Skip to content

Perkembangan Keterampilan Motorik

27/02/2015

Perkembangan keterampilan motorik adalah penguasaan derajat pengendalian gerakan-gerakan tubuh melalui koordinasi kerja/fungsional antara system persyarafan dan system perototan, Husdarta dan Kusmaedi (2010). Perkembangan tersebut ditujukan sampai dengan tingkat motor skill yaitu koordinasi yang halus, hanya otot-otot tertentu saja yang berperan dalam pola gerakan yang dihasilkannya, yaitu gerakan yang dilakukan secara efisien dan tepat guna. Dalam perkembangan keterampilan motorik ini akan dimulai dari periode kehidupan anak kecil, anak besar, remaja, dewasa, dan lansia.

  1. Keterampilan Anak Kecil

Masa belajar dari kehidupan manusia untuk perkembangan keterampilan motorik sangat ideal pada periode ini. Secara umum dalam belajar keterampilan yang ideal berkisar antara usia 3 s.d 13 tahun. Hal ini diuraikan beberapa alasan menurut Husdarta dan Kusmaedi (2010), antara lain: (a) anak sedang masanya suka mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hari mau mengulang suatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya; (b) anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terlambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau diejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar; (c) anak belia mudah dan cepat belajar karena mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada; (d) mempunyai kecenderungan besar untuk mengetahui sesuatu yang baru; (e) belum mempunyai banyak tugas dan tanggung jawab.

Pada periode “masa belajar keterampilan” anak kecil bila tidak diberi kesempatan mempelajari keterampilan tertentu, akan kurang memiliki dasar keterampilan yang telah dipelajari oleh teman sebayannya, dan akan kurang memiliki motivasi untuk mempelajari berbagai keterampilan ketika diberi kesempatan.

Perkembangan keterampilan yang dipelajari anak kecil akan dipengaruhi oleh sebagian dari kesiapan kematangan, hal ini dibutuhkan bimbingan dalam proses belajar penguasaan keterampilan cepat dan efisien. Oleh karena keadaan lingkungan pada umumnya anak yang berada di lingkungan kurang baik akan lebih cepat dan lebih banyak menguasai keterampilan dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari lingkungan yang lebih baik. Hal ini dapat dipahami karena pada umumnya anak yang berada pada lingkungan kurang baik lebih aktif dan tidak dibatasi oleh pengasuhnya, sedangkan anak yang berada pada lingkungan baik selalu diproteksi untuk gerak dan terbantu oleh sarana yang disediakan sehingga minim keterampilan dan kreatif geraknya. Berbagai hal lain juga disebabkan oleh factor jenis kelamin dan budaya, sehingga keleluasaan, kreativitas, dan aktivitasnya pun berbeda.

Keterampilan pada masa anak kecil pada umumnya bisa dibedakan dalam dua kelompok, yaitu keterampilan tangan dan keterampilan kaki. Keterampilan tangan dalam makan dan berpakaian sendiri yang dikuasai pada masa bayi disempurnakan dalam anak kecil. Kemajuan yang terbesar dalam keterampilan berpakaian umumnya antara usia 1,5 dan 3,5 tahun. Menyisir rambut dan mandi merupakan keterampilan yang mudah dilakukan dalam periode ini. Pada masa anak-anak mencapai usia taman kanak-kanak, mereka seharusnya sudah bisa mandi, berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu dan menyisir rambut dengan bantuan atau tanpa bantuan sama sekali. Berbagai keterampilan lain seperti mewarnai gambar, menggambar.

Keterampilan kaki. Setelah anak dapat berjalan, ia mengalihkan perhatian untuk mempelajari gerakan-gerakan yang menggunakan kaki. Pada usia 5 atau 6 tahun anak belajar melompat dan berlari cepat, bahkan sudah dapat memanjat. Antara usia 3 dan 4 tahun, beberapa keterampilan yang bisa dikuasai seperti: naik sepeda roda tiga dan berenang mulai dipelajari. Keterampilan lain yang dikuasai anak-anak adalah lompat tali, keseimbangan tubuh dalan berjalan di atas dinding atau pagar, sepatu roda, bermain sepatu es dan menari.

  1. Keterampilan Anak Besar

Pada permulaan anak besar, mereka mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari selama tahun-tahun prasekolah. Keterampilan yang dipelajari oleh anak besar bergantung pada (a) lingkungan, (b) kesempatan untuk belajar, (c) bentuk tubuh, dan (d) apa yang sedang digemari oleh teman-teman sebaya. Pada umumnya pada factor perbedaan jenis kelamin antara anak laki-laki dan anak perempuan hanya terdapat dalam keterampilan permainan tersebut. Anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam berbagi keterampilan yang melibatkan otot-otot yang lebih halus, seperti melukis, menjahit, mengayam dan memukul palu, sedangkan anak laki-laki pandai dalam berbagai keterampilan yang melibatkan otot-otot yang lebih kasar, seperti melempar bola basket, menendang bola sepak dalam jarak jauh dan melakukan lompat jauh.

Status sosial ekonomi keluarga sangat mempengaruhi jumlah dan jenis keterampilan yang yang dipelajari oleh mereka. Pada umumnya anak yang berasal dari tingkat status sosial ekonomi atas cenderung mempunyai memiliki keterampilan lebih sedikit dibandingkan pada anak yang berasal dari tingkat status sosial ekonomi rendah. Hal ini pula keterampilan yang dipelajari lebih berpusat dalam bidang keterampilan menolong yang bersifat sendiri dan sosial, sedangkan anak dari tingkat sosial menengah dan tinggi lebih berpusat pada kelompok keterampilan bermain.

  1. Kategori Keterampilan Anak Besar

Keterampilan anak besar dapat dikatagorikan dalam empat hal, antara lain: (1) keterampilan menolong diri sendiri, (2) keterampilan menolong orang lain, (3) keterampilan sekolah, dan (4) keterampilan bermain. Keterampilan bermain lebih penting bagi anak pada periode anak besar dibanding dengan pada saat menjelang puber. Minat pada anak besar aktivitas bermain berkurang dan digantikan oleh minat dalam hiburan. Semua keterampilan anak besar mempengaruhi sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Walaupun keterampilan menolong orang lain yang dipelajari di rumah seperti menyapu dan membersihkan kamar mandi tidak secara langsung membantu anak untuk mengadakan penyesuaian diri yang baik dengan teman-teman dan lingkungan tetangga, tetapi secara tidak langsung dapat membantu dengan mengajarkan kepada anak untuk bersifat kooperatif, suatu sikap yang sangat berguna agar dapat diterima oleh kelompok teman-temannya. Lebih lanjut secara singkat katagori keterampilan anak besar dapat diuraikan sebagai berikut.

  • Keterampilan menolong diri sendiri. Contoh; dapat makan, mandi, berdandan sendiri seperti orang dewasa, dan keterampilan yang dilakukan anak besar tidak memerlukan perhatian sadar dari orang dewasa. Untuk anak kecil perhatian sadar merupakan hal yang penting.
  • Keterampilan menolong orang lain. Contoh; membersihkan kamar tidur, membersihkan halaman, membersihkan papan tulis di kelas, dan lain sebagainya.
  • Keterampilan sekolah. Contoh: Di sekolah anak mengembangkan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk menulis, menggambar, melukis, menari, mewarnai dengan krayon, menjahit, memasak, dan pekerjaan tangan dengan menggunakan kayu.
  • Keterampilan bermain. Contoh: anak belajar berbagai keterampilan, seperti melempar dan menangkap bola, bersepeda, sepatu roda, dan berenang.

a. Pilihan Penggunaan Tangan

Setelah mencapai anak besar, sebagian besar anak dapat memakai tangan kidal atau tangan kanan yang lebih dominan, sehingga untuk mengubah pilihan penggunaan tangan dominan tidak mudah dilakukan. Banyak anak kidal menjadi ambidextrous, atau cakap menggunakan ke dua belah tangan pada anak besar, walaupun ada kecenderungan untuk lebih menyukai tangan kiri. Untuk mempelajari keterampilan baru, baik dalam bermain atau di sekolah, seringkali anak menemukan bahwa lebih mudah untuk mengikuti contoh bertangan kanan daripada mencoba menyesuaikan contoh bertangan kanan untuk dilakukan dengan tangan kiri.

Banyak kendala yang dihadapi dalam mengubah pilihan penggunaan tangan, maka bila keterampilan sudah dikuasai, sangat sedikit anak-anak kidah yang mau mengubah penggunaan tangan kanan pada anak kecil. Oleh karena berbagai kendala tersebut pada anak usia ini maka guru sekolah dasar tidak memaksa anak mengubah keterampilan tangan kanan, kecuali jika anak memang ada minat untuk menggunakan tangan tidak kidal maka guru harus membantu dan mendorong untuk melakukannya.

b. Koordinasi Gerak dan Penguasaan Gerak

koordinasi gerak adalah kemampuan untuk mengatur keserasian gerak bagian-bagian tubuh. Kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan kontrol tubuh. Individu yang memiliki koordinasi geraknya baik akan mampu megendalikan gerak tubuhnya sesuai dengan keamuannya. Pada masa anak besar kemampuan koordinasi gerak berkembang dengan baik, cara menilai kemampuan koordinasi gerak ini berdasarkan kemampuan melakukan gerakan-gerakan keterampilan. Contoh, koordinasi mata dan tangan, gerakan koordinasi tangan dan kaki, gerakan koordinasi tangan kanan dan tangan kiri dan sebagainya.

Pertumbuhan fisik yang relative lambat dibanding masa anak kecil atau bayi, menguntungkan dalam hal peningkatan koordinasi. Masa anak besar merupakan masa penyempurnaan keterampilan melakukan gerakan-gerakan dasar. Gerak-gerak dasar yag sudah mulai dapat dilakukan pada anak kecil makin dapat dilakukan dengan baik dan semakin bervariasi pola geraknya. Keterampilan anak laki-laki dan anak perempuan sampai usia kurang lebih 11 tahun relative belum besar perbedaannya, namun ada kecenderungan bahwa anak laki-laki lebih baik dalam keterampilan yang memerlukan kekuatan atau melibatkan otot-otot besar, sedangkan anak perempuan lebih baik dalam melakukan keterampilan yang memerlukan kecermatan atau melibatkan otot-otot halus. Setelah melewai usia 11 tahun perbedaan keterampilan semakin besar.

Penguasaan gerak dasar sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik. Dengan pertumbuhan fisik yang semakin tinggi dan semakin besar atau semakin berotot maka penguasaan gerak dasarnya semakin baik. Peningkatan penguasaan gerak dasar dapat diidentifikasi sebagai berikut: (1) mekanika tubuh dalam melakukan gerakan semakin baik; (2) kontrol dan kelancaran gerak makin baik; (3) pola atau bentuk gerakan makin bervariasi; (4) gerakan makin bertenaga.

Macam-macam pola gerak yang dapat dilakukan atau dikuasai pada masa anak besar, apabila memperoleh kesempatan yang cukup untuk mempraktekkannya adalah (1) berjalan, (2) berlari, (3) mendaki atau memanjat, (4) meloncat, (5) berjengket, (6) mencongklang, (7) mengguling, (8) lompat tali, (9) menyepak, (10) melempar, (`11) menangkap, (12) memukul, (13) memantul-mantul bola, (14) berenang.

PUSTAKA:

……………

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: