Skip to content

Perkembang Kemampuan Jasmani Anak Kecil, Anak Besar, dan Remaja

07/12/2012

1. Anak Kecil (early chilhood)

Pertumbuhan jaringan otot pada tahun terakhir saat anak kecil mengalami perubahan yang sangat cepat. Hal tersebut kekuatan memungkinkan untuk mulai menipu melakukan bermacam-macam gerak dasar yang semakin baik, yaitu gerakan-gerakan berjalan, berlari, melompat, dan meloncat, berjingkat, melempar, menangkap dan memukul. Contoh: saat anak akan dikenakan pakaian oleh orang dewasa, biasanya dengan sengaja dan seakan-akan bermain berusaha menghindar sehingga ia berlari ataupun berjalan.

Pertumbuhan panjang kaki dan tangan yang secara proporsional lebih besar disbanding pertumbuhan togok, menghasilkan peningkatan kemampuan gerak kaki dan tangan yang berbentuk gerak dasar, baik gerak lokomotor, non-lokomotor, serta manipulasinya. Hal tersebut juga memungkinkan berkembangya kemampuan melakukan gerakan-gerakan keterampilan yang lain. Koordinasi gerak dipadukan dengan pertumbuhan jaringan otot dan daya ungkit kaki dan tangan yang lebih besar sehingga memberi kemungkinan pada akhir akhir masa anak kecil menjadi mampu melakukan gerakan yang semakin kuat dan semakin cepat. Kemampuan melakukan gerakan yang semakin memberikan kemungkinan untuk bergerak menjelajah ruang yang semakin luas. Pada kondisi bersamaan dengan peningkatan kesempatan menjelajah ruang tersebut, anak kecil mulai biasa menghayati dan menyadari adanya konsep-konsep dasar obyek ruang, waktu, dan hubungan sebag akibat.

2. Anak Besar (Late Childhood)

Perkembangan kemampuan fisik mengalami perubahan sejalan dengan pertumbuhan fisiknya.  Pertumbuhan fisik anak besar secara proporsional relative melambat dibandingkan dengan pada masa anak kecil dan pada masa bayi. Tubuh yang yang tumbuh makin tinggi dan makin besar dapat meningkatkan kemampuan fisiknya. Kemampuan fisik yang perkembangannya cukup besar adalah kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan.

Secara lebih rinci perkembangan dapat digambarkan sebagai berikut:

Umur 6 tahun – 7 tahun (kelas 1 dan 2 SD)

a.         Waktu reaksi lambat, koordinasi kurang baik.

b.         Koordinasi mata dan tangan berkembang, masih belum dapat menggunakan otot kecil.

c.         Kesehatan umum tidak stabil, mudah sakit dan daya tahan kurang.

Umur 8 tahun – 9 tahun (kelas 3 dan 4 SD )

a.         Terdapat perbaikan koordinasi tubuh.

b.         Ketahanan bertambah, anak pria gemar aktivitas yang ada kontak fisik, seperti berkelahi, bergulat

c.         Koordinasi mata dan tangan lebih baik.

d.         Pada sisi fisiologi anak-anak wanita lebih maju 1 tahun daripada pria.

e.         Sistem peredaran darah, jantung, dan pernafasan masih belum kuat dan tahan lama.

f.          Koordinasi otot dan syarat masih kurang baik.

g.         Adanya perbedaan individu mulai nyata dan terang

h.         Sering terjadi kecelakaan karena disebabkan mobilitas yang tinggi pada masa ini.

Umur 10 tahun – 11 tahun (kelas 5 dan 6)

a.         Kekuatan wanita lebih lemah daripada  pria.

b.         Kenaikan tekanan darah dan metabolisme agak tajam.

c.     Pada wanita mulai mencapai kematangan seksual, pada laki-laki hanya 5 % yang mencapai   kematangan seksual setelah umur 12 tahun.

3.         Remaja (Adolescence)

Pada masa remaja mengalami masa pertumbuhan yang pesat, hal ini ditandai dengan perkembangan biologis kompleks dalam hal ukuran tubuh, jaringan tubuh, kematangan seksual, fisiologis.  Pertumbuhan ukuran fisik mengalami percepatan pada tahun-tahun awal dan kemudian melambat.  Perkembangan kematangan fisik paling menonjol adalah dalam hal kekuatan, kecepatan, dan ketahanan kardiorespiratori.

Berbagai hasil penelitian tentang perkembangan kemampuan fisik pada masa remaja antara lain:

Power otot yang merupakan kemampuan mengerahkan  kekuatan dan kecepatan bersama-sama mencapai tingkat optimal kurang lebih 1 tahun sesudah pencapaian pertumbuhan ukuran tubuh maksimal.

Pada masa remaja pelaksanakan program aerobic yang baik dapat meningkatkan kemampuan kardiorespiratori sampai sebesar 20 %.

Pustaka:

Husdarta dan Kusmaedi, (2012), Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik, Bandung: Alvabeta

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: