Skip to content

MERAPI DALAM PERJALANAN PAGI INI

01/11/2010

Minggu pagi (31/10) udara di selatan Jakarta masih cukup segar, apalagi beberapa hari ini sering diguyur hujan. Cuaca cukup cerah sedikit berawan dalam perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta (Soetta), memasuki Jl. Arteri Pondok Indah-arah Slipi bersama taxi yang tergabung dalam group  Blue Bird sekali-kali ngobrol dengan sopir yang tinggal dikawasan Pondok Labu Jaksel.

Koran pagi harian Republika menemani perjalan dengan headline “Yogya Diguyur Hujan Debu” menggugah pikiran untuk menghubungi ayah yang tinggal di kawasan barat daya kota Yogyakarta bersama anak dan menantu, serta cucu, karena ibu sedang ke Bogor tinggal di tempat adik dikawasan pintu tol Cibinong tepatnya di perumahan Taman Kenari Jagorawi. Memang sudah hampir sebulan ibu bersama adikku anak ketiga, karena setelah kelahiran Cindy Aulia Rizky cucu ke-10 sering menemani  cucunya di Bogor.

Saat menghubungi melalui handphone diungkapkan bahwa pada hari Sabtu sekitar jam 00.16 s.d 00.37, gunung Merapi meletus kembali yang mengeluarkan asap tebal. Pada pagi hari di kota Jogya dan sekitarnya, debu menutupi jalan,  pepohonan, dan atap rumah. Beberapa pengguna jalan terpaksa menggunakan masker untuk menghindari terhirupnya debu ke pernafasan, hal ini mengakibatkan beberapa apotek kehabisan stok masker karena diserbu pembeli. Bahkan Di sekitar Malioboro dan Tugu Yogyakarta hampir seluruh jalan tertutup debu vulkanis sehingga yang terlihat hanya hamparan putih, termasuk atap bangunan.

Begitu juga disekitar rumah orang tua pada sisi jalan tembus yang menghubungkan jalur Temon-Bantul dan Wates-Jogya tepatnya di Bumirejo Lendah Kulonprogo, debu mencapai ketebalan satu sentimeter sehingga kalau jalan kaki meninggalkan bekas. Untungnya pada sore hari diguyur hujan sehingga debu-debu agak berkurang di permukaan aspal jalan raya.

Pada kejadian meletusnya gunung Merapi yang pertama yaitu Selasa (26/10), telah menelan korban puluhan meninggal dan berdampak terhadap pengungsian yang mencapai puluhan ribu. Pada letusan dini hari di Sabtu (30/10) menurut sumber Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, pengungsi meningkat menjadi 15.216 jiwa yang tersebar di Sembilan barak pengungsian di tiga kecamatan, yaitu Turi, Cangkringan, dan Pakem. Para pengungsi berasal dari desa-desa rawan bencana di tiga kecamatan, diantaranya Hargobinangun, Kepuharjo, Glagaharjo, Wukirsari, Pakem, dan Wonokerto.

Bila mengingat kejadian dari berbagai bencana ini, secara rendah hati seyogyanya kita memohon kepada Allah SWT agar mereka yang meninggal dunia diterima iman Islamnya dan segala amalnya, diampuni dosa-dosanya. Sedangkan bagi yang sakit mudah-mudahan Allah SWT menyembuhkannya melalui pertolongan yang dilakukan oleh para petugas dan relawan yang insya Allah bekerja dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Bagi keluarga yang ditinggalkan maupun yang menderita karena musibah ini, diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan sehingga ujung musibah ini mendapatkan rahmat dan pertolongan  dari Allah SWT.

Kembali pada perjalan pagi ini maka pada pukul 08.55 sudah check  in di terminal 2, penerbangan dengan kode GA 128 dari CGK menuju PGK dengan seat 21F. Pada tiket pemesanan jadwal keberangkatan pukul 09.15, maka waktu yang lumayan agak lama ini masih bisa menyempatkan diri ke toilet sekaligus sholat dhuha di ruang tunggu F2.

Memasuki pukul 09.00 wib, ada pengumuman bahwa penerbangan ke Pangkalpinang dialihkan ke pintu F4, maka buru-buru mematikan laptop dan beranjak meninggalkan ruang tunggu yang tidak terlalu ramai itu, karena bersamaan itu juga penerbangan tujuan Jogya yang dialihkan ke Solo juga dipersilahkan masuk ke pesawat. Kejadian seperti sering kualami apalagi penerbangan domestik swasta, dan kadang-kadang membuat beberapa penumpang menunjukkan kekewaan, tetapi dari pada ditunda penerbangan lebih baik karena jalan kaki untuk menuju pintu lain lumayan membakar kalori. Anggap saja sebagai aktivitas olahraga, bagi yang nyantai tapi yang kesal pasti menjadi lebih melelahkan.

Berada di dalam pesawat sudah cukup lama, namun pesawat menempati landasan pacu waktu menunjukkan pukul 09.50 wib, dengan penuh kesabaran dan ikhlas maka kupanjatkan do’a semoga perjalanan ini lancar dan nyaman, serta diberikan perlindungan sampai mendaratnya pesawat ini.

Seperti kebiasaan saat penerbangan yang lain maka stopwatch kuaktifkan, maka sekitar pukul 09.52 roda pesawat meninggalkan landasan pacu, sambil menikmati bacaan dan snack serta minuman yang disajikan pramugari, tanpa terasa setelah 47.26 menit roda pesawat sudah menyentuh landasan di bandara Depati Amir Pangkalpinang. Alhamdulillah sebuah perjalan yang santai dan nyaman.

 

kudapan di penerbangan GI

menjelang pendaratan di bandara Depati Amir, Pangkalpinang

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: