Skip to content

Transisi Yang Harus Disyukuri

12/02/2011
tags:

Memasuki  bulan Februari ini, terasa nuansa yang sedikit berubah di setiap lorong  waktu di pekan ini. Suasana di tempat kerja dengan berbagai hal yang masih samar antara posisi transisi di struktural dan fungsional, juga beban tugas kuliah yang masih dalam proses finalisasi proposal baru beberapa kali konsultasi sehingga harus terus giat untuk menuntaskan segalanya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan jalan lapang untuk lebih yakin dalam menuntaskan kewajiban-kewajiban ini baik di tempat kerja, tugas kuliah, dan  mengisi suasana di  istana yang ceria  bersama dua putri yang cantik-cantik  yang selalu riang dapat membangkitkan suasana. Serta kondisi mamanya dengan janin dalam kandungan, hari demi hari tanpa terduga  mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal lain yaitu adanya perubahan tempat kerja istri, memberi kondisi perbedaan kegiatan di pagi hari. Sebelum bulan Februari aktivitas kerja setiap pagi harus menuju ke kawasan jalan Jend Sudirman kav 5 Jakarta Pusat, maka berubah pula rute perjalan yaitu ke arah jalan letjen T. B Simatupang No. 25 alteri Cilandak Jakarta Selatan. Suasana pagi berbeda juga karena yang biasanya tidak sempat membantu mempersiapkan keberangkatan sekolah Alya, akhirnya ada waktu untuk mengikuti dan mempersiapkan keberangkatannya. Dari mempersiapkan sarapan pagi, dan segalanya….. pokoknya beda deh. Yang berubah pula dalam rute mengantar harus disempatkan sampai di kantor, berhubung masih banyak hal dalam adaptasi perjalanan maka jalan-jalan alternatif semakin menambah referensi untuk menuju ke kawasan arteri Cilandak. Akhirnya ada info dari satpam tempat kerja, untuk lebih nyaman dari  padatnya kendaraan jalur arah Lebak Bulus maka  setelah melewati lapangan terbang Pondok Cabe potong pintas melewati Villa Cinere Mas …. Cinere Mas… Jl. Karang Tengah… Jl. Gunung Balong… JL. Lebakbulus III….Jl. Taman Wijaya Kusuma  … dan Komplek RSPP …. keluar samping JGC alteri Cilandak. Anehnya sekali dua kali lewat masih belum hafal juga, akhirnya secara tak terduga alternatif baru menambah rute itu.

Menyambut waktu yang indah harus dengan hati yang jernih,  jangan terlena saat  sudah mendapat kesenangannya dan jangan kecewa saat kehilangannya. Cari dan jadikan kenikmatan dunia (harta, pekerjaan, jabatan, keluarga, dll.) untuk bekal akhirat, sebagai ladang ibadah kepada ALLAH Azza Wa Jalla.. Insya ALLAH akan bahagia, selamat dunia dan akhirat. Jika menyimak dalam Al Qur’an surat Ibarahim ayat 7, yang artinya; Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Semuanya harus cerdas dalam menyikapi segala hal yang harus kita hadapi dan lalui.

Mengaplikasikan bentuk syukur menurut Imam Al-Ghazali dapat dibedakan dalam empat  komponen, yaitu:

  1. Syukur dengan Hati, dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan ALLAH.
  2. Syukur dengan lisan, maka ketika hati seseorang sangat yakin bahwa segala nikmat yang ia peroleh bersumber dari ALLAH, spontan ia akan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi ALLAH). Karenanya, apabila ia memperoleh nikmat dari seseorang, lisannya tetap memuji ALLAH. Sebab ia yakin dan sadar bahwa orang tersebut hanyalah perantara yang ALLAH kehendaki untuk “menyampaikan” nikmat itu kepadanya.
  3. Syukur dengan perbuatan, mengandung arti bahwa segala nikmat dan kebaikan yang kita terima harus dipergunakan di jalan yang diridhoi-NYA. Misalnya untuk beribadah kepada ALLAH, membantu orang lain dari kesulitan, dan perbuatan baik lainnya. Nikmat ALLAH harus kita pergunakan secara proporsional dan tidak berlebihan untuk berbuat kebaikan.
  4. Syukur dengan menjaga nikmat dari kerusakan, maka ketika nikmat dan karunia didapatkan, cobalah untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, usahakan untuk menjaga nikmat itu dari kerusakan. Misalnya, ketika kita dianugerahi nikmat kesehatan, kewajiban kita adalah menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar agar terhindar dari sakit.

Maka mengaplikasikan dari keempat komponen tersebut sebenarnya butuh proses pembelajaran,  sehingga terbiasa mengaplikasikan hal-hal yang mudah kita lakukan. Contohnya nikmat sehat jasmani-rohani, maka jika bersyukur atas nikmat sehat jiwa maka bagaimana memelihara agar kebutuhan jiwa selalu dapat terpenuhi dengan mengisi keimanan dan tagwa, meng-update pengetahuan, menjalin hubungan sosial, mengelola emosi, dan sebagainya. Begitu pula syukur akan nikmat sehat  jasmani maka bagaimana merawat dan memelihara kesehatan dengan semestinya, yaitu dengan memberikan nutrisi ke tubuh dengan baik, memberi waktu istirahat yang cukup, melatih fisik yang tepat untuk tetap bugar yaitu dengan berolahraga, menghindari racun-racun dalam tubuh dan memproteksi serta menurunkan kadar racun dalam tubuh kita, dan lain sebagainya. Maka dengan nikmat sehat seharusnya mengisi aktivitas dalam kehidupan agar senantiasa ditujukan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal lain mewujudkan syukur atas rejeki yang telah diberikan, maka kewajiban-kewajiban atas rejeki juga harus dipenuhi, seperti mengelola dan menggunakannya,  dan bagaimana dengan zakatnya, sadaqohnya, infaknya. Semoga Allah mudahkan hamba-hambanya yang beriman dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan dijauhkan dari sifat-sifat kufur. Amin yaa Rabbal ‘alamin.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: