Skip to content

SEMANGATKU ADALAH GAIRAHKU

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”. (QS: 55 Ayat 33)

Kapan mudik Idul Fitri 1438 H?

09/06/2018

(Depok, 9-6-2018) Apa yang terpikir saat ini? Ya……. anak-anak dan Saya sudah memasuki libur menjelang Idul fitri Tahun 1439 H. Namun rencana mudik ke Jogya dan ke Blora belum bisa teralisasi, sebab pada hari Senin-Selasa pekan depan mamanya anak-anak masih masuk kerja. Berharap dapat cuti tanggal 21-22 Juni, tapi tidak disetujui  sehingga waktu libur pasca lebaran begitu singkat. Ooo……sedih, padahal pinginnya dapat bersama Bapak di Jogya agak lama. Mengapa? Karena tahun ini adalah Idul Fitri pertama tanpa bersama “Ibu”, sebab Yang Maha Memiliki Kehidupan, Allah SWT telah memanggilnya. Tepatnya hari Sabtu, 10 Maret 2018 menjelang waktu Dluhur di RSP Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat, selalu dan selalu berdo’a untuk almarhummah Ibunda Suwarsih binti Sugeng Atmowiharjo, di setiap setelah sholat lima waktu.

Tentu berita mudik di televisi dan media sosial, titik kemacetan sudah banyak diberitakan dan menghiasi sisi bagi yang mudik, bahkan yang tidak terlibatpun ingin banyak tahu informasi tersebut. Berdasarkan keputusan Pemerintah soal penetapan cuti bersama Idul Fitri 2018, cuti bersama berlangsung selama tujuh hari yaitu pada 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memprediksi, puncak arus mudik akan jatuh pada 8 Juni 2018. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari Jumat atau hari terakhir masyarakat masuk kerja sebelum cuti dimulai.

“Dari sisi waktu memang lebaran kali ini untuk puncak arus mudik dan balik relatif menyebar karena libur cukup panjang,” kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna di kantornya, Jumat (18/5/2018). https://properti.kompas.com/read/2018/05/18/203000821/catat-prediksi-puncak-arus-mudik-dan-balik-lebaran-2018.

Akhirnya karena hari Rabu mamanya anak-anak baru libur, insya Allah berencana hari Selasa malam berangkat untuk menuju ke Jogya lebih dahulu, selanjutnya hari kedua lebaran menuju Bapak-Ibu ke Blora Jawa Tengah.

Alhamdulillah…. masih dapat menuntaskan ibadah Romadhon dengan qiyamul lail lebih panjang di muholla dekat rumah. Semoga Allah SWT memberikan waktu, perjalanan, dan silaturahim yang berkah dan ridhlo-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

Advertisements

Yang sempat tersimpan camera di The Sahira Bogor

30/05/2018

Melalui hari demi kegiatan di The Sahira Hotel Bogor, rutinitas makan sahur menjelang tukul 4;00 wib, sholat subuh berjamaah di masjid ASS SAFIRI, kembali ke kamar baca Al Qur’an dan melanjutkan pekerjaan sebelum di ruang meeting, walaupun kadang-kadang hanya nonton televisi. Menjelang pukul 7;30 wib persiapan masuk ruang meeting pukul 8;00 wib, mandi dan sholat dhuha, langsung ke ruang meeting di lancia 2.

Istirahat siang menjelang pukul 12;00 wib, pas adzan dluhur langsung menuju masjid ASS SAFIRI, langsung istirahat sampai pukul 12;30 wib, selanjutnya melanjutkan di ruang meeting sampai menjelang buka pause, yang disela dengan istirahat di waktu sholat asar.

Tiga puluh menit menjelang magrib membersihkan diri, langsung menuju restoran untuk buka puasa yang pada hari menjelang supuluh hari kedua jatuh  sekitar pukul 17;45 wib.  Bla bla……… sampai sholat isya’ dan taraweh, dilanjutkan pekerjaan sesi malam di ruang meeting hingga istirahat di pukul 22;00 wib.

Berikut gambar-gambar yang sempat tersimpan di camera Iphone S5 dan smartphone dari temen-temen di group WhatsApp.

loby

Di loby menuju ruang meeting melalui tangga

loby 2

Screen Shot 2018-05-29 at 10.54.05 PM

Lobby The Sahira Hotel di ambil dari dari lt 2 Ruang Meeting

Screen Shot 2018-05-29 at 10.51.25 PM

Ruang Restoran saat buka puasa dan makan sahur

Screen Shot 2018-05-29 at 11.12.36 PM

Loby samping dari Parkir menuju basement parkir

This slideshow requires JavaScript.

Suasana seperti di kampung kecil, bukan di hotel

29/05/2018

Beberapa hari di The Sahira hotel Bogor, tepatnya di Jl. Ahmad Yani No.17-23 Kota Bogor, serasa menikmati suasana di kampung kecil. Mengapa? Karena dari sesi kegiatan lima hari ini, saat istirahat dan masuk waktu sholat di bulan Romadhon ini serasa di kantor atau di kampung kecil. Waktu memasuki adzan sholat lima waktu, berusaha untuk tidak ketinggalan sholat jamaah di masjid Ass Safiri, tepatnya di belakang hotel yang masih satu kawasan hotel. Bangunan masjid yang unik, karena beda dengan masjid kebanyakan di Indonesia, yaitu berbentuk kubus superti ka’bah.

Sholat taraweh pun selalu berlangsung, setelah selesai sholat isya’ yang dipimpin oleh imam yang diorganisir pihak hotel. Ada pula menjelang magrib, ada pengajian anak-anak sekaligus buka bersama, sepertinya anak sekolah yang diundang atau dikelola pengurus masjid.

Ass Safiri11

Masjid Ass SAFIRI

Ass Safiri12

Masjid ASS SAFIRI, bangunan berbentuk kubus dinding keramik bergelombang

Ass Safira2

Tampak dari pintu masjid Ass SAFIRI

 

Hal yang unik lainnya yaitu musholla yang antik khusus untuk wanita, bersebelahan dengan play ground anak dan ruang restoran di luar gedung, berada di sisi selatan tepatnya berada di restorasi luar melalui pintu selatan.

Screen Shot 2018-05-29 at 10.52.47 PM

Menuju Restoran di luar

 

Screen Shot 2018-05-29 at 10.51.52 PM

Musholla Wanita dari Samping Restoran

Terlempar di The Sahira Bogor

28/05/2018

Setelah menyelesaikan kegiatan review dan penyusunan Modul Mata Pelajaran Keahlian Ganda SD di Grand Pasundan Convention Hotel Bandung, yang berlangsung dari hari Senin, 21 s.d 25 Mei 2018, malam sebelum pukul 00;00 Wib langsung bergerak pulang di kawasan Depok. Berharap sebelum kegiatan berikut di The Sahira Bogor, sempat makan sahur bersama keluarga, karena sore hari harus mengikuti kegiatan Penyusunan dan review modul mata pelajaran keahlian ganda guru SMA tahun 2018 yang harus check in dan pembukaan sebelum buka puasa.

Perjalanan dari Bandung melalui jalur jalan lama sebelum adanya tol Cipularang yaitu setelah pintu keluar tol Padalarang 2 menuju Cianjur, Cipanas, dan Kota Bogor. Agak tersendat di wilayah Jl. Cipatat. Sempat tertidur, karena teman driver pesan”tidur aja dulu, nanti klo gantian sopir, gak ngantuk” katanya. Dan mengganti sopir di rest area akhirnya menjelang pukul 04:00 wib baru keluar tol Bogor Outo Ring Road (BORR), maka setelah di kawasan Semplak disempatkan mampir di warung Padang untuk melaksanakan ibadah makan sahur. Akhirnya tiba di rumah menjelang adzan subuh, alhamdulillah diberi waktu untuk sholat subuh berjamaah di musholla Al Furqon Komplek Bukit Sawangan Indah, hunian yang sudah sepuluh tahun kami tempati bersama keluarga. Pagi hari sempat istirahat, dan terbangun karena diingatkan putri pertama bahwa harus menyelesaikan administrasi sekolah sampai bulan Juni untuk akhir tahun ajaran di SDIT DARUL MUTTAQIEN, Parung-Bogor.

Sore hari akhirnya tiba di tempat tujuan, Alhamdulillah Romadhon 1438 H hari ke-9 ini diberikan waktu untuk berbuka puasa di The Sahira Hotel di Jl. Ahmad Yani No. 17-23, Kota Bogor, bertepatan kegiatan hari pertama yang berlangsung sampai hari Selasa, 29 Mei 2018. Menikmati hidangan buka puasa secukupnya dengan buah, kurma, siomay, beserta teman-temannya.

makan

Susana di Restoran The Sahira Hotel, latar organ dan penyanyinya

Menanyakan tempat sholat atau musholla pada petugas hotel untuk melaksanakan sholat magrib, ditunjukkan ke belakang di restorant hotel tersebut yang berada di luar bangunan hotel masih lingkungan hotel. Agak heran juga karena baru kali ini memanfaatkan fasilitas hotel ada masjidnya. Ternyata bangunannya pun berbeda dengan masjid kebanyakan, agak kagum suasana di luar maupun di dalam dengan dinding yang jarang di jumpai. Menyelesaikan kewajiban sholat dan sunnah, menyempatkan menikmati suasana agak remang dengan lampu dan pepohonan di seputar masjid. Masjid berbentuk kotak dengan dinding keramik bergelombang warna hitam, di dalam berdinding putih kecuali sisi depan berwarna coklat tembaga berbahan seperti kaca motif ayaman bambu. Agak antik…… karena sebagian rekan yang berkunjung pun penasaran, dengan mengamati lebih dekat dan menyentuhnya.

Ass Safira

Masjid Ass Safira di malam hari dari depan

 

Ass Safira3

Di dalam masjid Ass Safira, dengan dinding depan berbahan unik warna coklat

Nuansa hotel yang berada di tengah kota Bogor, berdekatan dengan GOR Pajajaran memang teduh dan asri masih banyak pepohonan yang tinggi di sepanjang jalan menuju kawasan itu walaupun kurang terang di malam hari.

Sahira out

Suasana samping dari arah masjid Ass Safira, dengan lorong yang ditutupi tanaman menjalar dari pintu samping hotel menjuju Restoran hotel

 

 

Membaca Statistik di Bulan Mei 2018

19/05/2018

Screen Shot 2018-05-19 at 5.38.31 AM

Sering mencermati dari My Sites onopiro Weblogs ini, pada Stats Traffic beberapa bulan terakhir terutama di bulan Mei ini pada Countries, maka nampak setelah Indonesia asal negara penulis, negara Canada (negara bagian USA) merupakan traffics yang selalu di posisi kedua, atau United States yang kadang-kadang menempati posisi tersebut.

Mengapa traffics pengunjung selalu demikian? Ini yang menjadi perhatian penalis setiap menengok Statistik pengunjung di blog ini. Perkiraan penulis hal-hal yang memungkinkan, antara lain:

  • Kemungkinan, penduduk dari negara Canada memiliki minat menggunakan web dalam setiap membaca perkembangan dan update berita dunia,
  • Kemungkinan, penduduk dari negara Canada terutama pelajarnya memang selalu menggunakan internet sebagai salah satu media belajar.
  • Kemungkinan, penduduk dari negara Canada memiliki minat baca di internet yang tinggi.
  • Kemungkinan , penduduk dari negara Canada memiliki minat berita terhadap isu-isu di Asia (Indonesia).
  • Kemungkinan, penduduk dari negara Canada perhatian terhadap dalam mengembangkan investasi untuk kawasasa Asia mencari celah yang memberikan banyak keuntungan.

Hal lain dari traffics stats pada posts dan pages, terutama pada titles yang sering dikunjungi adalah Component-komponen Kebugaran Jasmani, yang sudah dipublish oleh penulis tanggal 6 Mei 2011 yang sudah terpublish lebih dari tujuh tahun yang lulu. (https://onopirododo.wordpress.com/2011/05/06/komponen-komponen-kebugaran/)

Itulah beberapa hal yang sering penulis amati setiap membaca traffics stats di blog ini. Apakah ada pendapat dari Anda/Saudara hal yang lain dari hal-hal di atas? Silahkan Saudara memberikan pendapat pada komen. Terima kasih.

Sejarah Senam di Indonesia

19/05/2018

Di Indonesia senam mulai dikenal pada tahun 1912, yang kenalkan pada masa penjajahan Belanda. Olahraga senam masuk bersamaan dengan ketetapan pendidikan jasmani sebagai bagian yang diajarkan di sekolah.

Senam yang pertama dikenalkan adalah senam sistem Jerman, yang menekankan pada kemungkinan-kemungkinan gerak yang kaya sebagai alat pendidikan. Periode berikutnya pada tahun 1916 sistem Jerman digantikan oleh sistem Swedia (yang menekankan pada manfaat gerak), sebuah sistem yang dibawa dan diperkenalkan oleh seorang perwira kesehatan dari angkatan laut kerajaan Belanda, yang bernama Dr. H. F. Minkema. Melalui pengembangan Minima, senam di Indonesia cepat tersebar, terutama ketika pada tahun 1918 membuka kursus senam Swedia di kota Malang untuk tentara dan guru.

Cikal bakal penyebaran olahraga senam lebih diakui penyebarannya di Bandung, karena sekolah pertama yang berhubungan dengan senam didirikan di Bandung, pada tahun 1922 dengan dibukanya MGSS (Militaire Gymnastiek en Sport School). Lulusan dari sekolah MGSS tersebut selanjutnya menjadi instruktur senam Swedia di sekolah-sekolah, yang akhirnya berkembang dengan cabang-cabangnya di Bogor, Malang, Surakarta, Medan dan Probolinggo.

Perubahan olahraga senam di Indonesia yang berbau barat berakhir setelah masuknya penjajahan Jepang pada tahun 1942, karena Jepang melarang semua bentuk senam sekolah dan di lingkungan masyarakat yang digantikan dengan kegiatan yang disebut “Taiso”. Taiso adalah sejenis senam pagi (berbentuk kalistenik) yang harus dilaksanakan di sekolah-sekolah sebelum pelajaran dimulai, dengan iringan radio yang disiarkan secara serentak. Sebelum dan sesudah kegiatan siswa-siswi diharuskan memberi hormat kepada kaisar Jepang. Caranya dengan aba-aba yang dikumandangkan yang berbunyi “sei kei rei”, semua siswa harus membungkuk dalam-dalam menghadap utara (Tokyo) di mana kaisar Tenno Heika bersemayam.

Pada masa kemerdekaan Taiso dan semua warisan pemerintah Belanda walaupun sempat terjadi penolakan, namun akhirnya olahraga senam dipakai kembali di sekolah-sekolah. Peristiwa penting dalam olahraga senam ini terjadi di tahun 1960-an. Peristiwa penting pertama adalah didirikannya induk organisasi senam Indonesia pada 14 Juli 1963 yaitu PERSANI, yang merupakan singkatan dari Persatuan Senam Indonesia yang diketuai Bapak R. Suhadi.

Peristiwa penting kedua adalah cabang senam menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam GANEFO (Games of the New Emerging Forces) pada tahun 1964, yang bisa diartikan sebagai pecan olahraga Negara-negara yang berjiwa baru. Ganefo adalah produk pemikiran politik Soekarno untuk menggalang kekuatan Negara-negara baru di percaturan international serta sekaligus sebagai balasan atas tindakan IOC yang memecat Indonesia dari keanggotaannya. Negara yang berpartisipasi pada cabang senam tersebut adalah Cina, Rusia, Korea, Mesir, dan tuan ruah Indonesia. Adapun yang dipertandingkan adalah senam artistic.

Pelaksanaan GANEFO itulah yang merupakan tonggak awal perkembangan senam di Indonesia, yang berdampak senam artistik mulai dikenal luas di tanah air. Akhirnya pada tahun 1969 senam dipertandingkan untuk pertama kalinya di PON VII di Surabaya. Namun demikian karena terbatasnya sumber daya manusia yang terlibat, perkembangan cabang olahraga senam di Indonesia agak lamban. Dari hasil prestasi pesenam Indonesia tidak pernah mampu muncul di tingkat dunia, hanya sebatas tingkat SEA Games. Di tingkat nasional penyebarannya pun hingga tahun 1999, di tingkat Pengurus Daerah (Pengda) hanya memiliki 18 daerah tingkat I yang sudah memilliki Pengda, dan yang aktif hanya 10 Pengda.

Menunaikan tugas satu demi satu

11/05/2018

Menempuh perjalanan dari kawasan Bojongsri-Kota Depok  sekitar pukul 13:36 dan tiba di depan loby Golden Boutique Hotel kawasan Blok M, Jl. Malawi 8 No. 5-6 Blok M Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjelang pukul 15:00 wib bersama rekan Imam Zul menggunakan alat transportasi on line Gr** Car. Kegiatan yang mendadak sehubungan surat tugas yang sudah ada yaitu tugas ke Kab Berau Kalimantan Timur tertanggal 3 s.d 8 Mei 2018. Mendapat informasi dari teman bahwa ada  e-mail untuk kegiatan di Dir Pembinaan Guru Pendidkan Dasar Kemendikbud yang baru sempat  dibaca Jum’at pagi ternyata ada permintaan untuk kegiatan evaluasi / review Perangkat PKB 2017 yang tertanggal 30 April s.d 3 Mei 2018. 

Menyelesaikan tugas di hari ketiga Rabu, 2 Mei, dan kegiatan di malam itu pun ditutup, maka berharap dapat beristirahat secepatnya karena esok hari terjadwal di tiket boarding pukul 4:50 wib dengan jadwal terbang pukul 05:20 wib untuk penerbangan dari bandara SOETTA (CGK) ke bandara Kalimaru (BEJ) Tanjung Redep, yang harus transit di bandara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur. Secara kebetulan ada dua rekan lain dari Yogyakarta yaitu bu Supinah dan bu Estina, untuk menuju ke bandara SOETTA dengan penerbangan yang sama yaitu pukul 05:20 wib. Sebelum tidur maka segera membereskan tas dan isinya agar saat meninggalkan kamar barang bawaan tidak ada yang tertinggal serta ruangan tidak berantakan.

Sesuai pesan di resepsionis sebelumnya saat akan menuju ke kamar agar dibangunkan pukul 02:00 dini hari, maka pesawat telepon berdering sesuai waktu yang diminta terbangunlah dan menyapa. Segera mandi dan merapikan diri, dan saat menunggu menjalankan sholat tahajud karena janjian penjemputan sekitar pukul 03:00 wib. Menjelang waktu yanng disepakati, kami berdua segera menuju ke lobby hotel, setelah berempat lengkap maka pesan kendaraan dengan on line. Walaupun sempat membatalkan perjanjian karen pesanan pertama saat dihubungi dengan pesan lambat merespon dan tidak bisa dihubungi dengan telepon. Akhirnya pesanan kedua datanglah mobil di depan anak tangga lobby hotel Golden Boutique, dan segera masuk ke mobil yang dibantu dua satpam untuk memasukan tas dan koper penumpang. 

Sekitar pukul 04:00 wib kendaraan sudah memasuki terminal 3 di gate 5 untuk segera check ini, dengan berharap dapat mendekati musholla yang paling dekat dengan pintu 13 di terminal 3 bandara SOETTA Cengkareng. Saat setelah check in tidak buru-buru ingin menuju Lounge Ekskutif Garuda, karena status GarudaMiles sudah tidak Gold tapi turun di Silver. Kebetulan hampir dua tabun pegang Gold dan saat penerbangan kali berdua statusnya sama yaitu Silver, untuk dua ibu-ibu yang lain lebih tinggi yaitu Platinum, tentu memiliki fasilitas khusus dibanding Gold. Kewajiban menunaikan kewajiban sholat subuh ditunaikan dan tentunya berdo’a dalam memperindah ibadah. 

Saat menunggu boarding pesawat di ruang tunggu ada sesuatu yang hilang dari kebiasaan, yaitu sambil menunggu panggilan masuk pesawat menyempatkan untuk menghubungi ibunda minta ijin dan do’a untuk tugas dan terbang ke luar kota. Namun kali ini setelah hampir dua bulan meninggalnya ibunda baru kali ini akan terbang ke luar kota dan pulau, sebab pada tugas-tugas sebelumnya masih di wilayah jabodetabek dan saat di hotel sudah menyempatkan menghubungi bapak yang sekarang tinggal sendiri di kampung halaman barat data kota Yogyakarta. Semoga ayahanda tetap sehat dan ada yang selalu mendampingi maupun komunikasi dengan putra-putri dan cucu, serta kerabat dekat. Aamin.

Pada saat transit menyempatkan mengirimkan kabar bahwa akan segera boarding pesawat, berharap setelah tiba di bandara Kalimarau begitu keluar terminal pintu kedatangan langsung dapat menjumpai bapak Adang. Pukul 10.40 waktu Balikpapan maskapai dengan kode penerbangan GA693 mempersiapkan untuk boarding di pesawat Boeing RJ1000 Bombardier “Eksplorer Jet” akan segera terbang ke Tanjung Redep, Berau.

SAMSUNG CAMERA PICTURES