Skip to content

BEROLAHRAGALAH UNTUK MEMACU SEMANGAT

13/10/2010

Olahraga seharusnya sudah menjadi bagian gaya hidup, itulah yang seharusnya disadari oleh setiap individu dalam masyarakat dan Negara Indonesia tercinta bila ingin mengejar ketertinggalan dalam berbagai  bidang kehidupan,  terutama bidang olaraga. Bahkan budaya untuk biasa mengkomsumsi makanan dengan nutrisi seimbang untuk kalangan yang mampu, tidak dapat dijalankan dengan baik  apalagi bagi kalangan yang kurang mampu. Maka penyakit obesitas bahkan kurang gizi sering ada dalam berita di berbagai media masa kita.

Kita perlu membiasakan hal-hal tersebut  sebaiknya sejak usia dini, pengembangan aktivitas gerak yang telah dimiliki sejak masa-masa usia sekolah (TK-SD) harusnya dipelihara dan ditingkatkan sampai usia dewasa bahkan usia lanjut. Pada kenyataan di masyarakat, aktivitas gerak (olahraga terutama) saat anak-anak berbanding terbalik dengan saat usia dewasa. Justru pada usia setelah remaja,  sering aktivitas gerak (olahraga,bermain, rekreasi, outdoor activity, dll) mulai ditinggalkan.

Aktivitas  olahraga untuk meningkatkan kebugaran sebaiknya dilakukan dengan rumus frequency, intensity, time, and type (FITT). F – frequency; frekuensi berolahraga, I – intensity; intensitas/beratnya latihan,  T – type; jenis kegiatan olahraga, T – time/duration; lama waktu berolahraga. Kebugaran tubuh dapat dicapai jika olahraga yang dilakukan dapat mencapai sasaran berbagai komponen kebugaran. Misalnya, kebugaran jantung-paru dapat dicapai dengan latihan aerobik; suatu latihan yang melibatkan otot-otot besar (utamanya lengan dan tungkai) melakukan gerakan ritmis secara terus menerus.

Selengkapnya regimen yang dianjurkan adalah:
F – 3 – 5 kali per minggu
I – memacu jantung mencapai target heart rate∗/denyut jantung latihan
T – berjalan, jogging, berlari, berenang, bersepeda, lompat tali, aerobic dance dsb
T – 20 – 60 menit (minimal 10 menit per sesi latihan)

Satu temuan yang menguntungkan bagi mereka yang sibuk adalah latihan aerobik untuk memelihara kebugaran jantung-paru tidak harus dilakukan sekaligus terus menerus selama 20 menit, karena latihan 2 x 10 menit per hari juga memperlihatkan manfaat yang serupa.

Sebaiknya frekuensi olahraga dilakukan antara tiga hingga lima kali setiap minggu. Intensitas latihan berada pada 60-80 persen dari denyut nadi maksimal. Menghitung denyut nadi maksimal adalah 220 dikurangi usia Anda. Sedangkan waktu (time), idealnya lakukan olahraga 25 – 45 menit nonstop

Keinginan berolahraga mungkin selalu ada dalam daftar resolusi hidup sehat kita. Namun menjaga semangat dan motivasi untuk konsisten menjalankan rumus FITT tadi seringkali naik turun. Bahkan jadwal yang sudah direncakan kadang-kadang dibatalkan karena pekerjaan yang tak terduga, namun seringkali tidak digantikan dengan aktivitas yang setara dengan intensitas lainnya.

Dorongan dari dalam diri perlu diciptakan untuk rutin berolahraga. Bagi kita yang sudah rutin berolahraga, akan selalu mendatangkan ketagihan untuk melakukan aktivitas olahraga. Karena ada sesuatu yang hilang bila jadwal itu tidak terlaksana, seperti semangat menurut, emosi tidak stabil, fisik tidak lincah, suasana menjadi sempit dan mati, dan berbagai perasaan lainnya.

Berbagai studi pada jurnal internasional seputar aktivitas fisik dan asupan nutrisi menunjukkan bahwa kita akan lebih termotivasi berolahraga jika telah menjadikannya sebagai citra diri. Artinya kita perlu membangun citra diri yang sehat dan bugar agar semangat berolahraga tetap terjaga.

Orang akan lebih konsisten menjalani olahraga jika melihat kegiatan fisik ini sebagai bagian dari identitasnya, maka dimanapun dan sesibuk apapun maka akan senantiasa mencari bentuk-bentuk aktivitas gerak fisik untuk dilakukan. Seperti selalu kita amati bagaimana orang ekspatriat dengan budaya olahraga, sepulang dari aktivitas rutin disempatkan untuk olahraga walaupun sudah jam 8 malam.

Banyak cara untuk mempertahankan motivasi berolahraga. Membeli dan mengenakan pakaian olahraga yang tepat dengan jenis latihan adalah salah satunya. Selain itu, update saja status di jejaring sosial yang menggambarkan aktivitas olahraga kita. Pengalaman berolahraga yang kita share di jejaring facebook misalnya, semakin mengukuhkan citra diri untuk tetap fit dan bugar.

Bergaul dengan teman-teman yang aktif  dalam kelompok-kelompok kecil olahraga dilingkungannya, bahkan organisasi dilingkup lebih besar lagi. Menjalani olahraga dengan teman dan keluarga lebih menyenangkan dan menambah semangat tentunya. Semoga ini senantiasa terjadi dalam siklus aktivitas kita dalam mengisi hari-hari yang bermanfaat.

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: