Skip to content

MAKAM MBAH PRIOK, YANG AKHIRNYA PRIOK BERDARAH KEMBALI

19/04/2010
tags:

Makam yang dikenal warga Mbah Priok dengan nama asli Habib Hasan bin Muhammad al Haddad, Koja, Jakarta Utara, sangat dihormati warga, maka ketika pendopo makam akan dibongkar pemerintah, warga pengikut rela mati mempertahankannya. Ini seperti cerita jaman perang P. Dponegoro saat dipecungdangi VOC karena masalah penggusuran makam yang dihormati.

Habib Hasan merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai penyiar agama Islam. Dia berasal dari Pulau Sumatera. Habib bisa sampai di tanah Batavia (Jakarta) awalnya karena perahu yang itumpanginya dihajar badai ketika hendak melintas di dekat Batavia. Tetapi, pada waktu itu Habib selamat dari amukan badai. Konon, dia selamat karena menemukan periuk. Dengan periuk itulah Habib berhasil menepi ke Batavia.

Maka sejak itu beliau lanjutkan syiar Islam di Batavia, tidak lama kemudian kawasan tempat di mana habib pernah selamat dari badai itu dinamai Tanjung Priok.

Habib Hasan meninggal di Batavia, maka untuk mengenang perjuangan Habib, pengikutnya membangun makam sekaligus masjid untuk mengadakan majelis taklim. Makam  itu kemudian dikenal luas. Pada setiap akhir pekan, sedikitnya 1.500 orang mengikuti pengajian di sana.

Sampai akhirnya timbul kasus. Bangunan pendopo makam Mbah Priok dinyatakan berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sehingga menyalahi aturan dan harus ditertibkan.

Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu, ada upaya pemda untuk menertiban pendopo akan direalisasikan. Tetapi, ahli waris makam Mbah Priok menolak keras. Sampai akhirnya, di hari Rabu (14/4), pemerintah mengerahkan petugas untuk mengeksekusi.

Pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting, ahli waris makam Mbah Priok, tidak tinggal diam. Mereka menghadang laju petugas hingga akhirnya bentrok fisik pecah dan korban berjatuhan.

Menurut cerita Petugas Satpol PP ada pengalaman berbau mistis. Salah seorang petugas Satpol PP yang dari awal mengamati proses bentrokan fisik, kendati jumlah pengikut Habib jumlahnya tidak ada setengahnya dari Satpol PP, mereka tidak ada yang takut terluka parah sama sekali.

Sebaliknya, justru petugas yang banyak menderita luka. Padahal, petugas sudah mengenakan pakaian anti huru-hara. Petugas Satpol PP yang bernama Slamet menambahkan malahan ada helm petugas yang sampai pecah karena terkena lemparan dari salah satu pengikut habib.

One Comment leave one →
  1. 21/04/2010 9:00 pm

    dak heran mas manusia udah pada bringas sekarangm pengaruh global warming tuh, pada kasar, bringas, menyakiti hih ya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: