Skip to content

Terbang dari Aceh ke Jakarta, dalam tulisan kali ini

13/10/2014

Lima hari kegiatan di Banda Aceh kali ini tidak banyak diwarnai dengan aktifitas keluar dari tempat kegiatan, sejak tiba di hari Rabu (8/10) langsung berada tempat kegiatan. Hari ke hari aktifitas dimulai pukul 7.50 sampai pukul 21.00 di tempat kegiatan, bahkan kadang hingga pukul 22.00 WIB. Di antara aktifitas tersebut waktu istirahat terjadwal istirahat pagi 15 menit pada pukul 10,15, istirahat makan siang 1,5 jam pada pukul 12,30, dan sore 30 menit pada pukul 16,00, serta istirahat malam selama dua jam pada pukul 17.30 dan dilanjutkan setelah pukul 21.00  kegiatan malam kembali ke hotel untuk istirahat.

Saat berangkat dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Sultan Iskandar Muda menggunakan maskapai L*on, sehubungan sejumlah team administrasi dan fasilitaor yang berjumlah 16 orang sebagian besar tidak mendapatkan tiket seperti penerbangan dalam kegiatan sebelumnya. Kode penerbangan JT 134 dari CGK menuju BTJ yang terbang meninggalkan landasan pukul 8.57 WIB pada jadwal terbang pukul 8.40 wib dan waktu itu mendapatkan seat no 23 B.

Berbeda dengan penerbangan jika menggunakan maskapai Ga**da Indonesia karena tanpa layanan minum dan makan, apalagi menikmati musik atau film yang ada di layar bagian belakang tempat duduk depan kita. Akhirnya tidur adalah alternatif yang menguntungkan, disamping membaca beberapa bacaan yang tersedia. Setelah sekitar dua setengah jam berada dalam pesawat tepat pukul 11. 24 WIB roda pesawat mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh. Sebelum menuju tempat kedatangan penumpang untuk menghampiri sopir penjemput yang mengantarkan kami ke hotel, atas permintaan temen sempat berfoto  bergantian.

IMG_20141008_113242

Berada di bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh

Setelah memulai kegiatan pada jam siang dilanjutkan sesi malam, mengisi suasana malam di Aceh pun tidak sempat menuju kedai minuman kopi khas masyarakat Aceh, Ada kesempatan pada hari kedua untuk jalan-jalan keluar di malam Jum’at setelah kegiatan usai pukul 21.30 WIB maka Pak Novi yang selalu mengantar dan menjemput dari hotel di minta untuk langsung serbu pangkalan Duren terdekat dengan hotel. Kabarnya jika makan duren maka sebaliknya dihindari minum kopi. Puas lah  menikmati duren, walau tidak semeriah kuliner duren Medan.

Saat siang hari dapat menikmati suasana di luar ruangan untuk melaksanakan ibadah sholat Jum’at di masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, tiba di kawasan masjid mengingatkan sepuluh tahun lalu saat menyaksikan dan membaca di media kejadian tsunami di Aceh, saat-saat puluhan mobil bergeser di bawa arus air laut. Kemungkinan orang dan kendaraan bermotor juga ikut terseret sampai lokasi seputar masjid tersebut.

Memasuki gerbang masjid memandang jauh di seberang lapangan berdiri menara masjid, ikut merasakan teriknya matarahari. Suhu siang itu memang cukup ekstrim sekitar 34 derajat Celcius.

Depan masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Depan masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Menulis catatan ini, saya sedang dalam penerbangan dari Banda Aceh menuju Jakarta yang mendapat seat 26 B maskapai penerbangan Ga**da Indonesia berada di tengah barisan kiri, pesawat dengan kode pnerbangan GA 143  dari BTJ Banda Aceh menuju CGK Soekarno-Hatta Cengkareng. Berada dalam pesawat sebelum pukul 8.00 wib dan memacu meninggalkan landasan pukul 8.31 wib. Pada setiap penerbangan hampir selalu aku memilih video musik Lee Ritenour & Dave Grusin live at the Jakarta International Java Jazz Festival 2013, March 1st – A3 Hall, JiExpo Kemayoran, Indonesia. (https://onopirododo.wordpress.com/2014/10/26/lee-ritenour-dave-grusin-pilihan-video-musik-yang-sering-mengiringi-perjalanan/)

Kali ini setelah menikmati spagetti hidangan yang disajikan oleh pramugari lanjut  minuman lainnya, sambil melanjutkan menulis di tablet dan  kebetulan pilih minuman  kopi susu, serta ditemani musik albumnya Mike Oldfield Guitars dari layar tempat duduk di depanku dengan menggunakan head sett. Lagu- lagu yang ada di album tersebut antara lain: Muse; Cochise; Embers; Summit Day; Out of Sight; Blues; Four Winds; Enigmatism; Out of Mind; From the Ashes.  Judul Out of Sight kunikmati saat waktu di arloji sportku menunjuk pukul 9.59 WIB.

IMG_20141012_100548

Layar hiburan dalam pesawat

Iringan musik Guittar ini yang kunikmati dalam perjalanan kali ini, silahkan klik jika Anda ingin menikmatinya sambil rileks, yang kadang dibutuhkan diantara waktu untuk menghilangkan suasana yang sedikit suntuk atau mencari suasana romantik.

Melalui waktu dalam pesawat, diperkirakan akan mendarat di bandara Soekarno-Hatta pukul 11. 00 WIB, semoga lancar dan nyaman. Amin. Berharap mendapatkan alat transportasi dari bandara secepatnya agar segera bisa bersama keluarga untuk dapat bermalam minggu mengisi kegiaatan bersama keluarga, yang kadang hilang pada suasana libur Sabtu dan Minggu.

2 Comments leave one →
  1. 23/01/2015 5:15 am

    Kok rung ono . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: