Skip to content

PAGI INI, DI KAMPUNG BAREPAN MUNTILAN

17/02/2012

Terjaga pagi ini  menjelang pukul dua dini hari (Jum’at, 17 Feb), merasakan kesegaran dan suasana lain. Suatu keheningan sangat terasa di wisma ini, yang terdengar hanya desis dari AC dan beberapa suara kodok di sawah, bahkan suaranya kadang tertutup karena letupan dengkuran dari salah satu dari penghuni wisma ini.

Tiba di tempat ini pagi kemarin, setelah mendarat dengan penerbangan GA 202 di bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang dilanjutkan dengan mengendarai Taxi . Rumah Dharma, sebuah penginapan yang dikelilingi hamparan tanaman padi yang buliran isinya mulai nampak. Sebuah bukit kecil di depan mengumpulkan awan saat sore tadi berbincang menjelang magrib. Sisi kanan dari wisma ini menurut penjaga bila dari jalan maka akan terlihat puncak candi Borobudur.

Berada di kampung Barepan Muntilan di kabupaten Magelang, merasakan suasana ketika masih kanak-kanak bila berkunjung ke rumah nenek di kampung Dukuh bagian desa di Bumirejo Lendah Kulonprogo. Bahkan bangunan wisma yang berukuran 6 x 6 meter dengan bentuk rumah joglo kecil yang ditopang dengan empat tiang kayu jati dan plafon atapnya ditopang kayu pohon kelapa alias “glugu”, merasakan suasana dan aura yang begitu indah dan damai. Semoga menjelang subuh ini dapat inten sanggup berkomunikasi untuk berserah diri dan mengagungkan serta memuji namaMU ya Allah, yang telah memberikan kehidupan yang sangat indah. Walaupun tidak bersama keluarga, berharap suasana seperti ini dapat kami nikmati.

Hari kedua esok hari semoga dapat menuntaskan pekerjaan bersama dua teman lainnya, untuk membantu tugas penyidikan dari Kejaksaan Negeri Magelang bersama bapak Edi M bersama tim lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan tugas kami sehari-hari di lembaga. Namun masih ada sangkut pautnya dengan pendidikan dan sekolah, karena juga berkunjung di sekolah-sekolah yang secara acak kami kunjungi. Hari pertama kemarin sudah menyelesaikan di SMP Ma’arif Trisula dan SMPN 1 Muntilan, karena mulai menuju lokasi hampir menjelang tengah hari, sedangkan aktivitas  sekolah tidah sampai sore hari.

Mengakhiri catatan pagi ini kusisipkan kutipan ini, ….

�Aku hanya manusia biasa.. karena aku tidak mampu mengerjakan semuanya, maka aku tidak akan menolak mengerjakan apa yang mampu aku lakukan.. �

(Albert Everett Hale)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: