Skip to content

KEKHAWATIRAN Perilaku Seks Remaja…. Semoga Menjadi Perhatian Semua

19/12/2011

Pengetahuan pendidikan seks  yang masih minim dan salah dalam mengeksplorasi, menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan dalam perilaku seks remaaja. Bahkan para remaja sudah melakukan hubungan seks sejak bangku kuliah, begitu menurut survey yang dilakukan Sexual Behavior Survey 2011.

Seyogyanya pendidikan seks sangat diperlukan agar remaja memiliki pengetahuan yang memadai, begitu pentingnya menjaga organ-organ reproduksi serta menanamkan nilai-nilai moral yang berkaitan dengan masalah seksualitas.

Pengetahuan mengenai masalah seks yang seharusnya bersumber dari orang tua dan sumber lain yang professional, justru jarang didapatkan. Akibatnya, banyak remaja berusaha mencari tahu sendiri melalui berbagai sumber yang informasinya salah dan kurang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti teman, internet yang tidak sehat, media porno dan sebagainya.

Hasil penelitian tersebut meneliti perilaku seks remaja usia 15-25 tahun, melalui teknik wawancara langsung terhadap 663 responden di lima kota besar, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali pada bulan Mei 2011. Hasil penelitian tersebut diantaranya mengenai perilaku seksual bersama pasangan. Rata-rata mereka berhubungan seks pertama kali saat ada di bangku kuliah, yaitu usia 19 tahun. Para partisipan umumnya melakukan hubungan seks bersama pacar (88%), yang wanita dengan sesame jenis (9%), dan yang pria bersama pekerja seks (8%).

Tentang membahas kegiatan seksualnya paling sering dengan sahabat atau teman dekat (93%). Selanjutnya disusul bersama pacar (21%), baru dengan ibu (10%), dengan kakak atau adik (9%), dan dengan ayah (2%).

Berkaitan dengan belajar masalah seks, responden menjawab paling banyak dengan teman (64%), lalu film porno, orang tua, pengalaman pribadi, dan internet.

Melihat hal tersebut maka psikolog seksual Zora Amirin, berpendapat bahwa sebaiknya pendidikan seks bukanlah hal yang tabu untuk dibahas dalam keluarga, dan sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk mencegah remaja dan kaum muda mendapatkan informasi yang salah dari sumber yang tidak jelas.

Sumber Data:

Seputar Indonesia terbit Senin, 12 Desember 2011

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: