Skip to content

Menikmati suasana rumah pasca Lebaran

29/08/2012
Dimas action

Suasana sore di dua hari ini sangat kunikmati bersama Dimas Arfa Ramadya (bungsu dari tiga putra-putri kami) di sekitar rumah, karena semiggu pasca Idul fitri 1433 H ini seperti keluarga lain mengalami problema yang sama, yaitu belum dapat pengganti pembantu rumah tangga alias PRT. Ya..…  sejak sebagian besar masyarakat di JABODETABEK pada hari Senin masuk kerja, kami harus berbagi tugas dengan istri untuk membawa anak-anak ke tempat kerja. Kebetulan Alya si sulung yang kelas satu SDIT Darul Mutaqin dan Khanza TK Azkia, baru akan masuk sekolah  pada hari Senin 3 September 2012. Anak pertama dan kedua ikut mama dan anak ketiga yang baru berusia 12 bulan 3 minggu bersama saya, dengan alasan tempat kerja dekat rumah yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer.

Sehubungan bisa pulang lebih awal, maka setelah menyiram tanaman dan rumput walau hanya sekitar 3 x 8 meter cukup memberikan keindahan halaman rumah. Setelah mandi dan memandikan Dimas, berdua di sofa depan rumah sesekali mengikuti gerak dan gaya Dimas di halaman kadang harus ekstra perhatian. Jika mendengar berita di media dimana beberapa daerah mengalami kekeringan, maka ayunan daun-daun yaitu pohon palem raja, palem kuning dan pohon jambu seakan memberikan kesejukan serta keindahan alunan musik. Sudut halaman di sudut rerumputan ada pot-pot tanaman serta tanaman perdu disisi lain, menambah bisikan angin lebih dekat dengan telinga.

Hampir lima hari setelah pulang kampung (mudik) tempat istri di Blora dan orang tua di Jogya, setelah dengan perjuangan walaupun hanya bertujuh bersama anak dan keluarga adik bungsu tanpa terasa tidak terlalu merasakan kelelahan walaupun seminggu meninggalkan rumah. Saat pulang kampung di lebaran ini untuk sampai di Blora menempuh waktu sekitar tiga puluh jam lebih, dan saat kembali dari rumah orang tua di Jogya menghabiskan waktu hampir dua puluh enam jam sampai di wilayah Bojongsari Depok. Ingin lebih menguatkan otak kanan, maka mencoba jalur-jalur yang tidak biasa dilewati angkutan bus lebaran. Keluar tol Sadang, kearah Subang, Jatiwangi dan masuk tol Plumbon di Cirebon akhirnya menyusuri jalur Pantura di Jawa Tengah.

Saat kembali di hari Kamis (23/08) karena start jam 22.00 malam maka tidak melewati jalur Dan Deless di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Tengah, namun langsung arah Purworejo, Kebumen, Gombong dan Wangon. Dilanjutkan kearah Sidareja, Wanareja, Ciamis, Cikijing, Majalengka, Kadipaten.  Setelah magrib maka melintasi hutan jati di Kalijati tidak nampak pohon-pohon karena gelapnya malam. Sehingga saat di Subang dan Sadang pun tidak bisa menikmati suasana seperti saat berangkat. Perjalanan balik cukup lancar, kecuali saat di wilayah Sruweng Kebumen dan Sumpiuh terpaksa istirahat di beberapa SPBU dan masjid karena macet parah. Pengalaman beberapa tahun lalu gara-gara macet maka sering mengalami rasa kantuk.

Alhamdulillah walaupun masih menunggu hadirnya orang yang membantu di rumah untuk bisa rutinitas kerja lancar walaupun agak ribet, masih bisa menikmati suasana mengurus anak, dan beres-beres rumah bersama istri.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: