Skip to content

MENGENALKAN AKUATIK PADA ANAK USIA DINI

07/11/2013

Memberikan pengalaman aktivitas air pada anak sedini mungkin banyak manfaat yang diperoleh terhadap anak usia dini, baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, begitu pula dalam pendidikan keselamatan yang berhubungan dengan aktivitas di air. Aktivitas air merupakan sebuah aktivitas dengan menggunakan media air. Secara umum media tersebut dapat berupa kolam renang, ataupun tempat sejenis yang mempunyai karakteristik sama yaitu dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan berbagai bentuk aktivitas fisik, seperti: bak mandi, bahan yang terbuat dari balon plastik, sungai, danau atau media lainnya.

Berbagai pengalaman dalam aktivitas air pada anak sejak usia dini, yaitu usia antara 1 – 4 tahun akan lebih baik bagi anak untuk cepat belajar, dan terhindar dari kemungkinan mengalami kecelakaan tenggelam di kolam. Para pakar keselamatan telah menemukan, banyak pengalaman membuktikan bahwa pengajaran aktivitas air pada anak di usia dini, akan membuat si anak segera bisa mengatasi kemungkinan mengalami trauma atau ketakutan pada air kolam, dan membuat anak-anak ini mempunyai rasa percaya diri lebih besar.

Aktvitas air merupakan kemampuan yang dimiliki setiap anak sejak lahir karena saat bayi sudah terbiasa didalam cairan ketuban sejak dalam kandungan selama 9 bulan. Bayi usia 3 bulan sudah bisa dikenalkan dengan aktivitas air. Tentu, tak perlu di kolam renang sungguhan dulu tetapi dapat dilakukan di rumah, baik di bathtub atau kolam plastik buatan dalam aneka ukuran.

bermain disamping rumahgambar: Alya dan Khanza beraktivitas air dengan media kolam balon plastik

Jika pengenalan air di lingkungan rumah sudah cukup berhasil maka di usia 2-3 tahun anak bisa belajar dalam kolam umum yang besar. Di usia ini anak sudah bisa belajar program dasar gaya dalam renang, seperti adaptasi pernafasan, mengapung, meluncur, gerakan tungkai, gerakan lengan. Usia 3-4 tahun anak bisa dimasukkan dalam klub berdasarkan umur; mulai dilatih gaya-gaya khusus untuk renang, seperti koordinasi gerakan tungkai dan gerakan lengan, serta pernafasan. Jadi bukan asal bisa berenang tapi sudah diarahkan renang gaya tertentu, misalnya gaya bebas dan gaya dada.

Bermain Buaya-buayaangambar: bermain Buaya-buayaan

Yang jelas, beraktivitas air (renang khusus bagi yang mahir) memang banyak manfaatnya. Coba bandingkan, anak belajar berjalan di lantai dengan anak belajar berenang langsung? Bedanya, yang satu di lantai dan satu lagi di air. Anak yang belajar jalan di lantai hanya beberapa otot motoriknya saja yang bergerak. Sedangkan berenang semua otot motoriknya bergerak. Artinya, anak yang dari kecil belajar berenang tentu motoriknya lebih baik. Peningkatan secara fisik lebih maju pada anak yang tidak berenang. Selain fisik, berenang juga merangsang hormonal lebih aktif, semisal hormon adrenalin. Sehingga hasil akhir, tingkat intelegensinya juga bisa tinggi.

Pada kelompok aktivitas air, anak-anak akan lebih mudah menguasai keterampilan renang apabila pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya me­reka sudah siap, memiliki motivasi, umpan balik yang positif dari instruktur/guru, dan bila penga­laman akuatiknya menyenangkan. Jika anak-anak sudah mampu dalam program aktivitas air, dalam diri mereka akan tumbuh sikap preventive terhadap resiko tenggelam.

Beberapa hal yang penting dalam membelajarkan aktivitas air hal yang harus dikuasai baik sikap, pengetahuan dan keterampilan, seperti: pengenalan air (water orientation), masuk kolam (water entry), kontrol nafas (breath control), posisi badan (body position), dorongan lengan (arm propulsion), istirahat lengan (arm recovery), gerakan tungkai (leg action), renang lengkap (combined movement).

Pengenalan aktivitas air adalah suatu bentuk latihan dasar sebelum diajarkan masing-masing gaya renang. Tujuan akhir yang diharapkan dari latihan dalam proses belajar aktivitas air adalah untuk membentuk sikap, pengetahuan dan keterampilan mengapung dan meluncur pada permukaan air. Dengan kemampuan mengapung dan meluncur akan mempermudah melakukan bentuk-bentuk gerakan lanjutan dalam olahraga renang, baik sebagai rekreasi, tantangan, keselamatan atau olahraga prestasi.

3 Comments leave one →
  1. 23/11/2013 9:02 am

    Baik buat para orang tua yang ingin melatih anak-anaknya berenang. mungkin perlu contoh (model) untuk kegiatan pengenalan air (water orientation), masuk kolam (water entry), kontrol nafas (breath control), posisi badan (body position), dorongan lengan (arm propulsion), istirahat lengan (arm recovery), gerakan tungkai (leg action), renang lengkap (combined movement). sehingga lebih mudah untuk dipelajari. siiiip bagus isinya…
    @Ahmad Tulus Prabowo peserta bimbingan Teknis PPPPTK PENJAS DI Bojonegoro 22 – 23 Nopember 2013

    • 24/11/2013 9:25 pm

      Halo pak Tulus…. pada dasarnya semua bentuk aktivitas di air yg biasa dilakukan di darat adalah bentuk pengenalan air; geran nonlokomotor, dan lokomotor spt Jalan, merangkak, lompat, maka untuk pengenalan di air untuk tujuan renang gaya maka aktivitasnya mengarah seperti renang gaya tertentu.

  2. 12/09/2016 12:17 pm

    Anak kecil mana yang gak senang main air..
    Setuju banget.. Dunia anak adalah bermain. Aktivitas bermain yang tepat akan mendukung perkembangannya. Termasuk main air (“,)
    Artikelnya bagus. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: