Skip to content

Menuju Kota Tenggarong Kab. Kutai Kertanegara

06/12/2016

Minggu (4/12) Perjalanan kali ini adalah ke Tenggarong yang merupakan Ibu kota Kabupaten Kutai Kertanegara. Seingat saya saat Sekolah Dasar merupakan satu-satunya nama kerajaan besar dan berpengaruh di Kalimantan Timur yang selalu di hafal, karena nama-nama kerajaan yang dihafal sebagian besar di pulai Jawa dan Sumatera. Bahkan sampai raja-rajanya selalu muncul dalam tes di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam ingatan saya Kutai Kertanegara adalah kerajaan yang berdiri di tahun 400 Masehi yang beragama Hindu, dan raja yang terkenal Mulawarman dengan peninggalan prasasti dinamai Yupa.

Dengan perjalanan darat di malam hari dari bandara Sepinggan Balikpapan menuju Tenggarong Kukar sekitar pukul 20.00 wita, maka tidak banyak visual yang terekam. Hanya beberapa gambaran yang diinformasikan oleh Bapak Lulus yang menjemput kami di bandara, sebagian informasi yang saya ingat, seperti lintas setelah keluar kota Balikpapan melewati bukit Suharto, jalan menjelang kota Tenggarong berada di sisi kiri sungai Mahakam, sampai cerita tentang robohnya jembatan yang berada di atas sungai Mahakam. Bahkan saat kejadian robohnya jembatan tersebut, beliau bercerita beberapa menit sebelumnya melintasi jembatan dan mendengar suara dentuman yang ternyata baru tahu kalau jembatan tersebut terputus. Akhirnya selepas pukul 23.15 wita kami tiba di Fatma Hotel sebagai tempat penginapan untuk dua malam, yang berada dekat sungai Mahakaam.

Sempat merasa kecewa pada perjalanan kali ini karena alat untuk merekam visual tidak terbawa, ada handphone yang berkamera tetapi kabel dan charger pengisi batteray tidak ada dalam tas karena untuk colokan kabelnya berbeda dengan merk handphone pada umumnya. Begitu pula dengan tablet mini sama merk dengan handphone pun sam persih dengn kamera saku yang biasanya di tas kecil tidak terbawa alias tertinggal, yang ada hanya power bank dan handphone manual klasik yang tidak perlu dirisaukan cara mengisi batteraynya karena dapat bertahan dapat digunakan sampai lima hari. Kalaupun habis batteray dapat meminjam charger dan kabel teman. Handphone berseri J105 dari No**a berwarna biru tersebut merupakan andalan jika melakukan perjalan beberapa hari, saat itu pun dibeli sewaktu ke Kota Cane di Aceh Darussalam karena kabel charger Iphone 5 tidak berfungsi dan harus mencari malam-malam di konter hp sehubungan esok harinya ada janjian dengan teman di bandara Seotta untuk perjalan lanjut ke lain di pulau Sumatera.

Pagi hari saat kumandang adzan subuh sayup-sayup terdengar dari masjid alhamdulillah sudah terjaga dan selesai mandi pagi, karena setting alarm rupanya lebih awal karena waktu berubah otomatis lebih awal satu jam adanya perbedaan tempat. Persiapan untuk menuju ke lokasi kegiatan di Ruang serbaguna Dinas Pendidikan Kutai Kertanegara siap, dan setelah sarapan usai selepas pukul 07.00 wita dengan kami bersama bapak Safitri dengan mobil hitamnya menuju ke tempat kegiatan. Rupanya setelah keluar hotel Fatma baru sadar kalau di depan hotel ada Masjid yang berada di sisi sungai Mahakam dengan ikon TEGGARONG di pinggir sungai tersebut. Berharap saat tanggal 15 Desember 2016 untuk kunjungan kedua nanti insya Allah tidak ada halangan dan dapat merekam foto-foto suasana elok kehidupan di sisi sungai Mahakam itu.

Kegiatan hari itu cepat berlalu karena hanya sehari, namun dengan ruangan yang agak besar agak sedikit mengganggu alat suara sebab tidak menggunakan sound system berhubung ada kelas lain di ruangan besar tersebut di sisi lain. Siang hari kami makan siang di luar, dan melanjutkan kegiatan hingga pukul 17.00 wita. Setibanya di hotel kami dipesankan untuk malam harinya makan malam yang akan di jemput sekitar pukul 19.00 wita.

Selepas waktu yang dipesankan akhirnya kami menuju ke sebuah lokasi dengan halaman sebuah boutiq, sedangkan di lantai kedua terdapat cafe & Resto yaitu  “Dapurkoe”. Suasana cukup indah dan nyaman  sempat memilih tempat duduk di dalam ruangan dan akhirnya berpindah ke luar ruangan saat rombongan lain menyusul. Sambil menunggu hidangan  live music mulai disiapkan serta menikmati suasana sisi ke arah sungai Mahakam di seberang jalan yang terlihat dari lantai dua terbuka, sehingga aliran sungai Mahakam nampak samar-samar dari lampu taman dan sesekali ada alat transportasi air melintas.

Setelah menikmati hidangan makan dan minum di malam itu, dengan ramah dan ceria kami bertiga yang ditemani empat rekan guru dan kepsek serta bapak Tulus sebagai Kepala Bidang Dikdas menikmati suasana itu hingga sekitar pukul 21.00 wita saat kami harus meninggalkan tempat tersebut untuk menuju hotel kembali. Berlima kami menuju hotel, dan penasaran karena saat di “Cafe & Resto Dapurkoe” saat rekan kami ikut menyumbangkan lagu di live music belum puas serta saya sendiri tidak PD menyanyi live, akhirnya kami melanjutkan ke tempat Karaoke yang berada di gerbang hotel Fatma. Akhirnya memutuskan cukup dengan mengambil satu jam berkaraoke, cukup “merelakskan diri” sebelum istirahat untuk persiapan pagi hari menuju ke bandara Sepinggan di Balikpapan yang membutuhkan waktu lebih dari tiga jam.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: