Skip to content

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN JASMANI

27/02/2015

Keberlangsungan dalam pertumbuhannya manusia melalui perkembangan kemampuan jasmaninya akan mengalami beberapa periodisasi yang dimulai dari usia anak, remaja, dewasa, dan usia tua atau lansia. Contoh-contoh yang tergolong dalam perkembangan jasmani antara lain meningkatnya kemampuan: kekuatan, daya tahan/ketahanan tubuh, kecepatan, fleksibilitas, power, stamina, agilitas, koordinasi, keseimbangan, dan lain-lain. Pembahasan perkembangan kemampuan jasmani peserta didik, terbagi dalam beberapa periodisasi usia antara lain: usia anak, remaja, dewasa, dan usia tua atau lansia.

  1. Anak Kecil (early chilhood)

Pada tahun terakhir masa anak kecil pertumbuhan jaringan otot mengalami perubahan yang sangat cepat sehingga peningkatan kekuatan yang lebh besar. Hal tersebut memungkinkan untuk mulai menipu melakukan bermacam-macam gerak dasar yang semakin baik, yaitu gerakan-gerakan berjalan, berlari, melompat, dan meloncat, berjingkat, melempar, menangkap dan memukul. Contoh: saat anak akan dikenakan pakaian oleh orang dewasa, biasanya dengan sengaja dan seakan-akan bermain berusaha menghindar sehingga ia berlari ataupun berjalan.

Pertumbuhan panjang kaki dan tangan yang secara proporsional lebih besar disbanding pertumbuhan togok, menghasilkan peningkatan kemampuan gerak kaki dan tangan yang berbentuk gerak dasar, baik gerak lokomotor, non-lokomotor, serta manipulasinya. Hal tersebut juga memungkinkan berkembangnya kemampuan melakukan gerakan-gerakan keterampilan yang lain. Koordinasi gerak dipadukan dengan pertumbuhan jaringan otot dan daya ungkit kaki dan tangan yang lebih besar sehingga memberi kemungkinan pada akhir akhir masa anak kecil menjadi mampu melakukan gerakan yang semakin kuat dan semakin cepat. Kemampuan melakukan gerakan yang semakin memberikan kemungkinan untuk bergerak menjelajah ruang yang semakin luas. Pada kondisi bersamaan dengan peningkatan kesempatan menjelajah ruang tersebut, anak kecil mulai biasa menghayati dan menyadari adanya konsep-konsep dasar obyek ruang, waktu, dan hubungan sebag akibat.

  1. Anak Besar (Late Childhood)

Perkembangan kemampuan fisik mengalami perubahan sejalan dengan pertumbuhan fisiknya. Pertumbuhan fisik anak besar secara proporsional relative melambat dibandingkan dengan pada masa anak kecil dan pada masa bayi. Tubuh yang yang tumbuh makin tinggi dan makin besar dapat meningkatkan kemampuan fisiknya. Kemampuan fisik yang perkembangannya cukup besar adalah kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan.

Secara lebih rinci perkembangan dapat digambarkan sebagai berikut:

Umur 6 tahun – 7 tahun (kelas 1 dan 2 SD)

  1. Waktu reaksi lambat, koordinasi kurang baik.
  2. Koordinasi mata dan tangan berkembang, masih belum dapat menggunakan otot kecil.
  3. Kesehatan umum tidak stabil, mudah sakit dan daya tahan kurang.

Umur 8 tahun – 9 tahun (kelas 3 dan 4 SD )

  1. Terdapat perbaikan koordinasi tubuh.
  2. Ketahanan bertambah, anak pria gemar aktivitas yang ada kontak fisik, seperti berkelahi, bergulat
  3. Koordinasi mata dan tangan lebih baik.
  4. Pada sisi fisiologi anak-anak wanita lebih maju 1 tahun daripada pria.
  5. Sistem peredaran darah, jantung, dan pernafasan masih belum kuat dan tahan lama.
  6. Koordinasi otot dan syarat masih kurang baik.
  7. Adanya perbedaan individu mulai nyata dan terang
  8. Sering terjadi kecelakaan karena disebabkan mobilitas yang tinggi pada masa ini.

Umur 10 tahun – 11 tahun (kelas 5 dan 6)

  1. Kekuatan wanita lebih lemah daripada pria.
  2. Kenaikan tekanan darah dan metabolisme agak tajam.
  3. Pada wanita mulai mencapai kematangan seksual, pada laki-laki hanya 5 % yang mencapai kematangan seksual setelah umur 12 tahun.

3. Remaja (Adolescence)

Pada masa remaja mengalami masa pertumbuhan yang pesat, hal ini ditandai dengan perkembangan biologis kompleks dalam hal ukuran tubuh, jaringan tubuh, kematangan seksual, fisiologis. Pertumbuhan ukuran fisik mengalami percepatan pada tahun-tahun awal dan kemudian melambat. Perkembangan kematangan fisik paling menonjol adalah dalam hal kekuatan, kecepatan, dan ketahanan kardiorespiratori.

Berbagai hasil penelitian tentang perkembangan kemampuan fisik pada masa remaja antara lain:

Power otot yang merupakan kemampuan mengerahkan kekuatan dan kecepatan bersama-sama mencapai tingkat optimal kurang lebih 1 tahun sesudah pencapaian pertumbuhan ukuran tubuh maksimal.

Pada masa remaja pelaksanakan program aerobic yang baik dapat meningkatkan kemampuan kardiorespiratori sampai sebesar 20 %.

  1. Dewasa (Adulthood)            

Secara fisik usia dewasa ditandai dengan berhentinya pertumbuhan fisik kearah memanjang / tinggi. Kemampuan fisik usia dewasa pada setiap individu menjadi sangat bervariasi. Pada laki-laki cenderung lebih baik kemampuan fisiknya dan gerakannya lebih terampil. Kemampuan fisik yang lebih baik lebih diakibatkan karena ukuran dan proporsi ukuran bagian-bagian yang lebih menguntungkan ditinjau secara mekanik. Kemampuan fisik masih dapat ditingkatkan dan dipertahankan pada masa usia dewasa muda dengan melalui latihan olahraga yang terprogram. Pada masa usia dewasa muda inilah prestasi puncak dalam berbagai cabang olahraga dapat dicapai. Cabang olahraga yang prestasi puncaknya yang hanya dicapai pada usia remaja ini, misalnya cabang senam, renang, loncat indah puteri. Secara umum usia antara 20 – 30 tahun dapat dikatakan sebagai usia puncak pencapaian prestasi olahraga.

Pada diri setiap individu kemampuan fisik yang dicapainya dapat dipertahankan dalam waktu, yang lamanya dapat dipertahankan secara berbeda-beda untuk setiap orang. Latihan yang dilakukan secara terprogram dapat mempertahankan kemampuan fisik dalam waktu relatif lama. Kekuatan maksimal pria ada yang sudah mencapai kekuatan maksimal pada usia 21 tahun. Daya tahan fisik maksimal umumnya dicapai sesudah usia pencapaian kekuatan maksimal.

  1. Masa Tua (Elderly)

Manusai dalam melalui waktunya dengan bertambahnya usia, sedikit demi sedikit kemampuan fisik mengalami penurunan. Demikianlah yang disebut proses penuaan. Pertambahan usia berpengaruh terhadap kualitas fungsi organ-organ tubuh. Setelah mencapai puncak kualitas, yang dapat dipertahankan dalam waktu beberapa waktu, kemudian akan mengalami penurunan kualitas yang berakibat menurunnya kemampuan fisik. Husdarta dan Kusmaedi (2012) membagi kualitas fungsi-fungsi yang mengalami penurunan antara lain:

  1. Integritas system syaraf yang berakibat menurunkan kualitas koordinasi gerak.
  2. Kecepatan reaksi dan kecepatan gerak.
  3. Kepekaan kinestetik atau rasa gerak.
  4. Adaptasi kardiorespiratori pada saat melakukan aktivitas dan saat istirahat atau pemulihan.
  5. Kepekaan panca indera.
  6. Daya kontraksi dan elastisitas otot.
  7. Fleksibilitas persendian.

Memasuki usia lansia penurunan kualitas/kemampuan fisik lebih cepat dibandingkan dengan usia-usia sebelumnya. Hal ini perlu upaya agar sedikit menghambat dalam hal penurunan kualitas fungsi organ-organ tubuh para lansia yaitu dengan suatu kegiatan rutin yang membantu menghambat penurunan tersebut.

Tanda-tanda memasuki usia lansia ini antara lain: persendian menjadi kaku, terutama panggul dan lutut, karena tekanan sendi-sendi tulang belakang sehingga tubuh menjadi lebih pendek, postur yang bongkok merupakan ciri kebanyakan lansia. Selain itu kehilangan kekuatan otot merupakan salah satu ciri penuaan. Penurunan koordinasi terutama disebabkan oleh berkurangnya power dan selanjutnya terhadap kekuatan statis dalam usia lansia. Perubahan ke arah penurunan kualitas dalam hal penampilan ini dapat terjadi hampir di seluruh tubuh, misalnya di daerah kepala, daerah tubuh, daerah persendian. Perubahan penurunan fungsi indrawi juga terjadi, misalnya dalam penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, perabaan, dan lebih sensitive terhadap rasa sakit. Begitu puladalam hal kemampuan motoric, misalnya ditandai dengan menurunnya kekuatan, kecepatan, belajar keterampilan baru, kekakuan lebih mudah muncul.

Saat memasuki masa berhentinya menstruasi pada wanita dinamakan “menopause” secara umum terjadi pda umur-umur pertengahan (antara 40 – 50 tahun. Sebagian besar wanita yang telah mengalami menopause menyatakan merasa lebih baik daripada masa-masanya atau tahun menopause.

PUSTAKA:

Husdarta dan Kusmaedi, (2010), Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik, Bandung: Alvabeta

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: