Skip to content

SEPUTAR ROKOK

26/01/2010
tags:

Kebiasaan merokok sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor, di terminal, di pasar, di tempat umum lainnya atau bahkan di rumah tempat tinggal kita sendiri. Kalau di negara-negara maju kampanye antirokok sangat gencar karena dampak buruk bagi kesehatan, akan tetapi di negara-negara berkembang justru pabrik-pabrik rokok meningkat karena pemodal  bergeser ke negara berkembang. Ini disebabkan karena sangat ketatnya negara-negara maju terhadap usaha rokok, sedangkan di negara berkembang dipermudah dengan alasan lapangan pekerjaan. Di negara-negara  maju pajak tinggi, iklan dipersempit, dan tempat-tempat merokok dibatasi, sedangkan di negara berkembang masih sangat longgar dan menguntungkan. Makanya sistem pemasaran rokok juga tanpa aturan yang ketat.

Meskipun semakin banyak orang di dunia Barat yang berhenti merokok, secara keseluruhan di seluruh dunia boleh dikatakan nyaris tak ada perubahan yang berarti. Jumlah perokok berkurang tajam di sejumlah negara yang secara intensif melancarkan kampanye antirokok, misalnya Inggris dan Norwegia. Sebaliknya, jumlah perokok di Afrika meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah di tahun 1970.

Para ahli dari WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa di negara dengan kebiasaan merokok yang telah meluas, maka kebiasaan itu mengakibatkan terjadinya 80%-90% kematian akibat kanker paru di seluruh negara itu, 75% dari kematian akibat bronkhitis, 40% kematian akibat penyakit jantung iskemik serta 18% kematian pada “stroke”. Menurut perkiraan, sepertiga penduduk dunia di atas usia 15 tahun suka merokok; ini berarti 1,2 milliar orang. Tujuh lima persen dari semua perokok berada di negara berkembang.

Satu batang rokok dibakar maka akan mengeluarkan sekitar 4000 bahan kimia, seperti nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hydrogen cyanide, ammonia, acrolein, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarin, 4-ethylcatechol, ortocresol, perylene, dan lain-lain. Secara umum bahan-bahan ini dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu komponen gas dan komponen padat atau partikel, sedangkan komponen padat dibagi menjadi nikotin dan tar.

Laporan WHO juga menyebutkan beberapa penyakit yang berhubungan dengan merokok, yaitu kanker paru, bronkitis kronik dan emfisema, penyakit jantung iskemik dan penyakit kardiovaskuler lain, ulkus peptikum, kanker mulut/tenggorokan/kerongkongan, penyakit pembuluh darah otak dan gangguan janin dalam kandungan.

Ancaman utama rokok terhadap organ tubuh antara lain:

  1. Otak: – stroke; – perubahan kimia otak.
  2. Mulut dan tenggorokan: – kanker bibir, mulut, tenggorokan, dan hidung.
  3. Jantung: – melemahkan arteri; – meningkatkan resiko serangan jantung.
  4. Dada: kanker esofagus.
  5. Paru-paru: – kanker; – emfisema; – asma; – penyakit paru obstruktif kronis.
  6. Hati: kanker
  7. Perut: – tukak lambung; – kanker lambung, pankreas, dan usus besar; – pelebaran pembuluh nadi perut.
  8. Ginjal dan kandung kemih: kanker.
  9. Reproduksi pria: – kerusakan sperma; – impotensi.
  10. Reproduksi perempuan: – kanker leher rahim; – mandul.
  11. Kaki: – gangren akibat pengumpulan darah.

sumber:

Tjandra Yoga Aditama, 1992 Rokok dan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia.

dan sumber lainnya.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: