Skip to content

MENGAPA BUAH DELIMA

04/08/2009

Berita di radio dan televisi hari ini seputar meninggalnya Mbah Surip dengan lagunya  “Tak Gendong” yang mengantarkan suksesnya sekaligus akhir perjalanan sebuah manusia kelahiran Mojokerto Jawa Timur.  Disamping itu  berita seorang teman di tempat kerja yang masuk ke ICU RS Fatmawati Jakarta Selatan,  sejak Jum’at lalu dalam kondisi kritis. Karena sekitar tiga tahun yang lalu juga pernah dalam kondisi yang mengkawatirkan sebab terserang stroke pada usia 37 an tahun.

Maka membaca harian Kompas hari ini (4 Agustus 2009) pada Klasika lebih fokus pada kesehatan, berhubungan dengan  salah satu yang harus diperhatikan jika kita merasa bersyukur atas nikmat sehat. Maka upaya-upaya menuju sehat itulah yang harus senantiasa diperoleh, baik dengan merawat,  mencegah, bahkan tindakan mengobati atau merehabilitasi.

Artikel dengan judul “Buah untuk Memenuhi Kebutuhan akan Air” akhirnya terekam dalam tulisan ini dengan tambahan referensi di kepalaku.

Radikal bebas senantiasa mengancam seseorang dimana pun dan kapan pun, seperti hal seorang musuh mengintai dan memata-matai kita. Hal ini membuat tubuh menjadi “tercemar” oleh racun yang berasal dari luar maupun dari dalam tubuh.

Oleh karena itu,  seseorang membutuhkan antioksidan untuk membantu mengurangi efek dari radikal bebas yang disinyalir dapat memicu timbulnya beberapa penyakit seperti, jantung koroner, dan kanker.

Radikal bebas yang terdapat dalam tubuh masuk dengan berbagai cara, akan tetapi hal tersebut umumnya timbul sebagai akibat berbagai proses biokimiawi dalam tubuh, berupa efek samping dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada saat bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan, atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari.

Meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh dapat dilakukan dengan mengkomsumsi buah, sayur, dan rempah-rempah. Jika selama ini hanya jeruk dan jambu biji dipercaya mengandung antioksidan tinggi, maka demikian pula dengan pome (pomegranate)  atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan buah delima.

Selain dapat membantu meningkatkan antioksidan dalam tubuh, buah delima juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.  Sebut saja dapat digunakan sebagai bahan herbal membantu mengatasi penyakit seperti, nyeri, lambung, desentri, meredam demam, antitoksik, meredakan batuk, dan lain-lain. Disamping buahnya ternyata kulit buah, akar, dan bunganya juga bermanfaat.

Buah ini mempunyai efek ekstrogenik, yaitu menangkal ganguan menopause dan mencegah kanker organ reproduksi. Dengan minum satu gelas jus delima setiap hari, maka anda mendapatkan asupan senyawa antioksidan polifenol sebanyak 100 ml. Senyawa antioksidan polifenol lebih banyak pada biji, dapat melumpuhkan sel kanker dan memulihkan pengerasan pada dinding arteri.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: