Skip to content

MENJELANG AKHIR KEGIATAN DI MAKASAR

21/10/2012

Sabtu (20/10) hari terakhir kegiatan di Kota Makasar pada hari kelima dengan jadwal start pagi pukul 08:00 dan harus berakhir pukul 19:45 WIT. Sehubungan ada satu JP yang melewati setelah istirahat malam, maka setelah ditawarkan untuk menambah waktu sebelum istirahat sehingga tidak menambah waktu setelah istirahat. Sehubungan pada malam minggu bisa digunakan untuk sekedar menikmati suasana di kota Makasar yang merupakan kunjungan ketiga kalinya. Sejak hari Rabu pagi (17/10) belum bisa jalan-jalan sebab selalu diakhiri kegiatan sampai pukul 21:15 WIT.

Pada saat ada waktu keluar dari hotel Dinasti di kawasan kota tua dekat pelabuhan Makasar yang berada di Jalan Lombok nomor 30 saat sholat Jum’at di masjid Raya Makasar, dan pada malam sebelumnya sempat menikmati minuman saraba dan snack kecil (pisang epe, ubi, dll). Pisang Epe adalah pisang bakar yang sebelumnya “digepruk”, dibuat pipih dengan kayu yang dilipat. Pisang dibakar sampai matang, kemudian diberi macam-macam rasa. Mulai dari coklat, kacang, keju, hingga durian. Satu porsi Pisang Epe terdiri dari tiga pisang yang diletakkan dalam satu piring kecil.Bahan baku Pisang Epe adalah sejenis Pisang Kepok putih. Saraba adalah minuman khas Makassar. Minuman ini seperti minuman bandrek, campuran jahe dan rempah-rempah, lebih mantap ditambahkan telur jika diinginkan.

Menjelang magrib pada hari Sabtu alias malam Minggu ringtone handphone berbunyi dengan nomor tertera nama sahabat saat SMA namun sempat terputus dua kali, akhirnya ada sms: “Assalamu’alaikum. Nanti jam 19:30 aku mau ajak jalan2, ada waktu tdk ya?”. Akhirnya kubalas “Wa’alaikum salam…..ok sudah finished tugas, thanks”. Maka menjelang setengah delapan sobat Surahmanto bersama putra ketiganya “Rizki” sudah berada di lobby hotel. Setelah sebentar berbincang dan sekedar memperkenalkan ke teman rombongan kantor, akhirnya kami pun meninggalkan halaman hotel Dinasti.

Menuju ke suatu tempat yang pada hari Jum’at pernah kulontarkan karena penasaran kuliner khas Makasar atas rekomendasi sahabatku Adhiani Rinsia yang tinggal di Pondok Gede Bekasi yang asli orang Bugis tentunya tidak mengecewakan. Karena untuk kuliner dengan menu Coto, Conro, dan mie Titi sudah kudapatkan saat di hotel. Berkendara sekitar setengah akhirnya mendekati tempat rumah makan yang tertera di spanduknya “Palbas Serigala” yang berada di jalan Serigala Makasar. Setelah memarkir mobil dan saat keluar dari mobil rupanya ada seorang yang menyapa. Rupanya stiker “Blazer Indonesia Community” itulah yang menjadi perhatian, merekapun asyik ngobrol dan akhirnya masuk ke rumah makan khas Makasar itu yaitu pallu basa. Warung ini sejatinya bernama Warung Pallu Basa H. Haeruddin, tetapi lebih dikenal dengan Palu Basa Serigala atau PALBAS SERIGALA.

Setelah memesan dan menikmatinya kamipun kembali ke mobil dengan tambah satu teman, akhirnya perkenalan itu kutahu namanya IGE yang asli Blabakan Kota Magelang. Yaa IGE seorang karyawan di Sampurna kawasan Pancoran Jakarta Selatan yang merupakan anggota BIC dengan tempat tinggal di kawasan Bintaro Tangerang Selatan. Sambil berkendara akhirnya menuju kampoeng Popsa yang berlokasi di sebelah pantai losari yang berdekatan dengan benteng Fort Rotterdam.  Fort Rotterdam adalah salah satu benteng peninggalan Belanda. Di dalam benteng Rotterdam terdapat penjara bawah tanah dimana Pangeran Diponegoro pernah dihukum mati. Didekat pintu masuk benteng terdapat patung mantan Raja Gowa yang bernama Sultan Hasanuddin.

Melewati waktu sekitar pukul 23;00 WIT akhirnya kami pun segera meninggalkan tempat tersebut setelah menghabiskan secangkir kopi “Daeng Sija” dan pisang bakar keju. Dengan perjalan pulang santai maka perjalanan menjelang setengah jam akhirnya memasuki jalan Lombok dan berhenti di depan parkir hotel Dinasti. Sebelum turun dari mobil dengan ucapan terima kasih dan senang dengan tambahnya teman dan saudara yang merupakan anggota BIC, akhirnya kamipun berpisah. Terima kasih sahabat setelah lebih dari 20 tahun masa-masa SMA lewat tetap dihubungkan tali silaturahim atas kekuasaaNYA, yang pada dua tahun yang lalu juga dipertemukan saat buka bersama alumni SMA Jabodetabek di kawasan Cilandak Town Squre (CITOS) Jakarta Selatan. Semoga sukses dengan karirnya di Irjen kantor Gubernur Sulawesi Selatan, serta tetap terjalin silaturahim.

Hari telah bergulir segera istirahat pagi dini hari pada Minggu (21/10) untuk persiapan pulang esok hari dengan penerbangan Garuda Indonesia yang terjadwal pukul 06;30 WIT. Berarti harus mempersiapkan untuk menuju bandara Sultan Hasanudin sekitar pukul 04;30 setelah melaksanakan sholat subuh. Semoga Allah SWT selalu memberikan lindungan dan memperlancar perjalanan hambanya ini untuk bertemu keluarga di kawasan Bojongsari kota Depok. Amin yaa rabbal ‘alamin.

One Comment leave one →
  1. 27/06/2013 11:36 am

    Aaamiin, Matur Nuwun Kang Wid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: