Skip to content

HARI MINGGU GAK ADA RENCANA

24/11/2008

“Assalamu’alaikum wr wb Pak, ada pesan dari istri agar segera menghubungi Bapak”.  Demikian pembicaraan awal di hari Minggu  16 Nopember  2008 sekitar jam 10.00 wib yang agak bermalas-malas keluar kamar. Berhubung malam harinya (malam minggu) setelah ada acara keluarga di rumah Om serta menjemput istri pulang dari Bandung tidurku agak terlambat. Battery HP kosong dan setelah sholat subuh tidak sempat ngecharge, apalagi hari minggu maka tidur menjadi pilihan.

 

Tugas kali ini menggantikan teman yang berhalangan karena kecelakaan, maka siang itu istriku langsung memesan tiket untuk hari Senin tujuan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung. Saat pembicaraan awal memang sudah bersepakat kalau tidak ada orang lain yang bisa berangkat maka aku siap menyusul ke Belitung. Maka kuputuskan untuk penerbangan jam 13.25 wib dengan Sriwijaya yang merupakan penerbangan favorit di propinsi Bangka-belitung.

 

Sekitar jam sepuluh lewat di hari Senin yang macet aku sudah sampai di kantor istri dikawasan Jl. Jend. Sudirman kav 5 tepatnya di gedung Toyota untuk mengambil tiket. Setelah sarapan di kantin samping BNI Tower maka taxi berwarna biru yang merupakan group taxi favorit di Jakarta mengantarkan ke bandara Soekarno-Hatta di kawasan Cengkareng.

 

Penerbangan siang itu lancar hanya ada sekali pengumuman dari awak pesawat bahwa cuaca buruk sehingga sabuk pengaman agar tetap terpasang. Pukul 14.40 wib pesawat mendarat di Tanjung Pandan. Saat turun dari badan pesawat gerimis dan sebagian penumpang dilayani dengan diberikan payung oleh pihak bandara. Kondisi bandara memang sedang ada renovasi besar, sehingga informasi mengenai ruang tunggu dan keluar kurang dimengerti. Setelah menunggu sekitar lima belas menit maka ada bapak yang menjemput, ternyata beliau sebagi kepala seksi PLSPO (Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga) di Kantor Dinas Pendidikan Belitung.

 

Sambil berbincang-bincang di mobil tak terasa tidak sampai 30 menit kami sudah sampai di tempat kegiatan, tepatnya di gedung SKB Kabupaten Belitung. Berhubung menjelang istirahat maka aku mengamati kegiatan dan lingkungan pelaksanaan, dimana jadwal materi saya baru dilaksanakan esok harinya.

 

Setelah selesai materi hari itu sore hari sekitar jam 17.00 wib, maka kami bertiga (Aku, Pak Sigit, dan Pak Subagio) menuju ke penginapan tepatnya di rumah bekas Tuan Penguase …………….   pada jaman penjajahan Belanda, dan pada jayanya timah merupakan rumah Direksi PT Timah. Sekarang gedung itu dikelola oleh dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

 

Bangunan yang menghadap kearah pantai ujung barat pulau Belitung tersebut  berhadapan dengan masjid dibangun tahun 1969 dengan konstruksi bangunan yang sangat berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Memang khas pantai di Belitung banyaknya batu granit, maka di depan bangunan itu juga terdapat batu granit setinggi plafon bangunan. Dimana disamping batu itu tumbuh pohon beringin, yang terkesan di bonsai, karena walaupun umurnya sudah puluhan tahun tidak terlalu menyeramkan dan mungkin itu tumbuh diatas batu itu. Ruangan yang luas dengan kamar-kamar yang banyak serta plafon tinggi, mungkin pada jamannya tidak sembarang orang bisa masuk di kawasan ini.

 

 

 nginap-disini

dua hari nginap disini, copy dari www.eljohn.net

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: