Skip to content

RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DALAM KURIKULUM 2013

09/06/2014

  1. Pendahuluan

PP nomor 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang kemudian dipertegas malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005, Pasal 20 dinyatakan bahwa:

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasiaktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi bagi siswa untuk mengembangkan prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Dalam rangka pelaksanaan kurikulum tahun 2013, guru harus menyusun RPP dengan menyesuaikan beberapa komponen dengan dokumen kurikulum tersebut. Selain itu didalam rencana pelaksanaan pembelajarannya harus menerapkan pendekatan scientific dan penilaian authentic.

  1. Penyusunan RPP pada Standar Proses

Standar proses tersebut memuat rambu-rambu tentang prinsip-prinsip pengembangan RPP. Dengan berlakunya kurikulum 2013, maka rambu-rambu tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada Standar Proses (Permendiknas no 41 tahun 2007) terdapat Komponen RPP yang yang terdiri Identitas mata pelajaran yang meliputi satuan pendidikan, kelas, semester, program studi, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup, selanjutnya terdapat penilaian hasil belajar dan sumber belajar.

Pada kurikulum 2013, istilah standar kompetensi tidak dikenal lagi. Namun muncul istilah kompetensi inti. Kompetensi inti merupakan gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan kedalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, danpsikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran.

Prinsip-prinsip penyusunan RPP menurut standar proses adalah memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis , memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

  1. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran,   Kegiatan Pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.

Pada standar proses kegiatan pembelajaran terdiri dari langkah-langkah   yang memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

1. Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan diharapkan terdapat kegiatan

  • Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi, fenomena alam, fenomena sosial, atau lainnya.
  • Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
  • Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dan sebagainya.
  • Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari.Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
  • Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).

2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, namun tetap efektif.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada RPP kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sebaiknya dirancang dengan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan materi dan metode yang digunakan.

3. Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup di RPP dicantumkan dengan cara apa guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. Pemberian tes atau tugas, dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan.

Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk rangkaian kegiatan, yang sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. Langkah pembelajaran di RPP merupakan rangkaian kegiatan pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan.

Pada Standar Proses, pembelajaran yang berfokus pada kegiatan Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi sangat diharapkan. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 disarankan berbasis pendekatan Sientific yang meliputi mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. RPP yang disusun sebaiknya berbasisn pendekatan scientific dengan memperhatikan karakter mata pelajaran dan karakteristik siswa. Sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui pemberitahuan, contoh ,modeling, atau keteladanan, dan pembiasaan. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dan harus diingat bahwa guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar.

Pembelajaran di SD dikemas dalam suatu tema sehingga pembelajaran ini disebut PembelajaranTematik. Sedangkan Pembeajaran IPA, IPS di SMP masing-masing diajarkan secara terpadu. Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.

Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

  1. Penerapan Pendekatan Scientific dalam RPP

Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses pembelajaran. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran. (Sudarwan, 2013). Menurut McCollum (2009)   dijelaskan bahwa komponen-komponen penting dalam mengajar menggunakan pendekatan scientific diantaranya adalah guru harus menyajikan pembelajaran yang dapat meningkatkan rasa keingintahuan (Foster a sense of wonder), meningkatkan keterampilan mengamati (Encourage observation), melakukan analisis ( Push for analysis) dan berkomunikasi (Require communication)

1. Meningkatkan Rasa Keingintahuan

Semua pengetahuan dan pemahaman dimulai dari rasa ingin tahu dari peserta didik tentang ’siapa, apa, dan dimana‘atau “’who, what and where” dari apa yang ada di sekitar peserta didik.   Pada kurikulum 2013, peserta didik dilatih rasa keingintahuannya sampai   ’mengapa dan bagaimana ‘“why‘and ‘How‘

Pada pembelajaran rasa keingintahuan ini dapat difasilitasi dalam kegiatan tanya jawab baik mulai dari kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan penutup. Selain tanya jawab, dapat juga dengan melalui memberikan suatu masalah,   fakta-fakta atau kejadian alam yang ada di sekitar peserta didik.

2. Mengamati

Pembiasaan kegiatan mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik dapat menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang disajikan oleh guru (Sudarwan, 2013). Menurut Nuryani, 1995 mengamati merupakan kegiatan mengidentifikasi ciri-ciri objek tertentu dengan alat inderanya secara teliti, menggunakan fakta yang relevan dan memadai dari hasil pengamatan, menggunakan alat atau bahan sebagai alat untuk mengamati objek dalam rangka pengumpulan data atau informasi. Pengamatan yang dilakukan hanya menggunakan indera disebut pengamatan kualitatif, sedangkan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan kuantitatif. Untuk meningkatkan keterampilan mengamati, maka didalam RPP sebaiknya dimunculkan kegiatan yang memungkinkan siswa untukmengunakan berbagai pancaindranya untuk mencatat hasil pengamatan.

3. Menganalisis

Wonder grows with understanding and understanding come of analysis. Analisis dapat berupa analisis kuantitatif dan kualitatif. Peserta didik perlu dilatih dan dibiasakan melakukan analisas data yang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Misalnya data pengamatan yang diperoleh sendiri.

Berikan kesempatan kepada peserta untuk meninjau kembali hasil pengamatan dan mereka dilatih membuat pola-pola atau grafik dari data yang diperolehnya.

Latih peserta untuk melakukan klasifikasi, menghubungkan dan menghitung. A scientific approach to teaching pushes learners to seek for patterns

4. Mengomunikasikan

Pada pendekatan scientific guru diharapkan member kesempatan untuk mengkomunikasikan yang peserta didik telah pelajari.

Berdasarkan uraian di atas, RPP khususnya pada langkah-langkah pembelajaran, diharapkan memunculkan kegiatan-kegiatan seperti yang ada pada pendekatan scientific.

  1. Penerapan Penilaian Authentic di dalam RPP

Penilaian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penilaian pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaaninformasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.

Penilaian proses dan hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan sesuai Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 dilakukan melalui:

a)   Observasi sikap secara berkesinambungan;

b) Penilaian diri untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan peserta didik yang bersangkutan;

c)   Penilaian antar peserta didik dengan instrumen antar peserta didik;

d)  Jurnal perilaku peserta didik;

e)  Tes tulis, lisan, dan penugasan (pekerjaan rumah dan atau proyek);

f)   Tes prkatik berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi;

g) Proyek pengerjaan tugas yang diberikan meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan;

h)   Portofolio, berupa kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang dan kurun waktu tertentu.

Pada penjelasan yang dituliskan sebelumnya, di dalam program PJOK pembelajaran juga diarahkan untuk mencapai tiga kategori atau domain kompetensi, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bloom dan kawan-kawan seperti yang dikutip oleh Marilyn M. Buck (2007: 91) yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif meliputi pembelajaran terhadap pengetahuan dan penerapannya, domain afektif meliputi akuisisi terhadap sikap perilaku, apresiasi dan penghargaan terhadap sikap perilaku tersebut. Terakhir adalah domain psikomotor yaitu pengembangan jasmani dan keterampilan neuromuskular.

  1. Contoh Kerangka RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : ………….………………
Mata Pelajaran : ………….………………
Kelas/Semester : ………….………………
Materi Pokok : ………….………………
Alokasi Waktu : ………….………………

A. Kompetensi Inti (diambil dari KI dan KD mata pelajaran)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

  1. ______________ (KD pada KI-1)
  2. ______________(KD pada KI-2)
  3. ______________(KD pada KI-3)

Indikator: ______________

  1. ______________(KD pada KI-4)

Indikator: ______________

C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok
E. Metode Pembelajaran(Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media

2. Alat/ Bahan

3. Sumber Belajar

  1. Pertemuan Kesatu:

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan kesatu:

a. Pendahuluan/ Kegiatan Awal (…menit)
b. Kegiatan Inti (…menit)
b. Penutup (…menit)

  1. Pertemuan Kedua:

a. Pendahuluan/ Kegiatan Awal (…menit)
b. Kegiatan Inti (…menit)
c. Penutup (…menit), dan seterusnya
H. Penilaian
1. Jenis/ teknik penilaian
2. Bentuk instrumen dan instrumen
3. Pedoman penskoran

 

Sumber:

Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2014 tahun 2014, Jakarta: 2014 Pusbangprodi, BPSDMP dan PM, Kemendikbud

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: