Skip to content

Keresahan pagi hari dalam perjalanan pulang, alias ” Pulang pagi gagal”

05/11/2014
20141105_104033

Rabu (5/11) pagi di hotel Shantika Bengkulu empat personil sesuai kesepakatan sebelum pukul 06.00 wib harus ke restoran hotel untuk sarapan dan langsung ke lobby hotel, karena sopir sejak pukul 05.00 wib sudah menunggu untuk mengantarkan kami ke bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Berbekal kode booking pesawat yang diberikan rekan telah memesan tiket untuk menuju ke Jakarta dengan penerbangan paling pagi, yang diinformasikan pukul 7.30 wib.

Setelah semua selesai sarapan segera menuju ke depan lobby menghampiri mobil yang akan membawa kami ke bandara. Asyik bercanda dan sedikit memancing Dedi (sopir rental) untuk bercerita sekitar keluarganya, agak akrab sebab lima hari  sebelumnya kami menggunakan jasa beliau saat dari bandara menuju hotel Shantika untuk kegiatan kami yang lima hari.

Menjelang pukul 07,00 wib mobil telah memasuki parkir keberangkatan, akhirnya setelah semua penumpang dan barang turun dengan penuh kekeluargaan salaman dan pamitan pada driver yang berharap untuk beberapa minggu ke depan akan menggunakan jasa beliau. Karena kegiatan memang akan terus berlanjut hingga dua bulan berikutnya.

Mendekati pintu keberangkatan berasa masih sepi, apalagi counter penjualan tiket Ga***a Indonesia tanda aktivitas masih terpampang closed. Segeralah mendekat ke petugas pintu keberangkatan dan menanyakan untuk penerbangan pertama maskapai penerbangan yang kami gunakan. Dengan sedikit galau karena ada penjelasan kalau penerbangan pertama check in pukul 7.30 dan pesawat sekitar 9,35 wib. Setelah mendapat informasi counter tiketing juga buka sekitar pukul 8,00 wib dan setelah mendekat ke counter tersebut bahwa penerbangan dari Bengku hanya ada dua kali yaitu pertama pukul 9,35 dengan kode penerbangan GA 297 dan kedua pukul 16, ** dengan kode penerbangan ****. Ada firasat dan curiga diantara kami jangan-jangan kode booking yang tertera di sms yaitu 5WRBID bukan dari Bengkulu menuju Jakarta tapi justru dari Jakarta menuju ke Bengkulu. Akhirnya kami menghubungi teman yang pesan tiket untuk kejelasan kode booking tersebut, akhirnya setelah sekian kali telpon benar bahwa kode booking tersebut adalah penerbangan pada 7,35 wib dari Jakarta menuju Bengkulu. Alamaaaak…. dongkol dalam hati, orangnya lagi di Bengkulu mau ke Jakarta, kok malah dibeliin tiket dari Jakarta menuju Bengkulu.

Sambil duduk di ruang tunggu dekat informasi dan sambil memantau counter tiketing berharap loket segera dibuka untuk menyelesaikan masalah kesalah pesan tiket dan akan ada tugas siang itu juga di Jakarta. Akhirnya ada solusi dengan strategi paling pertama bisa menghubungi petugas counter. Berbekal surat tugas dan kartu GFF dari maskapai penerbangan tersebut, berasalan bahwa kita dirugikan oleh travel pemesan tiket sesuai bukti sms yang dikirim ke travel bahwa pesan 4 tiket untuk hari dan tanggal 5 Nopember menuju Jakarta, yang dibalas dengan kode booking 5WRBID sebagaimana biasanya kami pesan baru di print di loket penjualan di bandara.

Diantara empat personil kami ada yang mulai galau dan panik, dengan berbagai alasan jangan-jangan tidak bisa terbang secepatnya. Mondar-mandir dari tempat duduk mendekat ke counter tiketing Garuda Indonesa akhirnya menjelang 7,30 wib petugas tiketing membuka pintu dan sebelum persiapan serta membuka tirai di kaca, sebelum menutup pintu langsung saya sampaikan permasalahan dan surat tugas saat di Bengkulu yang harus segera ke Jakarta di tanggal akhir tugas, tetapi terjadi kesalahan penetapan perjalan oleh pihak travel di Jakarta.

Petugas tiketing berusaha membantu untuk reschedule penerbangan yang langsung membuka PC dan checking kode penerbangan, agak sedikit kaget bahwa kode booking dengan empat nama tersebut sudah checki in di Jakarta. Maka dengan alasan tertentu petugas tidak dapat membantu reschedule tiket ke Jakarta karena sudah check in. Maka dengan sedikit mendesak agak bisa dibantu untuk mendapatkan tiket ke Jakarta, apapun akhirnya sedikit buntu dan mulai tidak nyaman pula karena ada antrian yang lain untuk butuh informasi dan pemesanan tiket. Maka segera kuputuskan untuk menghubungi teman pemesan tiket, bahwa tidak bisa reschedule tiket karena sudah check in. Ada satu kemungkinan bisa reschedule tiket jika pihak pelayanan tiket pusat mengupload ulang tiket. Dengan alasan akhirnya teman saya yang berusaha untuk bisa komunikasi dengan petugas tiketing, dengan penjelasan dan alasan serta bahwa alasan tiket ekonomi habis tetap masih ada jatah tiket ekonomi. Sehubungan ada tugas negara dan alasan tertentu, akhirnya kami mendapatkan tiket penerbangan pagi itu juga dengan membeli ulang. Sedangkan kesalahan tiket yang sudah terbeli dari Jakarta ke Bengkulu akan diurus untuk perjalanan berikutnya. Setelah meninggalkan kartu GFF dan KTP ke petugas selanjutnya dijanjikan untuk menunggu sekitar dua puluh menit segera di hubungi.

Sekian waktu menunggu dan menunggu rekan admin yang akan terbang di jadwal tersebut, akhir dihubungi pihak petugas untuk ambil tiket dengan membayar sesuai yang diinformasikan harga tiket dua kali lebih banyak dari harga yang telah kami bayar pada penerbangan yang salah.

Akhirnya setelah mendapatkan tiket dengan berbagai perasaan diantara empat personil untuk segera masuk check in dan ke ruang tunggu penerbangan. Pada tiket tertera special request, flight GA 297 Bengkulu to Jakarta, gate 2, boarding 09;15, seat 36 K, dan lain-lain.

Setelah check in dan menujunu ruang tunggu, dengan sedikit kelakar “baru kali ini ada ketegangan dan dengan penuh percaya diri” (PD banget) bahwa ada penerbangan sebelum pukul 9;35 walau satu diantara kami telah check jadwal terbang maskapai tersebut cuma dua kali jadwal terbang.

Sering bercanda ke beberapa rekan di kantor bagaimana galaunya bila penerbangan ditunda sampai keinginan berharap bisa pindah jadwal terbang lebih awal, dan sebagainya. Kali ini kegalauan besar menimpa kami, terutama saya yang biasanya sempat check in menggunakan mobil phone empat jam sebelum terbang. Pagi ini tidak sempat check in by mobil phone karena kesiangan bangun. Semoga menjadi bahan renungan dan kehati-hatian untuk sebuah kedisiplinan.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: