Skip to content

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

09/04/2016

Profesi guru yang mulia ada pada sebagian besar rekan-rekan warga Indonesia yang meililih  profesi ini, bahkan menjadi dambaan insan dan bangsa Indonesia. Hal ini ditindaklanjuti oleh kebijakan Pemerintah dengan lebih memperhatikan tingkat kesejahteraan profesi ini. Untuk membuat keputusan itupun harus muncul pemikiran-pemikiran yang sifatnya harus menyeluruh yang dijiwai oleh warga masyarakat bangsa ini, bukan merupakan bagian yang parsial sehingga memperkerdil dari roh hasil kesepakatan itu.

Bila menyimak pendapat mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Mari, sebelum kita menjadikan pendidikan sebagai “senjata” untuk mengubah dunia, kita ubah dulu wajah dunia pendidikan kita agar menjadi lebih memerdekakan, membebaskan dan mamanusiakan anak didik kita.

Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu kesadaran penuh oleh masyarakat secara umum, dan pendidik secara khusus untuk memiliki komitmen besar terhadap perkembangan pendidikan. Sebagai masyarakat paling tidak di rumah kita tercermin nilai-nilai sikap yang tertata dan nyaman yang didasari dari pengetahuan dan keterampilan untuk sejahtera di rumah sendiri. Hal tersebut akan memiliki dampak besar terhadap masyarakat besar, contohnya di lingkungan pasar, di dunia usaha, di lingkungan pendidikan, di pemerintahan, di komunitas warga, dan lain sebagainya.

Kualifikasi akademik guru pada satuan pendidikan jalur formal mencakup kualifikasi akademik guru pendidikan Anak Usia Dini/ Taman Kanak-kanak/Raudatul Atfal (PAUD/TK/RA), guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), guru sekolah menengah pertama/madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), guru sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), guru sekolah dasar luar biasa/sekolah menengah luar biasa/sekolah menengah atas luar biasa (SDLB/SMPLB/SMALB), dan guru sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK*),

Profesi ini oleh sebagian guru untuk mengenal jati diri dan potensi belum jiwai sehingga dalam melaksanakan komitmen dengan penuh tanggungjawab dalam tugasnya belum sepenuhnya disikapi dengan positif, dengan berbagai alasan yang menjadi faktor penyebabnya.

Untuk lebih mengenal dan mengikat batin oleh tugas dan tanggungjawabnya, berikut ditautkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, untuk dipelajari lebih dalam oleh masyarakat, khususnya guru-guru di tanah air dibawah naungan Negara Republik Indonesia. PERMENTDIKNAS nomor-16-tahun-2007-tentang Kualifikasi Akademik dan Kompensi Guru dan-lampiran

One Comment leave one →
  1. 04/11/2016 9:10 am

    Kualitas guru harus ditingkatkan. Bukan cuma dari nilai ilmunya saja tapi juga dari nilai moral yang bisa jadi teladan untuk para pelajar. Guru sekarang sama gura jaman dulu udah beda ya?!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: