Skip to content

PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA

10/04/2012

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi Guru Pemula (PIGP) adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/ bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat.

Dengan demikian pada hakekatnya PIGP adalah kegiatan pembimbingan bagi guru pemula di sekolah/madrasah tempatnya bertugas dengan maksud agar guru tersebut dapat melaksanakan tugasnya sebagai guru dengan baik. Dari pengertian tersebut dapat pula difahami bahwa proses pembimbingan tersebut akan melibatkan banyak fihak terutama, guru pembimbing, kepala sekolah/madrasah dan pengawas.

A. Tujuan PIGP

Pelaksanaan PIGP bertujuan untuk membimbing guru pemula agar dapat:

  1. beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah; dan
  2. melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah.

B. Manfaat PIGP dengan status Kepegawaian

Program induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru bagi guru  pemula yang berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau pegawai negeri sipil (PNS) mutasi dari  jabatan lain. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS, PIGP dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap.

C. Prinsip Penyenggaraan PIGP

PIGP diselenggarakan berdasarkan prinsip:

  1. keprofesionalan: penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi, sesuai bidang tugas.
  2. kesejawatan: penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim;
  3.  akuntabel: penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik; dan
  4. berkelanjutan: dilakukan secara terus-menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya.

D. Peserta PIGP

Peserta PIGP adalah:

  1. guru pemula berstatus CPNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah;
  2. guru pemula berstatus PNS mutasi dari jabatan lain; atau
  3. guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madasrah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

E. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

PIGP dilaksanakan di satuan pendidikan tempat guru pemula bertugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun.

F. Tanggung Jawab Pihak Terkait dalam PIGP

Pihak yang terkait dalam pelaksanaan PIGP adalah pembimbing, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

a. Pembimbing

Pembimbing adalah guru di sekolah yang ditugaskan oleh kepala sekolah/madrasah atas dasar profesionalisme dan kemampuan interpersonal yang baik.  Sekolah/madrasah yang tidak memiliki pembimbing sebagaimana dipersyaratkan, kepala sekolah/madrasah dapat menjadi pembimbing sejauh dapat dipertanggungjawabkan dari segi keprofesionalan dan kemampuan interpersonalnya. Jika kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing, kepala sekolah/madrasah dapat meminta pembimbing dari satuan pendidikan yang terdekat dengan persetujuan pengawas dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangannya.

Guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai pembimbing hendaknya memenuhi kriteria sebagai berikut:

1)    Memiliki kompetensi sebagai guru profesional;

2)    Memiliki kemampuan bekerja sama yang baik;

3)    Mempunyai ketrampilan interpersonal yang baik;

4)    Mampu menganalisis dan memberikan saran-saran perbaikan terhadap proses pembelajaran/bimbingan dan konseling;

5)    Memiliki pengalaman mengajar pada jenjang kelas yang sama dan pada mata pelajaran yang sama dengan guru pemula, diprioritaskan yang telah memiliki;pengalaman mengajar  sekurang-kurangnya 5 tahun dan  memiliki jabatan sebagai Guru Muda.

Dalam pelaksanaan PIGP pembimbing memiliki tanggungjawab sebagai berikut::

1)    menciptakan hubungan yang bersifat jujur, memotivasi, bersahabat, terbuka dengan guru pemula;

2)    memberikan bimbingan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling

3)    melibatkan guru pemula dalam aktivitas sekolah/madrasah;

4)    memberikan dukungan terhadap rencana kegiatan pengembangan keprofesian guru pemula;

5)    memberi kesempatan bagi guru pemula untuk melakukan observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling guru lain;

6)    melaporkan kemajuan dan perkembangan guru pemula kepada pengawas sekolah/ madrasah;

7)    memberikan masukan dan saran atas hasil pembimbingan  tahap kedua.

b.  Kepala Sekolah

Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan PIGP berkewajiban:

1)    melakukan analisis kebutuhan guru pemula;

2)    menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi;

3)    menunjuk  pembimbing yang sesuai dengan kriteria;

4)    menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;

5)    mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;

6)    memantau pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing;

7)    melakukan pembimbingan terhadap guru pemula serta memberikan saran perbaikan;

8)    melakukan penilaian kinerja guru pemula;

9)    menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan terkait, dengan mempertimbangkan masukan dari saran dari pembimbing dan pengawas sekolah/ madrasah, serta memberikan salinan laporan tersebut kepada guru  pemula.

c.  Pengawas Sekolah

Tanggungjawab pengawas sekolah dalam pelaksanaan PIGP adalah sebagai berikut :

1)    memberikan penjelasan kepada kepala sekolah/madrasah dan pembimbing dan guru pemula tentang   pelaksanaan program induksi termasuk proses penilaian;

2)    melatih pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tentang  pelaksanaan pembimbingan dan penilaian dalam program induksi;

3)    memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program induksi di satuan pendidikan yang menjadi tanggungjawabnya;

4)    memberikan masukan dan saran kepada kepala sekolah tentang proses pelaksanaan PIGP serta isi Laporan Hasil Penilaian Kinerja guru pemula.

Tata Cara Pelaksanaan PIGP

Program induksi dilaksanakan secara bertahap, meliputi persiapan, pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya, pelaksanaan dan observasi  pembelajaran/bimbingan dan konseling, penilaian, dan pelaporan.

Tahap-tahap pelaksanaan PIGP:

a.    Persiapan

Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan program induksi bagi

guru pemula perlu mempersiapkan hal-hal berikut:

1)    analisis kebutuhan  dengan mempertimbangkan ciri khas sekolah/madrasah, latar belakang pendidikan dan pengalaman  guru pemula, ketersediaan pembimbing yang memenuhi syarat, penyediaan Buku Pedoman, keberadaan organisasi profesi yang terkait.

2)    pelatihan PIGP yang diikuti oleh kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing dengan pelatih seorang pengawas yang telah mengikuti program pelatihan bagi pelatih program induksi.

3)    penyiapan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan sekolah/madrasah, prosedur kegiatan sekolah/madrasah, format administrasi pembelajaran/bimbingan dan konseling, dan informasi lain yang dapat membantu guru pemula belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah/madrasah.

4)    penujukkan seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b.    Pengenalan Sekolah/Madrasah dan lingkungannya

Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas. Tahap ini tidak harus dilaksanakan bagi guru pemula yang sebelumnya bertugas di sekolah tersebut. Pada tahap ini, dilakukan hal-hal berikut:

1)    Pembimbing:

a)      memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula;

b)      memperkenalkan guru pemula kepada siswa;

c)      melakukan bimbingan dalam menyusunan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling dan tugas terkait lainnya;

d)      membimbing guru pemula menyusun Rencana Pengembangan Keprofesian (RPK) selama satu tahun.

2)    Guru pemula:

a)      mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya, termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi;

b)      mempelajari Buku Pedoman dan Panduan Kerja bagi guru pemula, data-data sekolah/madrasah, tata tertib sekolah/madrasah, dan kode etik guru;

c)      guru pemula mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah;

d)      guru pemula mempelajari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

a.    Pelaksanaan Pembimbingan

Pelaksanaan pembimbingan dilakukan pada bulan kedua sebagai berkut:

1)    guru pemula bersama pembimbing menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan minggu-minggu pertama.

2)    Guru pemula bersama pembimbing menyusun Rencana Pengembangan Keprofesian (RPK) untuk tahun pertama induksi.

Bimbingan yang diberikan kepada guru pemula meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil  proses pembelajaran dan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, seperti pembina eksta kurikuler.

Bimbingan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara:

1)    memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru;

2)    memberi arahan tentang perencanaan pembelajaran/pembimbingan, pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa;

3)    memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran.

Bimbingan pelaksanaan tugas lain dilakukan dengan cara:

1)    melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiata di sekolah;

2)    memberI arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan;

Selanjutnya guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dengan observasi pembelajaran oleh pembimbing sekurang-kurangnya satu kali setiap bulan pada masa pelaksanaan program induksi dari bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan.

sumber:

___________ , Buku Model Implementasi Program Induk Bagi Guru Pemula, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidik Kemendikbud,  2012.

3 Comments leave one →
  1. 25/06/2014 9:25 am

    makasih info yang sangat penting ini

  2. sasmawarni permalink
    26/02/2015 3:40 pm

    bagaimana kalau ijzah kita matematika tetapi mengajar mata pelajaran lain. apakah masih bisa menjalan kan induksi dgn mata pelajaran lain tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: