Skip to content

MILIUNER SUMBANGKAN SEMUA HARTA

15/02/2010

WINA (SI)- Kekayaan harta tak selalu menjamin kebahagiaan. Itulah jawaban Karl Radeber, miliuner asal Austria. Yang menganggap kekayaan yang dimilikinya hanya membawa kesedihan semata.

Merasa telah bosan dan ingin bahagia, Radeber berencana menjual semua harta yang dimilikinya untuk kemudian disumbangkan. Padahal, jumlah kekayaan pria berusia 47 tahun tersebut sangatlah besar. Total hartanya diperkirakan mencapai 3 juta pound sterling (sekitar Rp 50 miliar)

Kekayaan Radeber meliputi vila mewah dengan pemandangan pegunungan Alps yang diperkirakan bernilai Rp 21miliar, rumah pertanian di Provence yang ditaksir bernilai Rp 10 miliar, enam koleksi pesawat terbang layang seharga Rp 6 miliar, serta mobil Audi mewah seri A8 berbandrol Rp 700 juta.

Tidak tanggung-tanggung Radeber juga mengosongkan semua perabotan dan aksesoris di rumahnya, seperti lukisan, vas bunga mahal hingga lampu-lampu cantik. Semua barang itu sudah sukses dia jual. “Rencana saya memang tidak menyisakan apa un dan memberikan semua sen yang saya miliki. Saya tidak ingin memiliki apa-apa,” ucapaRadeber.

Lalu apa yang membuat pengusaha asal Telf itu nekat menguras hartanya untuk amal? “Saya menganggap uang itu sebagai hal yang kontraproduktif. Uang menghalangi kebahagiaan yang seharusnya datang lepada kita,” papar pria berkacamata tersebut.

Setelah mensual semua kekayaannya, Radeber berniat menyepi dan tingla di sebuah pondok kecil yang berada di Innsbruck. Dia kemudian akan membangun lembaga amal dari semua hartanya yang dia jual. Rencananya, lembaga amal ini akan beroperasi di Amerika tengah dan Latin.

“Selama ini saya menganggap bahwa dengan memiliki banyak kekayaan dan kemewahan maka otomatis lebih bajía. Tapi itu salah,” tandas Radeber.

Radeber menambahkan dia datang dari keluarga miskin yang Sangay menjunjung tinggi etos verja keras. Seolah ingin membalas masa lalunya yang miskin, Radeber bekerja membabi buta demi mengumpulkan banyak harta. Ironisnya, setelah kaya, dia justru tidak mendapatkan kebahagiaan sebelumnya.

Kondisi inilah yang meruntuhkan kenyakinannnya bahwa semakin banyak harta maka semakin besar kebahagiaan. Dia juga semkakin terusik dengan pemberontakan batinnya yang menganggap kemewahan bukanlah hal yang terpenting.

Tekadnya menjadi bulat saat bepergian ke Amerika Selatan dan Afrika. Ditempat-tempat tersebut, dia mendapati banyak kantong-kantong kemiskinan dan ketidakadilan. Setelah pulang dari dua wilayah itu, Radeber langsung memutuskan untuk mensual harta kekayaannya.

Radeber kini mengaku lega dan terbebas dari ‘penjara duniawi’ setelah mensual kekayaannya. Namun dia menolak untuk menasihati apalagi menghakimi orang-orang kaya yang belum mau beramal. (The Telegraph/Maesaroh)

sumber:

Harian Seputar Indonesia, Minggu 14 Februari 2010

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: