Skip to content

Bojongsari_Telaga Kahuripan_Ciseeng

20/02/2011
tags:
DSCF3298

Pagi ini (20/2) walaupun hanya ditemani music menempel di telinga sekitar pukul 06 keluarlah sepeda kesayangan si Helios F 300 keluar kompleks menyusuri jalan ke arah Bogor, maka di pintu gerbang perumahan Telaga Kahuripan beloklah ke kanan memasuki kawasan yang masih asri dan luas dengan panorama lembah terlihat rame pula orang melakukan olahraga. ada yang bersepeda, jalan kaki, ataupun jogging di kawasan itu. Di sepanjang jalan komplek yang cukup hijau dengan berderetan pohon kelapa sawit di tengah pembatas jalan dan sisi kanan-kiri jalan, maka sisi kanan dan kiri terbentang luas lahan dengan tanaman yang sepertinya dikelola rakyat setempat  berhektar-hektar tanaman singkong. Menempuh jarak sekitar satu kilometer di sisi kanan jalan terdapat danau yang memanjang dengan sebagian sisi terdapat rimba-rimba tempat pengelolaan ikan masyarakat.

Setelah melewati jembatan yang melintang sungai lumayan lebar, maka banyak terdapat gerbang-gerbang pemukiman-pemukiman berbagai kelas dan type rumah. Komplek ini memang dirancang sangat luas, namun saying sepertinya belum begitu berkembang karena terlihat suasana sepi. Sekitar dua kilometer di sisi kanan berbagai fasilitas umum seperti café, aquapark, scating park, lapangan tenis, dan pertokoan kecil. Semakin jauh menyusuri dengan nuansa pegunungan di sisi barat Kota Bogor, terdapat beberapa komplek sekolah antara lain: Sekolah Marsudirini, Sekolah Madania. Tidak bisa melanjutnya lebih jauh lagi akhir pada jalan terdapat Bundara yang cukup besar sepeda berbelok menyusuri lingkaran itu untuk kembali kearah yang sudah dilalui.

Melintasi kawasan Telaga Kahuripan dengan jalan utama cukup panjang yang memberi kesan luas, serta suasana asri di Parung-Bogor sekitar 20 menit. Akhirnya si Helios menyusuri jalan yang kubelokkan ke kiri arah Ciseeng yang terdapat pemandian air panas, suasana pun terlihat hamparan berhektar-hektar tanak kosong dengan rumah-rumah di sisi kanan-kiri rumah mengikuti bentangan kabel tegangan tinggi yang ditopang rangkaian tiang yang kokoh. Maka bertemu suatu perempatan simpang jalan belok ke kanan menuju arah Parung. Dari perempatan tersebut jika lurus kearah barat sekitar satu kilometer maka terdapat tempat rekreasi pemandian air panas Ciseeng Bogor.

Akhirnya perjalan bersama si Helios sekitar satu jam tiga puluh menit memasuki jalanan yang rusak cukup parah ternyata sudah memasuki  kawasan pasar Parung yang begitu ruwetnya dengan angkot-angkot yang padat, maka di sebagian jalan yang berlubang sesekali turun  dari sepeda atau kadang mengangkat sepede dari kubangan air dan lubang. Inilah repotnya mengendarai sepeda jenis road flatbar jika melewati jalanan yang tidak mulus, berbeda jika mengendarai sepeda jenis mountainbike (MTB) justru semakin seru jika melewati jalanan yang rusak. Akhirnya dengan kesabaran dan sesekali jalan kaki maka terhempaslah si Helios meninggalkan keruwetan jalanan, dan setelah melewati gerbang perbatasan kabupaten Bogor memasuki kota Depok yang melintang sungai Angke merapatlah ke samping ATM bank Mandiri ruko BSI sekitar pukul 8 kurang 15 menit untuk mampir di tukang bubur ayam langganan untuk mengakhiri gowhess di hari libur ini. Sarapan dulu ah…..

This slideshow requires JavaScript.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: