Skip to content

Mengembangkan Lateralitas dalam Aktifitas Jasmani

08/10/2013

Mengembangkan lateralitas (laterility), yaitu kemampuan membedakan perbedaan di antara sisi kanan atau kiri tubuh dan di antara bagian dalam kanan atau kiri tubuhnya sendiri. Ini merupakan bagian dari aspek perseptual dalam tujuan Pendidikan Jasmani (Penjas) menurut Annarino, Cowell, and Hazelton. Secara keseluruhan tujuan Penjas meliputi aspek organik, aspek neuromusculer, aspek perseptual, aspek kognitif, aspek sosial, dan aspek emosi.

Dalam aktivitas jasmani yang disadari maka mengaktifkan sisi kanan dan sisi kiri anggota tubuh berarti mengaktifkan dan membugar otak kanan dan otak kiri. Maka gerakan bersamaan atau menyilang yang memerlukan koordinasi anggota tubuh bagian atas dan bawah dari gerakan yang sederhana ke arah gerakan yang sulit (koordinasi tinggi) memacu untuk syaraf-syarat dan sel otak bekerja sehingga dapat merangsang dan membugarkan otak kanan dan otak kiri.

Menurut dr. Pasiak yang membedakan cara-cara bekerja otak kiri adalah cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolis, sedangkan otak kanan adalah cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.

Sedangkan Ippho Santoso yang sering mendengungkan bagaimana pendekatan terhadap suatu tindakan dengan pendektan khas otak kanan. Pembeda khas otak kanan dan kiri dengan pembanding seperti dalam tabel berikut;

Otak Kanan

Otak Kiri

terkait erat dengan EQ Terkait erat dengan IQ
terkait otak bawah sadar Terkait otak sadar
interpersonal Intrapersonal
imajinatif, intuituf Realistis, logis
holistik, lateral Fokus, linier
spontan, kurang terencana Anti-spontan, terencana
motorik kiri motorik kanan

Dalam pengembangan aktivitas gerak dalam Penjas yang sesungguhnya maka dapat berkonstribusi dalam pengembangan multiple intelegensi (kecerdasan majemuk) menurut DR. Howard Gardner yang meliputi

  1. Verbal/linguistis  à kemampuan   memanipulasi kata secara lisan atau tertulis
  2. Matematis/logis  à  kemampuan memanipulasi sistem nomor dan konsep logis
  3. Spasial  à kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan desain
  4. Musikal à  kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik, seperti nada, irama, dan keselarasan
  5. Kinestetis – tubuh à kemampuan me-manfaatkan tubuh dan gerakan, seperti dalam olahraga atau tari
  6. Intrapersonal à kemampuan memahami perasaan diri sendiri, gemar merenung serta berfilsafat
  7. Interpersonal à  kemampuan memahami orang lain, pikiran, serta perasaan mereka
  8. Intuitif à kemampuan untuk menerima atau menyadari informasi yang tidak dapat diterima oleh kelima indera kita

Secara khusus dr Pasiak memberikan pembanding secara lebih spesifik sebagai berikut:

BELAHAN OTAK

KIRI

KANAN

Pikiran Abstrak, linear, Kongkrit, holistik
analisis
Gaya berpikir Rasional, logis, Intuitif, artistik,
analisis sintesis
Bahasa Kaya kata-kata, Tidak ada tata
kalimat dan tata bahasa dan kalimat
bahasa yang baik sedikit kata-kata,
Bentuk pengungkapan Aspek leksikal dan Nuansa emosi dari
bahasa sintaksis bahasa
Kemampuan Introspeksi, Low sense of Self,
memutuskan berkehendak, kurang inisiatif,
Kekhususan fungsi berinisiatif, berfokus pada
mengenal diri, “hutan”
berfokus pada
pohon
Membaca, Musik, mimpi yang
menulis, dalam, imajinasi,
aritmatika, gestalt recognition
keterampilan
motorik dan
sensorik
Waktu Sekuensial, rerukur “Lived” time,
tak berwaktu
Kemampuan spasial Kurang bagus Bagus sekali,
terutama untuk
ruang atau gambar
Lapangan pandang Kanan Kiri
Ekspresi pikiran Verbal (kara-kara) Nonverbal (bahasa
tubuh)

Dengan demikian melakukan gerakan-gerakan tubuh yang secara sengaja direncakan ataupun hanya mengikuti dari model yang melakukan maka dapat mengaktifkan dan membugarkan otak kiri dan otak kanan, sehingga dalam menghadapi situasi dan masalah dalam dinamika yang pada saat ini semakin padat lalulintasnya, pada diri seseorang tidak banyak pula mengalami stagnan alias lemot sehingga stress, kalau diumpamakan dengan personal komputer mengalami hang (betul gak ya nulisnya)???

                                 

PUSTAKA:

Ippho Santoso, Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan, Jakarta;  PT. Elex Media Komputindo, 2011.

M Pasiak , Membangunkan Raksana Tidur,  …………………………

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: