Skip to content

TAHAPAN BELAJAR KETERAMPILAN GERAK

31/05/2010

Karakteristik penting dari belajar keterampilan motorik adalah bahwa semua orang tampaknya harus melalui tahap yang berbeda saat mereka memperoleh keterampilan. Ada beberapa model untuk mengidentifikasi dan mendiskripsikan tahap ini.

A. FITTS AND POSNER’S THREE-STAGE MODEL ( Model tiga tahapan Fitts and Posners ).

Model ini dipopulerkan oleh Fitts dan Posner ( 1967 ), meliputi :

  1. Cognitive stage , untuk pertama kalinya siswa diperkenalkan pada  ketrampilan gerak yang baru, dan tugas   utama siswa itu mengerti dan memahami tentang tahapan dan persyaratan-persyaratan melakukan gerakan itu. Siswa di dalam cognitive stage ini mungkin punya banyak pertanyaan-pertanyaan.
  2. Associative stage, tahapan ini ditandai oleh gerakan yang semakin baik. Setelah mencoba banyak gerakan yang disertai dengan strategi gerakan, seorang siswa pada tahap ini menjadi merasa terikat dan memilih pada pola gerakan tertentu. Gerakan menjadi lebih konsisten, dengan sedikit kesalahan. Kemampuan melakukan gerakan dengan obyek/ kejadian dari luar dan juga memperbaiki kekurangan seperti perhatian tentang melakukan  gerakan diri sendiri, membiarkan siswa untuk mulai melakukan hal-hal yang baru. Hal ini juga  menguntungkan dalam kemampuan untuk beradaptasi ke dalam gerakan yang disesuaikan pada berbagai kondisi lingkungan
  3. Automatisasi[1], tahapan ini siswa memerlukan latihan dengan waktu yang lama. Sebenarnya  tahap akhir ini tidak semua siswa akan mencapainya. Di dalam tahap automatisasi, penampilan mencapai tingkat kecakapan yang paling tinggi dan telah menjadi otomatisasi . Perhatian siswa selama tahap ini direlokasikan kepada pengambilan keputusan yang strategis. Sebagai tambahan, tugas-tugas ganda dapat dilaksanakan secara serempak. Akhirnya, siswa-siswa di dalam tahap ini bersifat konsisten, merasa yakin/ percaya diri, membuat sedikit; kesalahan dan secara umum dapat mendeteksi dan mengoreksi kesalahan yang mereka lakukan.

B. GENTILE’S TWO STAGE MODEL ( Model dua tahapan Gentile’s )

Model Gentile (1972, 1987) menekankan bahwa keterampilan gerak  siswa dipengaruh oleh tugas gerak dan karakteristik lingkungan pada perolehan hasil yang akan dicapai oleh siswa tersebut. Langkah yang pertama[2] pembelajaran di dalam model Gentile yaitu :

  1. Getting the idea of the movement” (memperoleh gagasan untuk gerakan) Menurut Gentile, tahapan ini  memperkenalkan siswa dengan suatu ketrampilan gerak yang baru untuk mengembangkan satu pemahaman persyaratan-persyaratan gerakan perlu mengimbangi permintaan pada karakteristik-karakteristik dari tugas dan lingkungan di mana tugas itu dilaksanakan dan sesudah itu mengorganisir suatu gerakan yang sesuai.
  2. Fixation/ diversification: Tahap kedua dan merupakan akhir dari tahap model pembelajaran Gentile; menyangkut mempertemukan pola gerakan yang baru kepada lingkungan tertentu di mana itu adalah untuk dilaksanakan. Fiksasi menekankan konsistensi dari gerakan merupakan sasaran untuk ketrampilan-ketrampilan yang tertutup (closed skill). Jika lingkungan itu adalah variabel, penganeka-ragaman pola gerakan ditekankan untuk mempromosikan perilaku yang fleksibel.

C. SHUMWAY DAN WOOLLACOTT SYSTEM THREE-STAGE MODEL

Senada dengan Coker, Shumway dan Woollacott juga mengatakan tentang hal yang sama tentang tahapan pembelajaran gerak  dengan menggunakan teori Fitts and Posner dengan tiga tahapannya dan Gentile dengan dua tahapannya. Tetapi Shumway dan Woollacott menambahkan dengan System Three-Stage Model ( Vereijken et al, 1992 ), yaitu :

  1. The novice stage : siswa melakukan gerakan sederhana dengan menerima semua gerakan secara bebas.
  2. The advanced stage: siswa melakukan gerakan koordinasi yang beradaptasi  dengan situasi lingkungan.
  3. The expert stage : siswa melakukan gerakan dengan sangat efisien dan dengan gerakan koordinasi yang terbaik[3].


[1]Cheryl A. Coker. Motor Learning and Control for Practitioners. ( New York Mc Graw,2004) , p. 98-100

[2] Cheryl A. Coker. Motor Learning and Control for Practitioners. ( New York Mc Graw,2004) , p. 101

[3]Anne Shumway and Marjorie H. Woollacott, Motor Control: theory and Practical Applications ( Lippincott Williams & Wilkins , 2001 ) p.37

Tugasnye Mr Gan oleh Hamdillah

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: