Skip to content

Pengantar Aktivitas Air

02/10/2012

Aktivitas air (akuatik) merupakan sebuah aktivitas dengan menggunakan media air. Secara umum media tersebut dapat berupa kolam renang, ataupun tempat sejenis yang mempunyai karakteristik sama yaitu dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan berbagai bentuk aktivitas fisik, seperti pantai, sungai, danau atau simulator lainnya seperti ember atau bahan yang terbuat dari balon plastik. Bentuk kegiatan dalam aktivitas air dapat berupa renang, polo air, selancar, menyelam, dayung, kano, dan beragam bentuk lainnya. Aktifitas yang lazim sering dilakukan adalah renang.

Di negara maju program aktivitas air prasekolah lebih terfokus pada pengenalan aspek motorik di air sebagai dasar ke­terampilan dasar berenang. Anak tidak diajarkan untuk menjadi perenang hebat melainkan untuk tetap survive di air secara independen dan menye­nangi aktivitas yang dilakukan.

Keterampilan aktivitas air dapat diperoleh lebih siap pada usia 5 tahun. Meskipun beberapa anak bisa menguasainya lebih awal namun anak yang lebih muda dari 4 tahun memerlukan instruksi yang lebih lama untuk mempelajari keterampilan renang dan dibatasi juga oleh kapasitas syaraf dan otot. Secara fisik anak akan berhasil mela­kukan gerakan di air setelah serabut otot dan syaraf sudah matang. Oleh karena itu, memiliki anak yang memulai dikenalkan dengan akuatik pada usia awal tidak berarti lebih hebat dalam keterampilan renang atau memiliki kualitas renang yang lebih baik dibandingkan yang memulainya pada umur yang lebih tua.

Pada kelas aktivitas air, anak-anak akan lebih mudah menguasai keterampilan renang apabila pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya me­reka sudah siap, memiliki motivasi, umpan balik yang positif dari instruktur/guru, dan bila penga­laman akuatiknya menyenangkan. Jika anak-anak sudah mampu dalam program aktivitas air, dalam diri mereka akan tumbuh sikap preventive terhadap ri­siko tenggelam.

Beberapa hal yang penting dalam membelajarkan aktivitas air maka perlu dikuasai pengetahuan dan keterampilan tentang: pengenalan air (water orientation), masuk kolam (water entry), kontrol nafas (breath control), posisi badan (body position), dorongan lengan (arm propulsion), istirahat lengan (arm recovery), gerakan tungkai (leg action), renang lengkap (combined movement).

Pengenalan aktivitas air adalah suatu bentuk latihan dasar sebelum siswa diajarkan masing-masing gaya renang. Tujuan akhir yang diharapkan dari pembelajaran aktivitas air adalah untuk membentuk sikap, kemampuan dan keterampilan mengapung dan meluncur pada permukaan air. Dengan kemampuan mengapung dan meluncur akan mempermudah siswa melakukan bentuk-bentuk gerakan lanjutan.

Bagi peserta belajar pemula maka pengenalan air dalam pembelajaran aktivitas air memiliki tujuan antara lain :

  1. Agar peserta didik mengetahui dan dapat merasakan adanya perbedaan bergerak di darat dengan di dalam air.
  2. Agar peserta didik dapat mengetahui dan merasakan adanya pengaruh air terhadap gerakan yang dilakukan.
  3. Agar peserta didik dapat mengetahui dan merasakan adanya pengaruh dan ransangan terhadap pernafasan.
  4. Agar peserta didik dapat mengetahui dan merasakan pengaruh air terhadap keseimbangan tubuh dan gerak.
  5. Memupuk rasa keberanian siswa, menghilangkan rasa takut terhadap air, dan memupuk rasa percaya diri.
  6. Memberikan motivasi kepada siswa yang makin lama makin senang terhadap pembelajaran dalam air.
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: