Skip to content

Menurunnya Tataran Kriteria Sehat Secara Umum

28/09/2011

Menyimak definisi sehat menurut organisasi kesehatan dunia WHO, bahwa sehat adalah Suatu keadaan sehat jasmani, rohani dan  sosial (aspek positif) dan tidak hanya bebas dari penyakit serta kecacatan (aspek negatif).  Dalam hal ini sehat mengandung 3 karakteristik : 1). Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia. 2). Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal. 3). Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif. Maka jika apa yang sering kita saksikan di masyarakat dan sebagian pelaksana kepemerintahan tidak menjalankan dengan amanahnya, maka sebenarnya masyarakat kita sebagian besar sedang sakit.

Ya sedang sakit ……., mengapa demikian? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan mendasar bahwa, pertama ternyata untuk memelihara jasmaninya bugar kadang-kadang masih banyak masyarakat yang belum memperhatikan sampai detail, bagaimana membugarkan tubuh agar senantiasa sehat terus terpenuhi. Baik dari faktor kebutuhan gizi, aktivitas gerak untuk latihan sesuai prinsip kebugaran, ataupun bagaimana menyeimbangkan antara porsi aktivitas kerja tubuh dan porsi istirahat. Kedua dari segi kebutuhan rohani masih banyak masyarakat yang tidak memperhatikan akan kebutuhan rohani, seperti memberikan asupan kebutuhan jiwa dengan menjalankan ajaran agama dengan baik, kenyamanan, kesejahteraan, keamanan, dsb. Ketiga dari segi sosial, bagaimana sering kita saksikan ternyata kondisi masyarakat kita masih banyak yang sedang sakit secara sosial. Contoh: bentrokan warga yang tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah seperti yang diidamkan dalam nilai-nilai Pancasila, perkelahian pelajar, bahkan sering kita saksikan kaum intelektual di kampus masih memilih dengan cara-cara kekerasan dalam menyikapi perbedaan atau perselisihan  baik antar kampus bahkan antar fakultas.

Kondisi yang demikian apakah bisa dikatakan bahwa masyarakat kita dapat dikatakan sehat, sedangkan untuk membangun karakter sebagai makhluk sosial dengan prinsip-prinsipnya sudah banyak ditinggalkan. Contoh nilai-nilai yang sudah ditinggalakan apalagi diterapkan dalam kehidupan, seperti: toleransi, kerjasama, gotong-royong, tenggang rasa, saling membantu, hormat kepada sesama bahkan kepada orang yang lebih dituakan, peduli, empati, dan lain sebagainya. Bahkan mendholimi satu orang umat tidak dirasakan, apalagi jika sampai korupsi yang mendholimi masyarakat banyak. Kadang kalau menyimak diseputar kita, bahwa membuang sampah tidak pada tempat sesungguhnya merupakan perbuatan menyengsarakan orang lain sehingga bencana besar akan datang.

Sering individu menganggap dia merasa sehat karena bebas dari penyakit, cacat , dan kelemahan (aspek negatif), namun  prinsip-prinsip memelihara kesehatan jasmani, wadah untuk memelihara kebutuhan rohani dan sarana untuk bersosialisasi pun sudah tidak lagi diperhatikan. Semoga sebagai makhluk yang beriman kita senantiasa mampu memelihara keimanan dengan sesungguhnya dan secara menyeluruh. Bagaimana dapat dikatakan beriman, manakala tidak bersyukur dengan menjaga kesehatan jasmani secara baik. Tidak mampu memenuhi kebutuhan rohani dengan melaksanakan agama secara kafah, dan tidak mampu melaksanakan aktivitas sosial manakala nilai-nilai sosial dalam masyarakat tidak diaplikasikan.

Jika dipertanyakan dalam diri kita…. masihkan kita dianggap sebagai individu yang sehat ????????.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: