Skip to content

Singgah di Kilometer 0 Indonesia Kota Sabang

29/09/2014
tags:

Usai tugas kegiatan PKB KSPS/M Region Aceh, bertempat LPMP Propinsi Aceh di kantor lama yang beralamat di Jalan Laksamana Malahayati Km. 14 dan kantor baru yang berada di Desa Niron, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung tanggal 18 s.d. 22 September 2014, diantara sebagian team kerja tidak bisa langsung pulang hari Senin tersebut, walaupun ada sebagian yang bisa terbang pukul 18;05 wib. Hal ini dikarenakan saat pemesanan tiket pesawat untuk jadwal terbang pukul sekitar pukul 12 untuk kelas ekonomi pada maskapai Garu** Indonesia sudah tidak tersedia. Akhirnya diputuskan untuk pulang sehari kemudian, yaitu Selasa, 23 September 2014.

Kelonggaran waktu sehari tersebut akhirnya diputuskan untuk menyeberang ke Pulau Weh yaitu wilayah Kota Administratif Sabang, yaitu mengunjungi tugu Kilometer 0 Indonesia di ujung barat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Segera bergegas menuju Pelabuhan Feri Ulee Lheue. Pelabuhan Alam Ulee Lheue merupakan sebuah pelabuhan Feri yang mengangkut penumpang dari kota Banda Aceh ke Kota lainnya seperti ke Kota Sabang.

Pulau Weh atau yang lebih terkenal dengan nama Sabang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

Satu jam menjelang pemberangkatan Feri pukul 11 wib, di Pelabuhan Feri Ulee Lheue kamipun ada kesempatan untuk bercerita dan berfoto mengambil gambar di depan kapal kapal Feri.

Saat menuju pulau Sabang

Mejeng di depan Feri pada perjalanan menuju Pulau Weh  Kota Sabang

dodo doc

             Klik dari gladak bisnis, saat Feri akan berangkat

Setelah menempuh perjalanan dengan KM Fery sekitar 45 menit tiba di Pelabuhan Balohan Sabang, maka dua armada Toyo** Inno** hitam dan putih yang dipesan sudah siap menunggu. Akhirnya aku masuk ke mobil warna putih dengan sopir Bang Hendra, pemuda dari garis keturunan ayah asli Sabang dan ibu asli Cimahi Bandung. Pada perjalanan tujuan pertama ke Kilometer 0 Indonesia, dia banyak cerita tentang pengalamannya di Sabang, dan kakeknya yang tentara dinas di Bandung.

Menjelang sekitar pukul 14.00 wib dengan jalan mulus dan lebar dengan pemandangan gunung dan laut, akhirnya mendekati lokasi jalan agak sempit bahkan jika berpapasan dengan mobil lain harus berhenti salah satunya. Subhanallah dan puji syukur Alhamdulillah karena diberi keleluasaan dan diperjalankan sampai di ujung pulau wilayah NKRI, yang dari kecil sering kami nyanyikan. “….Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pula….” Akhirnya semua larut dalam pikiran dan bayangan masing-masing memandang jauh ke laut selat Malaka.

Pengalaman dan kejadian yang harus kami abadikan dengan cerita dan foto-foto di Kilometer 0 Indonesia, berikut yang tergambar.

Saat berfoto rame-rame di dekat Tugu Kilometer 0 Indonesia

Saat berfoto rame-rame sambil angkat tangan kiri di dekat Tugu Kilometer 0 Indonesia

dodo dok92014

                               Prasasti Jelajah Nusantara 2013

IMG_20140922_141311dodo dok 92014

Prasasti Posisi Geografis Kilometer 0 Indonesia Sabang

Di depan Kilometer 0 Indonesia

                          Di depan tanda Kilometer 0 Indonesia

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: