Skip to content

BERSEPEDA, MENGAPA TIDAK?

14/10/2010

Aktivitas bersepeda di Indonesia untuk akhir dekade di tahun 2010 ini mulai nampak gairah kembali, dimana hal itu pernah saya alami begitu marak sebelum banyaknya kendaraan sepeda motor di sekitar tahun 1985-1990 an.  Bersepeda tidak lagi menjadi milik segelintir atlet, karena bisa kita lihat dari banyaknya acara sepeda santai, munculnya klub-klub sepeda hobi, maraknya aktivitas Bike to Work dan Bike for Commuter, ramainya pinggiran kota oleh sepeda pada hari-hari libur khususnya akhir pecan, hingga bermunculannya situs dan milis sepeda di internet.

Fenomena yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia ini, mungkin jauh lebih bergairahnya yang terjadi di luar negeri terutama di negara-negara maju. Di Australia  pada negara bagian Victoria, setiap tahun menetapkan satu hari sebagai Hari Bersepeda. Pada berbagai kota di Amerika Serikat juga memiliki hari Bike to Work khusus. Di Belanda khususnya kota Amsterdam dan Denmark khususnya di Kopenhagen bahkan sudah sejak lama menjadikan sepeda sebagai alat transportasi penting. Begitu pun di Jepang, tempat parkir di mal atau tempat-tempat umum lainnya selalu dipenuhi sepeda.

Lebih menarik lagi di Bogota ibukota Kolombia, telah berhasil membangun jaringan jalur sepeda terpanjang di dunia yang disebut ciclorutas. Pemerintah kota setempat mengurangi lebar jalan untuk kendaraan bermotor dan sebaliknya, menambah ruang untuk pejalan kaki (pedestarian), pengendara sepeda dan taman kota. Program luar biasa ini telah berhasil mengurangi jumlah pemakai kendaraan bermotor secara signifikan.

Di Indonesia khususnya kota-kota besar dalam menyongsong sepuluh tahun depan sangat dibuat pusing karena berbagai solusi ’modern’ tidak juga berhasil mengurangi tingkat kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas, kota-kota besar di negara maju justru berhasil mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan polusi udara dengan cara sederhana, yaitu kembali ke sepeda.

Kesadaran akan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari sepeda adalah faktor kunci mengapa aktivitas bersepeda kian diminati. Dari sisi lalu lintas, bersepeda membuat kita tidak terjebak kemacetan. Hal ini pernah saya alami ketika saya mengendarai sepeda motor saat memasuki jalan Sudirman dari Patung Pemuda menuju Hotel Indonesia, saat bersamaan ada pengendara sepeda lewat jalur cepat. Ternyata sampai di depan Astra Sudirman sepeda tersebut sudah berada jauh di depan saya. Dari sisi penghematan, bersepeda juga dapat menghemat ongkos transportasi. Dari sisi lingkunagan hidup, bersepeda  adalah satu-satunya alat transportasi yang ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi, baik polusi udara maupun suara.

Jika ditelaah lebih lanjut dari sisi kesehatan yang merupakan hal pokok yang menjadi target insan manusia, maka para pakar kesehatan mengakui bersepeda adalah olahraaga aerobik terbaik selain jogging dan berenang. Latihan aerobik adalah suatu latihan yang melibatkan otot-otot besar (utamanya lengan dan tungkai) melakukan gerakan ritmis secara terus menerus dengan menggunakan energi oksigen (O2).

Bersepeda secara teratur paling sedikit 30 menit sehari selama tiga hari dalam seminggu dapat meningkatkan kebugaran sehingga sehat, serta mengurangi resiko terkena berbagai penyakit akibat kurang gerak (hipokinetik) yang banyak dialami oleh masyarakat perkotaan.

Manfaat lain bersepeda, diantaranya:

  1. Bersepeda adalah  olahraga kebugaran yang low impact alias tidak banyak kontraksi otot untuk daya ledak yang frontal, sehingga terhindar dari cidera otot. Berbeda dengan badminton, bola voli, sepakbola, bahkan jogging pun bagi penderita kegemukan termasuk high impact karena kaki lebih banyak menopang berat badan.
  2. Bersepeda secara rutin akan merangsang kerja jantung, melancarkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke paru-paru dan otak, mengurangi timbunan lemak, dan mengencangkan otot. Artinya, bersepeda dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan penyakit akibat kurang gerak lainnya.
  3. Bersepeda adalah olahraga yang menyenangkan dan membuat kita terbebas dari stres. Keringat yang mengucur, darah, dan oksigen yang lancar selama kita menggenjot membuat tubuh menjadi fresh. Nuansa yang berbeda-beda dengan jangkauan yang jauh membuat perasaan batin memperoleh kebutuhannya, serta mendapatkan udara segar dengan panorama yang berbeda, sehingga bisa terbebas dari stres, depresi, dan kecemasan.
  4. Olahraga bersepeda dapat dilakukan sambil melakukan aktivitas sehari-hari (commuter). Misalnya untuk pergi ke rumah temen, ke warung, ke sekolah, ke kampus, ke tempat kerja, dan lain-lainnya.
"Sepeda dan Jalan Sehat di Jl. Sudirman Jakarta Pusat"

"Sepeda dan Jalan Sehat di Jl. Sudirman Jakarta Pusat"

gambar dari “om Budi”

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: