Skip to content

Tips Menghadapi Audience Saat Presentasi

05/03/2012

gambar: http://y2n.staff.uns.ac.id/100/tips-membuat-presentasi-powerpoint-yang-profesional.html

Jika Anda sedang melaksanakan presentasi, maka salah satu tugasnya adalah menghadapi pendengar (audience). Banyak orang yang gemetar ataupun canggung, bahkan lupa sedang berada dimana saat melakukan presentasi. Memang hal ini tidak mudah dan membutuhkan latihan untuk terus berproses menjadi lebih kompeten. Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Kata pembukaan bergantung kepada bentuk acara, pendengar, dan kebiasaan yang berlaku di tempat tersebut. Untuk acara seminar yang dihadiri oleh mahasiswa, kata pembukaan bisa sedikit santai. Namun untuk sidang thesis dengan penguji yang terbatas, biasanya agak lebih formal. Kebiasaan setempat juga menentukan kata pembukaan.
  • Ketika menjelaskan sebuah slide, kadang-kadang (tidak selalu) Anda harus menunjuk sesuatu di layar. Lakukan hal ini dengan meunjukkan bagian itu dengan pointer, laser pointer, atau jika terpaksa dengan telunjuk (tidak apa-apa). Jangan hanya mengatakan \seperti ini atau itu” tanpa menunjukkan mana yang dimaksud dengan \ini” atau \itu”.
  • Jangan terlalu sering membelakangi pendengar. Seringkali pembicara melihat layar dan membelakangi pendengar seolah-olah dia takut bertatap muka dengan pendengarnya.
  • Perhatikan raut wajah dari para pendengar. Apakah mereka sudah bosan? bingung? tersenyum? Jadikan ini menjadi umpan balik bagi strategi presentasi Anda.
  • Ketika memberikan presentasi, Anda harus convincing atau meyakinkan.
  • Pendengar akan percaya dengan apa yang Anda presentasikan jika Anda sendiri dengan penuh percaya diri. Namun jangan sampai menjadi berkesan terlalu arogan atau sok tahu. Mungkin Anda harus sedikit menjadi tukang penjual obat.
  • Dalam menghadapi pertanyaan, dengarkan dahulu pertanyaannya. Kalau perlu, catat dahulu pertanyaan tersebut. Jangan cepat-cepat ingin menjawab atau bahkan memotong pertanyaan pendengar, kecuali Anda merasa penanya ini terlalu berlarut-larut dalam mengutarakan pertanyaannya. Menunggu penanya selesai mengungkapkan isi pertanyaan juga memberikan waktu kepada kita untuk memikirkan jawabannya.
  • Jangan pernah ngotot dengan penanya. Kita boleh saja berbeda pendapat. Jika ada penanya yang ngotot, kemudian Anda sudah menjelaskan akan tetapi dia tetap ngotot, maka Anda sepakati saja bahwa Anda dan sang penanya berbeda pendapat.

Referensi: http://budi.insan.co.id/books/thesis/tulis.pdf

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: