Skip to content

Kangen di blog ini…. Lamo ndak di tengok

17/01/2015

Banyak hal yang seharusnya dapat diungkap dalam media blog ini pada bulan sebelumnya, namun baru malam ini keinginan untuk mem-publish tulisan. Senyaman pikiran berselancar di ruang history dan keluar dari historynya. Pada akhir bulan  di Desember banyak hal dengan nuansa rileks dan explorasi di suasana berbeda dengan kegiatan-kegiatan rutinitas kerja, namun dalam suasana kebersamaan bersama keluarga besar tempat bekerja.

Pada satu malam pada 20 Desember 2014 menikmati Indoor pentas sendra tari Ramayana di komplek candi Prambanan,

20141220_194255_LLS

Pagelaran indoor sendra tari Ramayana di Candi Prambanan

 sehari kemudian menikmati jejak-jejak saat gunung Merapi mengalirkan lahar dingin di sungai Boyong

kali boyong

Istirahat di sela-sela menyusuri Kali Boyong

20141222_100916

dan suasana wisata alam di Kaliurang, maupun seharian menikmati suasana di kota Jogya dengan Malioboro dan Kraton Yogyakarta sekaligu dapat menjumpai kedua orang tua di Lendah Kulonprogo.

Menyempatkan jari-jari ini berdansa yang menghasilkan kata-kata dan paragraf dalam blog yang sudah lama tidak dikunjungi dengan tulisan, dipengaruhi karena pada malam sebelumnya sempat menyaksikan sebuah tayangan televisi nasional dengan dengan tamu yang dihadirkan yaitu Bunda Pipiet Senja (Etty Hadiwati Arief), ustad Felix Siauw, dll. Sempat teringat dengan blog ini setelah Bunda Pipiet Senja mengatakan “…….menulislah agar negeri ini sejahtera, karena dengan menulis masyarakat menjadi cerdas”

Setelah browsing di internet tenyata biografi Pipiet Senja adalah nama pena Etty Hadiwati Arief, lahir di Sumedang, 16 Mei 1957 dari pasangan Hj.Siti Hadijah dan SM. Arief (alm) seorang pejuang’45. Novel yang telah ditulisnya ratusan, tapi yang telah diterbitkan sebagai buku baru 80.

Pipiet Senja harus ditransfusi darah secara berkala seumur hidupnya karena penyakit kelainan darah bawaan, memiliki dua orang anak yang selalu membangkitkan semangat; Haekal Siregar (27), Adzimattinur Siregar (18) dan seorang menantu yang solehah, Seli Siti Sholihat, seorang cucu menggemaskan; Ahmad Zein Rasyid Siregar. Aktivitasnya saat ini sebagai anggota Majelis Penulis Forum Lingkar Pena, sering diundang seminar kepenulisan ke pelosok Tanah Air dan mancanegara, ngepos di Penerbit Jendela.

Bookgrafi,
antara lain yaitu:

1. Biru Yang Biru (Karya Nusantara, 1978)
2. Sepotong Hati di Sudut Kamar (Sinar Kasih, 1979)
3. Serenada Cinta (Rosda Karya, 1980)
4. Mawar Mekar di Taman Ligar (Rosda Karya, 1980)
5. Nyanyian Pagi Lautan (Alam Budaya,1982)
6. Payung Tak Terkembang (Aries Lima,1983)
7. Masih Ada Mentari Esok (Aries Lima,1983)
8. Mencoba Untuk Bertahan (Aries Lima,1983)
9. Selendang Sutra Dewangga (Aries Lima, 1984)
10. Orang-orang Terasing (Selecta Group,1985)
11. Adzimattinur (Selecta Group,1985)
12. Kembang Elok Rimba Tampomas (Selecta Group,1985)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: