Skip to content

MENGINJAK BUMI RAFFLESIA

28/10/2008

Tidak seperti biasanya saat keluar dari badan pesawat dan menginjak aspal suasana hati sepi, karena saat tugas kali ini hanya sendirian tanpa ada suasana canda ketawa dengan teman seperti biasanya dalam tim tugas. Dalam benak hanya ingin cepat ke hotel agar bisa istirahat, tetapi saat kuhidupkan handphone dan menghubungi penjemput ternyata beliau masih dalam perjalan. Akhirnya kulekatkan pantat ini dikursi ruang tunggu lebih lama, padahal dengan tidak ada barang di bagasi aku berharap setelah sampai di bandara langsung bisa menuju ke hotel.

Penunjuk waktu menampakkan angka 18.35 saat kendaraan tiba di hotel Wedika,  bersama Pak Saidi Ibra dan Pak Lisman sudah pesan kamar di hotel ini. Sholat magrib serta jama’ isya’ kutunaikan kewajiban pertama saat masuk kamar, setelah itu kami melanjutkan pembicaraan untuk skenario esok hari sambil menikmati makan malam di restoran Sri Solo agak dekat dengan hotel Wedika. Walaupun di hotel itu ada restoran Bengkulu, karena alasan lidah maka Pak Lisman mengajak saya ke restoran yang bermenu Jawa .

Saat selesai sarapan pagi “nasi goreng dengan teh manis panas” , pak Ruslan tiba untuk mengantarkan ke tempat kegiatan. Setelah selesai merapikan diri tas punggung yang berisi berkas serta laptop kumasukkan dalam mobil dan meluncurlah Panther hitam menuju wilayah Kabupaten Seluma. Ternyata gerbang bandara yang semalam kutinggalkan dilewati lagi pagi ini. Dimana Wedika hotel yang berada di Jl. Tendean dekat persimpangan yang ditengahnya ada patung seperti di bundaran HI Jakarta, patung sepasang laki-laki dan perempuan dimana lambaian tangan keatas oleh bapak sambil memegang jangkar serta ibu yang membawa sesuatu dipegang kedua tangan.

Kegiatan dua hari ini pada hari pertama agak melelahkan, walaupun ada bapak Jono Gustono dosen UNIB Bengkulu sebagai nara sumber setempat, namun hampir 5 x 45 menit aku harus menyampaikan teknis pelaksanaan dan materi kepada para guru SMP/MTs yang tergabung dalam MGMP Penjas kabupaten Seluma ini. Hari kedua tinggal menunggu progess report dan presentasi beliau-beliau para pahlawan tanpa tanda jasa itu dalam rangka ”Pendampingan Teknis Pengembangan Model Pembelajaran Bagi KKG Dan MGMP Penjasorkes”

”Selamat Datang di Bumi Rafflesia” tulisan yang terpampang di bandara, mengingatkanku bunga yang ada di kebon Raya Bogor. Ternyata benar bahkan di tempat pelaksanaan kegiatan yaitu di SMPN 7 Kabupaten Seluma yang dulunya dikenal dengan SMPN 2 Sukaraja tersebut terdapat bunga Rafflesia Aldnoldii yang berada di sudut kiri depan halaman sekolah tersebut.

http://img.blogcu.com/uploads/merakediyorum_rta.jpg

Dari sumber wikipedia dijelaskan Rafflesia arnoldii, dikenal sebagai Patma raksasa (Rafflesia arnoldii) yang merupakan tumbuhan parasit obligat, yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana)Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci-Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat.

Bunga ini merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrasigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai “tanaman” adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi. (sumber, wikipedia)

Apa sih bedanya dengan bunga bangkai?.

http://wahyukrisna.files.wordpress.com/2008/05/200px-bunga_bangkai1.jpg

Bunga Bangkai adalah jenis Amorphophallus titanium. Bunga ini memberi pesona tersendiri karena disamping keindahan juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar. Itulah sebabnya disebut juga dengan Suweg Raksasa. Bunga ini muncul dari dalam tanah berasal dari umbi tumbuhan yang telah hilang pada akhir masa pertumbuhannya. Dalam masa perkembangan, bunga atau kembang sangat tergantung pada umbi yang ada di dalam tanah. Bunga ini terdiri dari : tangkai bunga, kelopak atau selundang dan bongkol berbentuk tugu ditengah-tengah kelopak bunga. Perkembangan bunga yang dimulai sejak berbentuk kuncup hingga menjadi kayu diperkirakan kurang lebih 2 bulan. Bunga bangkai yang tumbuh, memiliki siklus dari mulai kuncup hingga mekar jauh leih cepat sekitar 22 hari dan waktu tercepat pada saat kelopak bunga layu hanya sekitar 24 jam.

Banyak orang mengidentikan bunga bangkai sama dengan bunga Rafflesia arnoldii bunga terbesar di dunia (padma raksasa). Padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat prinsipil. Persamaanyang paling menonjol diantara kedua kembang ini terletak pada bau atau aroma yang disebarkan. Sedangkan perbedaannya meliputi :

<!–[if !supportLists]–>·<!–[endif]–>Dalam hal bentuk, dimana Rafflesia arnoldii berbentuk bundar melebar sedangkan Arorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti jagung yang masih berbalut;

<!–[if !supportLists]–>·<!–[endif]–>Bunga Arorphophallus titanum adalah umbi yang tertanam di dalam tanah. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan yang menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh. (sumber: www. Dephut.go.id/SUMUT)

Nah, jadi, demikianlah, ternyata selama ini banyak orang menganggap rafflesia arnoldii adalah bunga bangkai dan bunga bangkai adalah Rafflesia arnoldii. Padahal yang sama cuma pada Bau- nya saja untuk menarik perhatian sang Lalat untuk proses penyerbukan pada masing-masing bunga tersebut. Tetapi jenis dan bentuknya adalah berbeda sama sekali.

Kamis, 23 oktober 2008 sejak dini hari butiran-butiran air hujan berebut ingin membasahi ”bumi rafflesia” mengiringi tahajud dan sahurku. Hingga huruf-huruf ini muncul satu persatu di layar laptop, sepertinya gerimis masih mengiringi. Kuberharap saat ke bandara siang ini cuaca cerah, dan insya Allah penerbangan JT 637Q terjadwal pukul 12.00 WIB tidak tertunda serta lancar menuju bandara Sukarno-Hatta Cengkareng. Sehingga tugas siang ini di kampus kawasan Pasar Rebo Jakarta Timur bisa kujalankan sesuai rencana, dan aku bisa cepat bertemu kedua putriku dan istri seperti hari-hari biasanya yang penuh ceria di kawasan Sawangan Baru Kota Depok. Amin……!

100_8430

Tugu di persimpangan dekat Wedika hotel

100_8437

Tugu di persimpangan dekat Walikota Bengkulu

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: