Skip to content

Tahapan dan Periode Perkembangan Gerak

24/03/2010

Manusia adalah makhluk hidup yang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan dapat dibedakan menurut aspek-aspek fisik, gerak, fikir, emosi, dan sosial. Untuk menandai perubahan yang berupa pertumbuhan dan perkembangan setiap hari sangat sulit. Para ahli perkembangan telah telah berusaha mengidentifikasi atau menandai perkembangan tertentu dalam kurun waktu atau periode usia tertentu dalam hidup seseorang.

Fase-fase dalam perkembangan secara garis besar meliputi 5 fase perkembangan dalam hidup manusia, yaitu

1) fase sebelum lahir (prenatal),

2) fase bayi (infant),

3) fase anak-anak (chilhood), terdiri dari: fase anak kecil dan anak besar

4) fase adolesensi (adolescence), dan

5) fase dewasa (adulthood)[1] , terdiri dari: fase dewasa muda, fase dewasa madya, dan fase dewasa tua.

Ada 4 istilah penting dalam studi perkembangan gerak, yaitu pertumbuhan, perkembangan, kematangan, dan penuaan. Pertumbuhan adalah peningkatan pada diri seseorang yang  bersifat kuantitatif atau dalam ukuran. Perkembangan adalah proses perubahan kapasitas fungsional organ-organ tubuh kearah keadaan makin terorganisasi  dan terspesialisasi. Kematangan adalah kemajuan yang bersifat kualitatif dalam perkembangan biologis. Penuaan adalah proses penurunan kualitas organic karena bertambahnya usia.

Studi perkembangan gerak mengacu pada teori perkembangan yang telah berkembang dalam psikologi perkembangan. Ada 3 teori penting yang menjadi acuan, yaitu teori kematangan, teori keperilakuan, dan teori kognitif. Teori kematangan menekankan faktor keturunan sebagai penentu perkembangan. Teori keperilakuan menekankan faktor lingkungan sebagai penentu perkembangan. Sedangkan teori kognitif menekankan interaksi antara individu dengan lingkungan sebagai penentu perkembangan. Penerapan teori-teori perkembangan di dalam pengelolaan pendidikan cenderung memadukan ketiga teori tersebut.

Perkembangan gerak sampai bayi bisa berjalan oleh Shirly (1931) digambarkan adanya 5 tahap, yang tergambar dalam tabel sebagai berikut:[2]

Tahap Umur (minggu) Aktivitas
  1. Kontrol posisi tubuh bagian atas
Sebelum 20 –     Dalam posisi telungkup-     Mengangkat dagu

–     Mengangkat dada

–     Duduk dipangkuan

  1. Kontrol postural seluruh togok dan aktivitas tanpa bantuan
25 sampai 31 –     Berguling ke samping-     Dalam posisi tengkurap bisa menggerakkan kaki seolah-olah seperti berenang

–     Duduk sendiri sebentar

–     Berdiri dengan bantuan

  1. Usaha aktif gerak berpindah
37 samapi 39,5 –     Merayap dengan bertumpu pada perut ke depan atau ke belakang
  1. Gerakan berpindah dengan cara merangkak
42 sampai 47 –     Berdiri berpegangan pada perabot rumah-     Merangkak

–     Berjalan dengan dibimbing

–     Mengangkat tubuh dengan berusaha berdiri

  1. Kontrol dan koordinasi posturat untuk berjalan
62 sampai 64 –     Berdiri sendiri-     Berjalan sendiri

Pada masa anak kecil kemampuan gerak terus mengalami perkembangan. Perkembangannya terjadi sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Perkembangan kemampuan gerak yang terjadi adalah berupa mulai bisa dilakukannya berbagai macam pola-pola gerak dasar (lokomotor, non-lokootor, dan manipulasi), yang didukung oleh berkembangnya koodinasi mata-tangan dan kaki.

Gerak-gerak dasar yang mulai dikuasai oleh anak kecil adalah: berjalan, berlari, mendaki, meloncat, berjengket, mencoklang, lompat tali, menyepak, melempar, menangkap, memantulkan bola, memukul, dan berenang jika anak kecil memperoleh kesempatan untuk sering berada di air.

Perkembangan kemampuan gerak anak besar adalah sejalan dengan perkembangan koordinasi, fleksibilitas, keseimbangan, serta perkembangan kemampuan fisik yang lainnya. Peningkatan kemampuan gerak bisa diidentifikasi berdasarkan peningkatan efisiensi, kelancaran, control, dan variasi gerakan serta besarnya tenaga yang bisa disalurkan melalui gerakan.

Perubahan-perubahan dalam penampilan gerak pada masa adolesensi cenderung mengikuti perubahan-perubahan dalam ukuran badan, kekuatan, dan fungsi-fungsi fisiologis. Hal tersebut dapat dilihat dalam berbagai kegiatan yang mereka lakukan, seperti lari, lompat, dan lempar. Anak laki-laki menunjukkan peningkatan yang terus berlangsung, sedangkan anak perempuan menunjukkan peningkatan yang tidak berarti, bahkan menurun setelah umur menstruasi.

Dalam pengembangan koordinasi gerak, anak laki-laki pada awal pubertas mengalami perkembangan sedikit sekali, tetapi setelah masa itu perkembangan makin cepat. Sedangkan mengenai keseimbangan dinamis selama adolesensi menunjukkan adanya penurunan untuk kedua jenis kelamin. Peningkatan yang mendatar dialami oleh anak perempuan pada umur 12 sampai 14 tahun, sedangkan bagi anak laki-laki pada umur 14 sampai 16 tahun.


[1] Sugiyanto dan Sudjarwo, Materi Pokok Perkembangan dan Belajar Gerak, (Jakarta: Ditjen Dikdasmen Depdikbud 1994) p. 7)

[2] Sugiyanto dan Sudjarwo. Loc cit, p. 45

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: