Skip to content

SEMANGATKU ADALAH GAIRAHKU

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”. (QS: 55 Ayat 33)

“Mbolang” ke Malaysia dan Singapura (5)

15/02/2017

Tiba di 60’s Hostel Serangon road ingin segera menuju ke kamar, asyiknya seperti saat camping atau di barak saat latihan dasar militer tetapi kami memilih yang satu kamar terdiri enam tempat tidur dengan dua kamar mandi. Seru dan meriah mengekspresikan suasana kamar dengan berbagai gaya. Memang sudah terbayang bahwa saat ngebolang akan menginap rame-rame, bukan di kamar hotel suitroom binatang lima seperti biasanya saat tugas di daerah saat di Indonesia. Pokoknya heboh dan meriah ….. hii… seru, he he ….

SAM_2500.JPG

Setelah istirahat sejenak dan selesai membersihkan badan, sore ini berharap dapat menuju taman Merlion di Fullerton road. Kata orang belum ke Singapura kalau belum berfoto dengan latar Singa mancur. Akhirnya dengan minta bantuan resepsionis hostel kendaraan Grab car tiba untuk mengantarkan kami. Menyusuri jalan-jalan tibalah kami di tempat tujuan, hingga petang kami menikmati suasana di lingkungan ini. Berikut beberapa moment yang dapat kami rekam, baik menggunakan kamera saku maupun kamera handphone.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAM_2529.JPG

SAM_2511.JPG

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

“Mbolang” ke Malaysia dan Singapura (4)

12/02/2017

Perjalanan dari stesen KL Sentral dengan menggunakan kereta menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam, maka menjelang pukul 09.00 waktu setempat tiba di stesen JB Sentral. Selanjutnya membersihkan diri dan merapikan pakaian di tandas, berharap setelah keluar di check point imigrasi Johor Bahru Malaysia sagera mendapatkan alat transportasi yang dapat membawa kami ke kawasan Serangoon road Singapura.

SAM_2479.JPG

Berhubung jadwal kereta menuju Singapura masih terlalu lama, sebab jadwal keberangkatan berikutnya tiket sudah habis maka memutuskan untuk menggunakan bus. Sedikit menyusuri jalan untuk menuju shuttle bus, dan setelah mendapat penjelasan dari petugas dengan membayar 1,2 RYM akhirnya keluar shuttle bus dan tibalah di Woodlands check point immigrasi  Singapura .

Saat masuk di check point inilah terjadi masalah diluar dugaan, karena menjelang antrian seharusnya sudah mengisi form dari bus tidak diberikan selanjutnya menanyakan ke petugas imigrasi, karena sedikit bercanda dan ada salah satu teman kami menggunakan hp untuk menfoto form tersebut maka kami dipanggil dan dikumpulkan dan dibawa ke ruang karantina check di imigration dan check points authority. Disinilah kami harus melalui beberapa wawancara dan observasi hingga empat tahap. Woow………agak lama juga, hamper dua jam bersama pula dengan beberapa orang dari Malaysia yang melintas dari Malaysia ke Singapura.

Setelah selasai di check points Singapura segera menuju ke shuttle bus yang akan menuju ke kawasan Little India Serangoon, tempat pengipan yang sudah kami pesan melalui Traveloka di Jakarta.

SAM_2481.JPG

Menunggu bus jurusan kawasan Little India

SAM_2482.JPG

Menikmati perjalanan dengan bus ke kawasan Little India

Berikut beberapa moment yang sampat diambil gambarnya setelah turun dari bus, dengan berjalan kaki menyusuri jalan-jalan untuk mendapatkan tempat makan siang yang resepretatis dan halal. Sudah agak lelah saat masuk di City Square Mall, dari mencari di lantai hingga lantai 5 akhirnya di dapatlah KFC yang kami pilih.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAM_2493.JPG

Menyelesaikan tugas memenuhi kewajiban terhadap perut, walaupun tidak dijumpai nasi hanya ayam, kentang, dan lainnya akhirnya burger yang merupakan paket yang tidak dapat dituntaskan kami bungkus sebagai cadangan saat di hostel nanti. Tibalah kami di 60’s hostel Serangon road.

SAM_2505.JPG

SAM_2579.JPG

“Mbolang” ke Malaysia dan Singapura (3)

12/02/2017

Melanjutkan perjalanan dari KLCC untuk esok hari bisa tiba di Singapura menggunakan kereta (KTM) harus kembali ke stesen KL Senter dilanjutkan perjalanan ke stesen Gemas dan berpindah kereta dari stesen Gemas menuju stesen Johor Bahru Sentral (JB Sentral) keluar check point Imigrasi Malaysia.

Beberapa gambar yang mengungkap perjalanan dari stesen KLCC to stesen KL Sentral sore ini.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAM_2396.JPG CHIP COIN.JPG

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Perjalanan selanjutnya dari Malaysia ke Singapura dalam satu paket “mbolang” kali ini agak sedikit diluar rencana sehubungan saat di stesen KL Senter ada pengumuman bahwa mulai tanggal 1 Februari 2017 ada perubahan jadwal kereta dari stesen KL Senter menuju stesen Gemas ada jadwal keberangkatan biasanya pukul 21.00 ternyata tiada sehingga harus menunggu keberangkatan terdekat yaitu pukul 01.17 sedangkan jadwal sebelumnya pukul 18.10 belum memiliki tiket.

SAM_2425.JPG RAIL WAY TO SEE.JPG

Akhirnya berusaha untuk mencari alternatif yang dapat secepatnya bisa melanjutkan perjalanan yaitu menuju penjualan tiket bus tujuan Johor Bahru, namun hal itu juga tidal mendapat hasil karena saat di tempat penjualan ticket bus petugas memberikan jawaban kalau tiket bus tujuan Johor Bahru sudah habis alias terjual untuk empat hari terakhir.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kami berenam dengan jiwa “mbolang” akhirnya memutuskan menggunakan kereta dengan jadwal keberangkatan pukul 01.17 menuju stesen Gemas (31 MYR) dan transfer kereta stesen Gemas menuju JB Sentral (21 MYR).

Berikut beberapa aktifitas menunggu jadwal keberangkatan yang masih enam jam lebih, saat di stesen KL Sentral dengan pusat perbelanjaannya. Menunggu pembelian tiket, menikmati makan malam, jalan-jalan di Mal, lesehan di ruang tunggu keberangkatan, dan lain-lain.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Menunggu pembelian ticket KL Sentral to Gemas transfer Johor Bahru

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Menunggu pembelian ticket KL Sentral to Gemas transfer Johor Bahru

SAM_2436.JPG

Ruang tunggu pembelian tiket

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ticket KTM KL Sentral-Gems-Johor Bahru

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Makan malam dan rileks di pusat Jajan

SAM_2474.JPG

Menikmati perjalanan dengan KTM menuju stesen Johor Bahru Malaysia

“Mbolang” ke Malaysia dan Singapura (2)

11/02/2017

KLCC Rabu (1/1) Setibanya di stesen KJ 10 KLCC keinginan pertama adalah mencari masjid untuk sholat dluhur yang dijama’ dengan sholat ‘ashar selanjutnya bisa menikmati makan siang. Keluar dari stesen KLCC untuk menuju masjid melewati depan bangunan SURIA KLCC yang berdiri megah Twin Tower yang menjadi ikon Kuala Lumpur . Akhirnya mendapatkan  masjid Asy-syakirin yang sedang direnovasi di atap masjid tersebut. Selanjutnya menuju tandas (toilet) dan tempat wudlu, sorta melaksanakan sholat berjamaah.

Menyelesaikan sholat di masjid Asy-Syakirin sagera melangkah menuju KLCC Park dan tentunya rileks dan berfota ria dekat kolam, serta di atas jembatan dengan berbagai ruang pandangan yang luas.

Agar lama berada di KLCC Park dari ruang ke ruang, sekaligus berfoto dan berselfi ria  selanjutnya menuju ke mal di SURIA KLCC untuk segera mendapatkan hak perut untuk diisi yang jadwalnya pun sudah terlambat karena lama berada di luar pusat perbelanjaan. Sana-sini, mondar-mandir akhirnya mendapatkan tempat makan yang nyamin di Suria KLCC dengan yang setingkat rumah makan Padang ala menu melayu India.

“MBolang” ke Malaysia dan Singapura

06/01/2017

Jakarta Rabu (1/1), Bocah Petulang (Mbolang = melakukan petualangan ala anak-anak atau kebanyakan orang sering menyebut “Backpacker” maka bersama penerbangan Air Asia dengan kode AK 383 tertera boarding time 07.50 dimulai pada seat 10 A kami berenam memulai perjalanan ke Negara tetangga. Dengan mendapat seat sederet saat persiapan terbang dari Jakarta T2 menuju Kuala Lumpur KLIA2 pagi itu kami semangat ketelah dua minggu yang lalu (18-21 Januari 2017)  dengan rombongan besar seluruh karyawan  kantor mempunyai hajat Capacity Bulding ke Bali. Tanpa terasa sudah di landasan pacu bandara Soekarno-Hatta dan sekitar pukul 8.50 WIB pesawat sudah lepas landas untuk membawa ke Negeri Jiran yang mendarat di bandara KLIA2 di Kuala Lumpur.

Sekian lama penerbangan menyempatkan untuk tidur, saat menjelang pendaratan berdiskusi dengan sebelah bangku untuk mencari informasi seputar destinasi di Malaysia yang di dapat pada majalah. Akhirnya menggambil foto dan membandingkan dengan rencana awal yang judah dipersiapkan dari Jakarta. Akhirnya sekitar pukul 10.20 waktu setempat, pesawatpun mendarat di KLIA 2. Segera berburu tandas (toilet) dan menuju check point imigrasi Malaysia untuk sagera dapat keluar dari bandara dan melanjutkan perjalan berikut dengan segera.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bandara KLIA 2 Kuala Lumpur

SAM_2325.JPG

Pose sebelum di Imigrasi KL

Tujuan pertama adalah menuju KL Sentral dengan menggunakan bus dengan tiket tertera Transportation Hub KLIA 2-KL SENRAL dengan membayar 12 RM akhirnya sampai di KL Sentral.  Melalui jalan tol yang lancar saat dengan kanan kiri-kiri jalan perkebunan sawit dan mendekati KL Sentral berbagai apartemen dan kantor perusahaan akhirnya tiba di KL Sentral, dengan jalan naik tangga langsung terkoneksi dengan stesen KL Sentral.

SAM_2333.JPG

Papan Kenyataan LRT

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Peta Transit Berintegrasi Lembah Klang

Agak lama beradaptasi di dalam stesen dan membeli chip coin untuk masuk di peron keberangkatan dengan kode stesen KJ15 KL  Sentral menuju KJ 10 KLCC, sekaligus kewajiban “mbolang” adalah berfoto ria, sekaligus mondar-mandir. Tajuan berikut adalah ke KLCC untuk mencari masjid dan berfoto di Taman KLCC.

Capacity Bulding @Pulau Bali

25/12/2016

Bali (Kamis 19/1).

img_0557

Pantai Pandawa in action

img_0558

Pantai Pandawa seru

 

Tenggarong Kutai Kertanegara (2)

16/12/2016

Rabu (14/12) Menjelang pukul 7:30 WIB Bis Damri merapat di pintu 4 terminal 3 bandara Soekarno-Hatta yang hampir satu jam membawa kami dari Terminal Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Bersama rekan Dewi segera menuju ke tempat check in untuk cetak boarding past yang sudah dilakukan melalui mobile check in menjelang pukul 23:30 dengan memilih sheat 33 K saat setelah tiba di rumah, yang selama dua hari menyelesaikan tugas fasilitator pada kegiatan Bimtek Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru Garis Depan di Twin hotel Slipi, Jakarta Barat.

Saat rekan Dewi menyelesaikan komplain di custamer service karena pada penerbangan sebelumnya dari Balikpapan ke Jakarta tidak terdata di Garuda miles, menyusul rekan Imam Zulkarnaen bergabung pada penerbangan Jakarta ke Balikpapan yang semua dari kami berempat dengan rekan Adrian.

Menjelang waktu boarding di di ruang tunggu pintu 11 saat menikmati siomay di counter ruang tunggu, diumumkan bahwa penumpang tujuan Balikpapan dipindahkan ke ruang tunggu pintu 12. Segera menyelesaikan hidangan dan bergegas menuju ruang tunggu di pintu 12 dan memisahkan diri karena akan mampir ke toilet lebih dulu.

Setelah duduk di sheat 33 K pesawat Airbus 330-200 mencermati boarding past ada hal yang aneh karena sisi boarding past yang seharusnya di robek masih ada di tangan, langsung menyapa pramugari dan menjelaskan kenapa masih ada dua sisi boarding past. Dijelaskan bahwa nanti ada petugas yang akan menangani, akhirnya kekuatiran sedikit lega bahwa nama penumpang tidak tercatat serta pasti nama Dwi Cahyo Widodo diumumkan berulang-ulang di ruang tunggu. Petugas mencari sheat 33 K dan mengambil sisi kecil boarding past serta menanyakan “Tadi masuk lewat mana?” langsung kujawab melalui Sky Priority tetapi rupanya petugas hanya mengarahkan lorong ke pesawat tidak menscan barcode boarding past.