Skip to content

Olahraga Tingkatkan Kemampuan Otak

03/12/2008

Olahraga tidak saja membuat badan lebih sehat tetapi juga otak lebih cemerlang. Pelbagai penelitian yang disajikan dalam pertemuan Society for Neuroscience, sebagaimana dilaporkan Dallasnews.com, menunjukkan, orang yang melakukan joging secara rutin mampu belajar dan mengingat lebih baik daripada mereka yang tidak joging. Joging dan jalan cepat di sekeliling tempat tinggal sama baiknya dengan lari maraton. Penelitian Fernando Gomez-Pinilla dan kawan-kawan dari Universitas California, Los Angeles, menunjukkan, tikus percobaan yang diberi makan tinggi lemak dan gula mengalami penurunan zat kimia otak yang dikenal sebagai brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Fungsi zat kimia ini membantu neuron otak untuk memindahkan informasi. Tikus dengan kadar BDNF rendah mengalami kesulitan untuk mengingat jalan dalam labirin dibanding tikus normal. Untungnya, penurunan kadar BDNF bisa dikoreksi dengan olahraga. Pada tikus, olahraga selama dua bulan bisa mengembalikan kadar BDNF pada tingkat normal. Hal itu dikuatkan oleh tim peneliti dari Jepang. Mereka yang joging menunjukkan kemampuan lebih baik daripada yang tidak joging dalam hal belajar dan daya ingat yang merupakan kerja prefrontal cortex, yaitu bagian otak tepat di belakang dahi. “Bagian otak ini berurusan dengan fungsi psikologi kompleks, seperti membuat keputusan, membuat perencanaan, berpikir, serta daya ingat,” jelas Dr. Kisou Kubota, peneliti pada Universitas Nihon Fukushi, Nagoya, Jepang. Kubota mendapatkan kelompok pemuda yang melakukan joging tiga kali perminggu menunjukkan kinerja yang lebih baik pada tes membuat keputusan dan daya ingat lewat komputer daripada kelompok yang tidak joging. Sebelum penelitian berlangsung kedua kelompok sama-sama tidak joging dan sama-sama menunjukkan hasil rata-rata 65 persen benar dalam menjawab soal. Setelah enam minggu kemampuan kelompok yang tidak joging secara rutin meningkat. Mereka berhasil menjawab secara benar 80 persen soal. Setelah 12 minggu prestasi kelompok joging meningkat menjadi 95 persen, sementara kelompok tidak tidak joging hanya 70 persen. Namun prestasi ini bisa melorot setelah tak berolahraga. Setelah enam minggu berhenti joging kemampuan kelompok joging menjadi sama dengan kolompok tidak joging. Berapa lama olahraga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan? Ternyata tidak perlu ngoyo. Penelitan di Universitas Rudgers, New Brunswick, mendapatkan bahwa jalan kaki 30 menit memberikan hasil yang sama dengan jalan kaki yang lebih lama. Hasil pengamatan Dr. Rui Tao pada tikus yang berolahraga dengan treadmill menunjukkan peningkatan kadar serotonin-zat yang mengontrol suasana hati dan antidepresi-sama saja pada tikus yang berolahraga 90 menit dengan yang 30 menit. Jadi, kalau Anda ingin meningkatkan kinerja dan kemampuan belajar tidak usah repot-repot. Cukup sempatkan waktu untuk jalan kaki keliling kompleks rumah selama 30 menit, setidaknya tiga kali seminggu.

Atika Walujani

Sumber: Memahami Otak, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2003.

One Comment leave one →
  1. 31/12/2008 1:23 am

    4ecXf0 Thanks for good post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: