggal-terima-kunci/) akhir bulan Oktober 2016, kali ini kunjungan di bulan berikutnya di sekolah tersebut, kami (Dwi Cahyo, Rudi Bhakti, Abdul Munir, dan Alam) menyempatkan mengunjungi destinasi yang sering diliput oleh beberapa stasiun televisi dan media lain.  Akhirnya pada minggu keempat bulan Nopember 2016 atas rasa penasaran kami, dari puluhan kali mengunjungi kota Medan, terbayarkan sudah di bulan Nopember 2016 singgah mengunjungi lokasi penangkaran buaya tersebut.

Kali ini merupakan lanjutan di kegiatan berkaitan dengan guru-guru PJOK SMP Kota Medan sebulan yang lalu, setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan yang singkat. Dari saat awal sudah berkompromi tim admin yang mengelola empat local kelas, maka dari saat menentukan waktu dan maskapai dari bandara Soetta di Cengkareng sampai hotel tempat menginap merupakan satu paket. Hal tesebut berbeda dengan saat kegiatan awal di akhir bulan lalu, baik tiket pesawat dan hotel mencari sendiri walaupun tiba di Medan belum terlalu malam. Berempat menuju ke bandara di sore hari yang berharap saat magrib sudah tiba di Soetta Cengkareng, berhubung jadwal penerbangan di pukul 19.05 wib dan setelah sekitar dua jam bisa tiba di bandara Kualanamu Medan serta harus menuju hotel dapat ditempuh satu jam karena sudah malam untuk bisa istirahat.

Senin (21/11) pagi hari persiapan dan kegiatan, maka saat istirahat di tengah hari kami sempatkan untuk mengunjungi lokasi lokasi penangkaran buaya Asam Kumbang di Jalan Bunga Raya II No, 59 Sunggal, Kec. Medan Selayang Kota Medan. Dengan menggunakan alat transportasi bentor meluncurlah dari SMPN 1 Medan yang berada di Jl. Bunga Asoka No.6, Asam Kumbang, Medan Selayang, Kota Medan, yang tidak memerlukan waktu yang lama yaitu tidak lebih 10 menit memutar ke kanan dari pintu gerbang sekolah menuju lokasi penangkaran buaya Asam Kumbang yang berada di belakang sekolah.

Setelah melintasi jalan raya dan memasuki jalan perkampungan tiba di halaman tempat penangkaran, dengan membayar tiket non pelajar yaitu Rp. 8.000,-  selanjurnya berbaur dengan pengunjung lainnya. Dari sekian buaya yang ditempatkan di darat yang dibatsi dengan tembok setinggi sekitar 1,5 meter ada buaya-buaya yang berumur hingga 43 tahun. Selain itu sebagian besar buaya-buaya berada di kolam danau yang luas dibatasi pagar yang bersampingan dengan rumah penduduk, sekolah, atau beberapa usaha di sekitarnya.

Berikut beberapa dokumen gambar berkaitan dengan penangkaran buaya Asam Kumbang yang didirikan oleh Lo Tan Muk sejak tahun 1959, dengan menggunakan kamera saku yang saya siapkan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAM_1821.JPG

Dari ratusan buaya baik yang di darat maupun di danau salah satu diantara orang-orang yang bekerja (pawang) adalah pak Jemari. Bapak yang berasal dari Kebumen Jawa Tengah ini sudah lebih dari 20 tahun terlibat di penangkaran buaya  Asam Kumbang ini. Pak Jemari dengan ramah melayani, diantaranya atas permintaan salah satu pengunjung dia memberikan umpan buaya dengan melemparkan anak-anak burung Kuntul. Menurut beliau jika malam hari karena berlebihan burung-burung kuntul yang bertengger di pohon-pohon seputar danau yang sebagian rusak dan tumbang, maka burung-burung kuntul tersebut.  Pengunjung yang memesan perlu mengeluarkan biaya seharga 35.000 rupiah untuk pembelian anak-anak burung  atau pun bebek, atau ayam yang diumpankan tersebut.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bapak Jemari si pawang buaya di penangkaran Asam Kumbang Medan

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Berlatar belakang jeruji di balik danau Penangkaran buaya Asam Kumbang Medan

Bagian Pendekatan Pembelajaran Mapel PJOK

30/10/2016

Pada masa transisi penerapan kurikulum KTSP menuju penerapan Kurikulum 2013 banyak berbagai unsur guru PJOK butuh konsentrasi ekstra untuk dapat memaknai konsep dan penerapannya dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan tanda bahwa muncul keseriusan dan mengharapkan hasil lebih baik dari proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan. Pada pembelajaran mata pelajaran PJOK sebenarnya pada proses pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah lebih awal diterapkan prinsip-prinsip kurikulum tersebut yang menekankan ranak sikap, ranah pengetahuan, dan ranah psikomotor dengan pendekatan scientifik.

Hal ini tentu tidak berbeda jauh bahwa Kurikulum 2013 pada mata pelajaran PJOK pelaksanaannya menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses pembelajaran. Pendekatan ilmiah (scientific approach) meliputi aktivitas; mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, mengomunikasikan yang dilakukan oleh siswa untuk sampai kepada kompetensi dasar yang diharapkan.

Melalui aktivitas tersebut, pelajaran yang diikuti siswa mampu mengembangkan tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari siswa yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Arti dari masing-masing aktivitas dalam pendekatan saintifik dalam pembelajaran dapat disajikan seperti berikut ini:

  • Mengamati

Mengamati adalah proses mengenal objek melalui penggunaan indra yang dimiliki, misalnya dengan melihat/menonton, mendengarkan, dan membaca. Sehingga siswa akan memperoleh konsep awal dan menemukan permasalahan-permasalahan dalam materi yang akan dipelajari. Proses ini akan berdampak pada siswa memahami obyek secara nyata, senang, tertantang, dan memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya.

  • Menanya

Pada proses ini guru memberi kesempatan kepada siswa untuk saling bertanya untuk mengungkapkan berbagai masalah yang ditemukan pada saat proses pengamatan dengan berbagai bentuk pertanyaan baik yang berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan kompetensi yang akan diraihnya.

  • Mengumpulkan informasi

Kegiatan mengumpulkan informasi ini merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi yaitu untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan terkait dengan pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  • Menalar/Mengasosiasi

Menalar adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Istilah menalar dalam pembelajaran merujuk pada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan beragam peristiwa untuk kemudian dijadikan sebagai dasar pembuatan keputusan.

  • Mengomunikasikan

Mengomunikasikan adalah proses penyajian berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bentuk penyampaian informasi, peragaan keterampilan, dan sikap dalam pembelajaran atau kehidupan.

Khusus dalam pelajaran PJOK, kegiatan-kegiatan di atas tentu tidak dapat dan tidak selalu harus dilaksanakan secara hirarkis. Hal itu tergantung pada materi ajar dan penggalan kegiatan pembelajaran yang sedang dilakukan. Jika pendekatan ilmiah ini dilaksanakan secara kaku sesuai urutannya, dikhawatirkan pelajaran PJOK akan kehilangan ciri uniknya, yaitu kekayaan aktivitas gerak yang bermanfaat langsung pada pengembangan keterampilan motorik dan kebugaran jasmani.

Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa scientific approach bukanlah sebuah model pembelajaran yang harus diikuti sesuai tahapannya. Arti “pendekatan” hanyalah menunjuk pada orientasi pembelajaran yang harus dicapai. Pendekatan ilmiah bukan merupakan sebuah urutan kegiatan belajar, tetapi lebih bermakna sebagai “sifat” bahwa pelajaran PJOK (atau pelajaran apapun) harus mampu mengembangkan kemampuan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/ mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dengan demikian siswa mampu mengembangkan kemampuan untuk memproses dan memecahkan masalah melalui tahapan tadi.

Penerapan pendekatan ilmiah dapat dipadukan dengan berbagai model, diantaranya adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pembelajaran berbasis projek (project-based learning), pembelajaran kontekstual (contextual learning), pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery learning), sampai pada pembelajaran individual (individual learning).

Dalam pembelajaran PJOK sendiri terdapat beberapa model pembelajaran yang sudah dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah model pendidikan gerak (movement education), model pengembangan tanggung jawab (teaching personal and social responsbility/Hellison’s model), model pendidikan petualangan (adventure education model), model kebugaran (fitness education model), model perkembangan (developmental model), bahkan termasuk model Teaching Games for Understanding (TGfU model) serta model pembelajaran kooperatif (cooperative learning model).

Diolah dari:

Suplemen Modul Guru Pembelajar Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun 2016.

Terjebak dan akhirnya kembali ke selera asal “Ucok Durian” di Kota Medan

29/10/2016

Setelah dua malam di hotel Batik Jl. Iskandar Muda Kota Medan sempat meng-update status di facebook: “Dua hari yg lalu cabut gigi G7 kanan bawah, sdh dua malam blm berani coba cicip Ucok Durian. Efek saat di pesawat minum kopi-susu masih berasa ngilu …” Akhirnya pada malam ketiga menyempatkan  keluar hotel untuk mencicipi duren walaupun seorang diri.

batik-hotel

Jam belum menunjukkan pukul 21.00 wib saat berada di depan hotel untuk menunggu alat transportasi yaitu “Becak Motor” atau di Wikipedia disebutkan Becak Mesin. Becak mesin adalah istilah yang digunakan di Sumatera untuk becak yang digerakkan dengan mesin, disebut juga sebagai becak motor. Becak mesin ini merupakan moda yang sangat populer untuk perjalanan dari pintu ke pintu (door to door service). Beberapa menit kemudian dapatlah Bentor bersama abang menghampiri untuk menuju cafe durian.

Dalam perjalanan ada tawaran dari abang bentor kalau ada tempat makan durian baru yang dekat hotel masih di Jalan Iskandar Muda, kata abang bentor “Dengan nominal xx.xxx rupiah bisa makan sepuasnya”. Karena penasaran dan sekedar mencoba berhentilah di depan kios ruko “Durian Bo***g”. Setelah memilih tempat duduk segera minta dibuka satu buah durian dulu, tetapi beda dan aneh tidak seperti kios-kios durian di Medan karena ditimbang dan pesan minuman. Sempat terbesit  dalam benak hati, “ini sih seperti beli durian di supermarket di Jakarta” kurang asyik yang kaku dan jauh dari suasana pasar tradisional yang penuh kekeluargaan, karena bisa tawar harga dan kalau langganan bisa sambil bercanda pula. Bahkan promosi makan sepuasnya ternyata harganya berbeda dengan yang disampaikan oleh abang bentor, menurut pelayannya hal itu berlaku saat di bulan pertama saat setelah pembukaan.

Suasana yang kurang nyaman itu akhirnya memutuskan untuk pindah ke “Ucok Durian” favorit saya dan teman-teman makan durian jika ke Kota Medan. Disamping itu karena ingin membeli dalam paket box untuk dibawa ke Jakarta. Setelah menghabiskan durian dan sebungkus ketan atau pulut segera bergegas membayar di kasir.  Segera pula menghapiri abang bentor yang bersedia menunggu di seberang jalan, akhirnya bergerak ke lokasi TKP kedua yang merupakan pilihan pertama jika berburu durian di Kota Medan.

peta-duren-ucok2

Tiba di lokasi “Ucok Durian”  di Jalan KH. Wahid Hasyim No.30-32, Babura, Medan Baru, Babura, Medan Baru, Kota Medan yang kebetulan si boss sang pemilik sedang berada di tempat anak buahnya membuka durian. Hari Kamis malam itu walaupun bukan di akhir pekan, tetap  rame pengunjung. Mendekati si bos durian yang dipanggil dengan Ucok, karena ia memang asli anak Medan, yang punya nama lengkap Zainal Abidin Chaniago. Akhirnya sekalian minta berfoto berdua, yang dibantu oleh anak buahnya. Sebelumnya sempat bertanya ke beliau “Ini bos asli atau abangnya?” he he (pernah ketukar sama abangnya karena mirip bang Ucok sebagaimana foto saat bersama mantan Presiden RI SBY yang terpampang di tembok interior bangunan).

Setelah pesan di kasir untuk paket box (1 box paket Rp. 250.000 dan 2 box paket Rp. 100.000), akhirnya mencari tempat duduk dekat kasir dan menunggu sajian buah duren yang sudah di buka. Sesi menghabiskan buah pertama selesai sebenarnya tidak ingin menambah lagi, karena sebelum ke lokasi ini sudah menghabiskan satu buah ukuran sedang di lokasi sebelumnya. Karena langsung ditawari buah dengan isi agak kuning atas pilihan yang disajikan oleh bapak Zaianl Abidin alias bang Ucok akhirnya diselesaikan pula buah yang kedua ditempat ini.

Hampir satu jam berada di sini sambil bincang-bincang dengan rombongan keluarga yang berasal dari Kota Medan yang duduk bersebelahan, akhirnya pamitan lebih awal. Berharap bulan depan seputar pertengahan di bulan Nopember 2016 (semoga tugas yang terjadwal tidak bergeser) bisa berkunjung di sini lagi. Semoga ….😊😊