Skip to content

DI DEPAN MATA

24/07/2009

Kira-kira klo kita berada atau melewati di suatu tempat terutama di perkotaan, masihkah kita risih/peduli dengan sampah.  Klo masyarakat kita masih peduli dengan sampah, maka kita masih peduli dengan lingkungan kita. Bayangkan klo sampah di rumah selama sebulan saja tidak diambil tukang sampah,  sudah berapa kilogram menumpuknya sampah dilingkungan kita?  Bisa-bisa setahun halaman rumah kita sudah tertutup oleh timbunan sampah (klo punya halaman),  sampah non organik (plastik ) dapat terurai secara alami membutuhkan waktu 300 tahun.  Klo setiap rumah tidak dapat mengelola sampah dengan baik, maka kemungkinan sesudah lima tahun kita harus tidur di atas sampah bukan di tempat tidur yang empuk dan sejuk ber-AC.

Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Berikut tips sederhana untuk meminimalis sampah non organik

  1. Kurangi pemakaian plastik untuk makanan dan minuman.
  2. Selain tidak baik untuk kesehatan,  kaleng minuman juga menambah sampah.
  3. Kurangi menggunakan kantong plastik bila belanja manapun, ganti dengan tas sendiri atau kelola dengan baik setelah belanja untuk keperluan yang lain.
  4. Kurangi seringnya mengganti sikat gigi atau alat rumah tangga.
  5. Jika dapat digunakan kembali, sampah non organik sebaiknya digunakan lagi, contoh kaleng minuman digunakan sebagai tempat pensil, botol air mineral untuk pot bunga dll
  6. Jangan membuang battery ke sungai atau laut
  7. Memisahkan sampah antara non organik dan organik
  8. Sebaiknya jika makan diwarung jangan dibungkus, makan di tempat aja

Sedih jika melihat orang membuat sampah sembarangan,  baik  sengaja atau tidak sengaja.  Masih  sering kita melihat orang membuang tisu atau plastik dari dalam mobil, bahkan ada yang sengaja membuang sampah dalam plastik di pinggir jalan atau sungai.  Bahwa perilaku yang dianggapnya lumrah, sebenarnya akan mendatangkan bencana yang besar bagi kehidupan.

Amati jika usai sebuah kegiatan masal (kampanye, pasar malam, konser musik, pentas kesenian, pameran dll bahkan kegiatan keagamaan) pasti yang ditinggalkan sampah, bukan kebaikan-kebaikannya. Mereka lupa telah meninggalkan bencana bagi orang lain, walaupun ada sisi kebaikan bagi pemulung tapi membuat susah pemulung untuk mengumpulkannya.

Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.

Bagaimana religi kita, bagaiman pendidikan kita, bagaimana perilaku kita. Sudahkan bermanfaat bagi kita dan orang lain?

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: