Skip to content

Kenyamanan lingkungan, semoga menjadi kebutuhan bersama

13/08/2015

Kenyamanan merupakan kebutuhan manusia dimanapun berada, itulah harapan yang pasti muncul dalam diri seseorang. Anakpun jika dirinya mendapatkan unsur yang kurang nyaman akan menunjukkan reaksi gelisah bahkan rewel atau tidak betah. Bagi anak beberapa hal yang membuat tidak nyaman, seperti bila sedang sakit, fasilitas ruangan yang panas, fasilitas transportasi yang tidak standar, lingkungan rumah di bawah standarnya, dan sebagainya.

Sebagian besar orang dewasa dalam masyarakat luas, pasti membutuhkan lingkungan yang nyaman pula. Berhubungan dengan lingkungan tempat tinggal, sering kita jumpai lingkungan kurang nyaman, seperti kebersihan yang tidak terpelihara, penyalahgunaan pemanfaatan area/lingkungan, penyalahgunaan fasilitas umum, kebiasaan buruk masyarakat, dan lain sebagainya.

jorok2

hal yang sering dijumpai, wlo kadang sudah di tulis di larang buang sampah di sini

Untuk kawasan di sekitar Jabodetabek tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya, terdapat beberapa hal yang membuat tidak nyaman, seperti:

  • Penyalahgunaan pemanfaatkan trotoar bahkan bahu jalan untuk aktivitas memasarkan barang alias jualan di tempat yang bukan  peruntukan jualan. (lihat saja pasar-pasar tradisional)
  • Penyalahgunaan pemanfaatan lingkungan luar pagar institusi atau fasilitas masyarakat tertentu, seperti: sekolah, masjid, terminal, rumah sakit dll.
  • Penyalahgunaan lokasi untuk buang sampah, pembiasaan masyarakat membuang sampah di lahan orang lain (lahan kosong), membuang sampah sembarangan. (Sempat berfikir konyol: “bagaimana jika sampah yang dibuang tidak pada tempatnya (sembarangan) dapat bergerak ke rumahnya, apakah bisa tertampung di ruang tamunya?”)
  • Mamanipulasi tempat putar arah kendaraan atau persimpangan masuk jalan besar, dengan minta imbalan rupiah.
20150829_075536

Bahu jalan yang disalahgunakan peruntukkannya untuk berjualan permanen harian.

20150829_083535

Bahu jalan yang disalahgunakan peruntukkannya. Kesadaran penjual dan pembeli …. utk tidak bertransaksi

20150829_075605

Pelanggaran di area lalu lintas, yang dianggap biasa. Semua butuh kesadaran perilaku ….

20150814_062950

Penyalahgunaan area fasilitas umum untuk kepentingan pribadi permanen, di atas saluran air

Berkaitan dengan tulisan ini yang ingin disampaikan adalah jika orang sering menggaungkan gerakan anti korupsi, maka hal-hal tersebut di atas merupakan bagian kegiatan korupsi walaupun orang tidak berpikir sedikitpun. Alasannya kewewenangnya area di sekitar penghuni tersebut seharusnya hanya untuk kegiatan yang sifatnya sementara atau waktu tertentu tetapi justru dipergunakan atau dimanfaatkan wewenang tersebut untuk kegiatan yang permanen dan memberikan keuntungan untuk individu dan kelompoknya. Jika menyimak hakikat korupsi adalah suatu perbuatan berupa penyelewengan moral, cara, atau tindakan sehingga merubah suatu perkara atau hal ihwal yang baik menjadi buruk, yang benar menjadi salah, yang adil menjadi zalim dan sebagainya.

Webster menyebutnya sebagai to change from good to bad in morals, manners, or action, atau to degrade with unsound principles or moral values. Korupsi biasanya dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang yang memiliki kekuasaan atau wewenang untuk memerintah, sehingga korupsi biasanya disebut sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang, dan yang biasanya untuk memenuhi kepentingan pribadi atau golongan, maka pengertian korupsi adalah sebagai berikut: Penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang dengan melakukan perubahan ketentuan yang baik menjadi buruk dilihat dari segi moral, cara atau tindakan, dengan bertujuan untuk memenuhi kepentingan pribadi atau golongan, sehingga merugikan negara atau kepentingan umum.

Mungkin pembaca juga mengalami hal demikian sebagaimana contoh di atas, saya mengalami hal demikian di lingkungan tempat tinggal. Sejak menempati my sweet home tahun 2008, sekian lama ada hal yang aneh dilakukan oleh tetangga di RT lain yaitu mengembangkan rumah dengan membuat pagar di luar haknya, dengan menutup saluran air di depan rumahnya kemudian membuat pagar yang berada di luar tanah hak miliknya. Hal tersebut sempat terbesit pikiran negatif, bagaimana dengan perasaan tetangga kanan-kiri atau depan rumahnya? Apakah merasa tidak nyaman atau biasa-biasa saja. Contoh saat memarkir kendaraan jika takut mengganggu pengendara lain, harus cepat-cepat memasukkan kendaraan di garasi, padahal kendaraannya akan digunakan lagi.

20150814_061320

contoh: fasilitas umum (ada saluran air) ditutup dan dipagar di luar area miliknya.

Sudah hampir setahun merasa terganggu dengan keberadaan illegal function area karena rumah petak kontrakan di depan my sweet home halaman sampingnya difungsikan sebagai warung semi permanen dengan menutup saluran air disampingnya yang memiliki lebar lebih dari satu meter menghadap ke arah my sweet home. Awal berdirinya menggunakan atap terpal tenda biru, maka sepulang liburan di hari raya Idul Fitri 2015 dari kampung sangat kaget ketika keberadaan warung di seberang jalan sudah berubah atapnya dari terpal tenda biru menjadi bahan asbes dan dinding tertutup. Wow……… kaget tingkat tinggi, terhadap penyimpangan pemanfaatan ruang yang bukan wewenangnya karena merupakan fasilitas umum lingkungan perumahan, semoga laporan antar RT ke RW lekas ditindaklanjuti. Walaupun sejak awal memang tidak ingin protes karena bersinggungan dengan masalah kehidupan sebagian orang, tetapi sempat mengeluhkan ke RT tempat yang bersangkutan. Ternyata saat kumpul-kumpul di lingkungan RT sendiri pada acara halal bil halal banyak warga yang mengeluh dan menyesalkan atas penyimpangan tersebut.

20150814_061241

Kondisi illegal function area pada fasilitas umum di lingkungan pemukiman

Semoga ada kesadaran dari masyarakat kita untuk menjadi warga yang bertanggung jawab dan lebih baik lagi, dengan menggunakan dan memanfaatkan lingkungan dan fasilitasnya untuk kenyamanan bersama. Amin yaa Rab…..masih ada sebuah harapan untuk lebih baik…..!!!!

gambar menyusul belum sempat memfoto …..

(ditulis pada secarik kertas notula disela-sela waktu…. materi diklat “Menulis Buku” saat pembicara memberikan motivasi bagaimana memulai menulis harus ada niat. Oleh Prof. Dr. Endang Tri Ganawati, …., dari LIPI Cibinong). Kamis, 13-8-2015

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: