Skip to content

SEMANGATKU ADALAH GAIRAHKU

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”. (QS: 55 Ayat 33)

KEKHAWATIRAN Perilaku Seks Remaja…. Semoga Menjadi Perhatian Semua

19/12/2011

Pengetahuan pendidikan seks  yang masih minim dan salah dalam mengeksplorasi, menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan dalam perilaku seks remaaja. Bahkan para remaja sudah melakukan hubungan seks sejak bangku kuliah, begitu menurut survey yang dilakukan Sexual Behavior Survey 2011.

Seyogyanya pendidikan seks sangat diperlukan agar remaja memiliki pengetahuan yang memadai, begitu pentingnya menjaga organ-organ reproduksi serta menanamkan nilai-nilai moral yang berkaitan dengan masalah seksualitas.

Pengetahuan mengenai masalah seks yang seharusnya bersumber dari orang tua dan sumber lain yang professional, justru jarang didapatkan. Akibatnya, banyak remaja berusaha mencari tahu sendiri melalui berbagai sumber yang informasinya salah dan kurang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti teman, internet yang tidak sehat, media porno dan sebagainya.

Hasil penelitian tersebut meneliti perilaku seks remaja usia 15-25 tahun, melalui teknik wawancara langsung terhadap 663 responden di lima kota besar, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali pada bulan Mei 2011. Hasil penelitian tersebut diantaranya mengenai perilaku seksual bersama pasangan. Rata-rata mereka berhubungan seks pertama kali saat ada di bangku kuliah, yaitu usia 19 tahun. Para partisipan umumnya melakukan hubungan seks bersama pacar (88%), yang wanita dengan sesame jenis (9%), dan yang pria bersama pekerja seks (8%).

Tentang membahas kegiatan seksualnya paling sering dengan sahabat atau teman dekat (93%). Selanjutnya disusul bersama pacar (21%), baru dengan ibu (10%), dengan kakak atau adik (9%), dan dengan ayah (2%).

Berkaitan dengan belajar masalah seks, responden menjawab paling banyak dengan teman (64%), lalu film porno, orang tua, pengalaman pribadi, dan internet.

Melihat hal tersebut maka psikolog seksual Zora Amirin, berpendapat bahwa sebaiknya pendidikan seks bukanlah hal yang tabu untuk dibahas dalam keluarga, dan sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk mencegah remaja dan kaum muda mendapatkan informasi yang salah dari sumber yang tidak jelas.

Sumber Data:

Seputar Indonesia terbit Senin, 12 Desember 2011

Perjalanan di Tanggal 11 bulan 11 dan tahun 2011

12/11/2011

Menyusuri kata demi kata, paragraf antar paragraf dan judul antar judul di majalah keluaran maskapai nasional pilihanan kedua setelah Garuda Indonesia ini yaitu Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ 0063 memberikan suasana lain, karena kegelisahan yang berkecamuk akibat penundaan penerbangan yang seyogyanya dijadwalkan 17.20 wib itupun juga karena perubahan jadwal dari yang biasanya. Mungkin bukan karena alasan even Sea Game XXVI yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, tetapi sering dialami terutama di maskapai penerbangan lainnya. Bacaan yang saya comot di depan seat 19 A menemani semenjak persiapan take off yang membawa seluruh isi penumpang dari bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) menuju bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK). Isi majalah yang lebih banyak tema perayaan ulang tahun ke-8 dari maskapai tersebut. Mengulas tentang keindahan beberapa daerah di negeri ini dengan kekayaan budayanya, terutama pulau nan cantik dari asal pemilik maskapai tersebut yaitu pulau Bangka dan Belitung yang dikenal dengan propinsi Bangka Belitung.

Tanpa terasa saat menatap kearah kiri di jendela, bulan purnama nan cantik yang putih dan bulat tepat mengiringi di ujung sayap kiri pesawat yang terus berkepak. Hamparan awan putih yang tak berujung, seakan berada di atas kapas luas sedikit tampak akibat sinaran bulan yang terang bertepatan tanggal 15 Dzukhijah 1432 H atau tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 ini.  Terucap “Subhanallah-walhamdulillah-wala ilaha ilallahu Allahu Akbar” yang memberikan rasa kagum dan tak sempat berpikir bahwa sesuatu yang diciptakan dari yang kecil hingga yang besar, dari yang kecil hingga besar semuanya dalam aturan sesuai yang memeliharannya.

Crew pesawat mengumumkan bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di bandara Soekarno-Hatta Jakarta, saat waktu disebutkan pukul 20.05 wib, dimana tidak ada perbedaan antara Jambi dan Jakarta. Saat ingin melihat bulan ternyata yang tadinya persis segaris dengan sayap pesawat, ternyata harus sedikit menurunkan kepala karena bulan agak sedikit di atas sisi pesawat. Karena pemandangan bulan sulit di lihat maka segera mengarahkan pandangan ke bawah, dan cukup menakjubkan hamparan sinar di permukaan bumi bagaikan tebaran butiran intan terlihatkan oleh warna lampu-lampu, dari bangunan dan rumah, jalan, dan sorot terangnya lampu mobil di jalanan. Begitu luas mengiringi derunya mesin dan sayap pesawat yang mulai di lebarkan untuk lebih merendahnya pesawat menuju landasan.

Greeeg ….. hentakan kecil tanpa terasa pesawat ternyata telah mendarat. Maka dengan santai kamipun siap-siap untuk segera bisa meninggalkan tubuh pesawat, bersama rombongan sejumlah tujuh orang. Terima kasih ya Allah telah engkau terbangkan jasad ini untuk mengagumi dan bersyukur atas segala karunia dan lindunganMU. Semoga tiga hari lagi untuk tugas yang sama Engkau senantiasa berikan kemudahan dan kelancaran dari setiap perjalanan hamba yang tiada memiliki kekuatan apa-apa. Amin ya Rabbal alamin.

Sedikit titip ungkapan bagus yang memberikan sedikit motivasi dan inspirasi dari seorang buta dan tuli yang pernah putus asa akibat kondisinya saat berumur sebelum tujuh tahun tetapi di hari-hari selanjutnya hingga meninggal sukses dalam pendidikan dan karyanya yaitu Hellen Keller (1880 s.d 1968). Sebagian kutuliskan di up date status di wall facebook, yaitu:

“Sesuatu yang terbaik dan terindah di dunia ini,

Tidak dapat dilihat ataupun disentuh…

Kau harus merasakannya dengan hatimu”

…..

….

“Saya hanyalah satu, tetapi saya satu.

Saya tidak dapat melakukan semuanya,

Tetapi saya msh dpt melakukan sesuatu.

Dan karena saya tidak dapat melakukan semuanya,

Saya tidak akan menolak sesuatu yang dapat saya lakukan”

Keluhan Pagi Seorang Bapak

27/10/2011

Usai sholat subuh berjama’ah di musholla Al Furqon saat melangkah menuju ke rumah, bersapa dengan tetangga rumah sambil membawa cangkul “Pak Edi” namanya. Dalam perbincangan itu, beliau mengeluhkan mengapa dengan sesuatu yang diperbuatnya kadang-kadang sering di complain orang lain. Seperti memutarkan kaset menjelang subuh, saya bilang ya…putar saja tapi jangan keras-keras dan jangan lama-lama cukup sekitar sepuluh menit menjelang waktu subuh. Hal lainnya seperti mengerjakan penimbunan sisi jalan yang tergenang air dan membersihkan lingkungan, masih ada orang bilang “Malam-malam kok ngerjain beginian? Memang nggak ada kerjaan lainnya “. Akhirnya kubilang saja, lakukan saja sesuai kata hati … yang penting ikhlas dan tidak mengganggu orang lain. Bahkan sebisa yang kita mampu untuk senantiasa berbuat positif terhadap lingkungan dan tempat kita beraktifitas.

Menyimak dari keluhan hati seorang bapak yang sehari-hari bekerja memilah sampah dan sekaligus marbot musholla dekat rumah itu, mungkin sekian banyak orang ada keinginan berbuat baik saja merasa risih dan dicemburui. Namun kadang banyak orang yang berbuat kurang terpuji, seperti membuang sampah sembarangan (di sungai, di tanah orang, atau di jalanan) namun banyak orang yang kurang peduli. Bahkan untuk melarang dengan langsung pun tidak terucap, walaupun ada kata hati tidak senang terhadap hal tersebut. Contoh lain, seperti mengatakan tidak  pantas atau tidak berkenan terhadap seseorang yang merokok di tempat umum sembarang juga tidak ada keberanian mengatakan.

Sebenarnya banyak hal yang dapat kita perbuat untuk Negeri tercinta ini, seperti peduli lingkungan  yang dapat dilakukan dengan cara sederhana, membuang sampah pada tempatnya dan ikut membersihkan lingkungan sekitar. Berjuang untuk tetap menjaga dan melestarikan keindahan alam dan merawatnya, harus senantiasa dimiliki oleh orang-orang yang merasa masih tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masih ada keinginan terbesit seperti semasa masih remaja bersama orang tua di Pabuaran Bojonggede, ada kerja bakti membersihkan lingkungan RT, betonisasi jalan dengan swasembada, membuat taman di pinggir sungai, membersihkan sampah di sungai dekat rumah, dan kumpul-kumpul bersama warga lain manakala olahraga bulutangkis dan ada ronda. Wah………… sekarang jarang merasakan hal seperti itu.

Menurunnya Tataran Kriteria Sehat Secara Umum

28/09/2011

Menyimak definisi sehat menurut organisasi kesehatan dunia WHO, bahwa sehat adalah Suatu keadaan sehat jasmani, rohani dan  sosial (aspek positif) dan tidak hanya bebas dari penyakit serta kecacatan (aspek negatif).  Dalam hal ini sehat mengandung 3 karakteristik : 1). Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia. 2). Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal. 3). Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif. Maka jika apa yang sering kita saksikan di masyarakat dan sebagian pelaksana kepemerintahan tidak menjalankan dengan amanahnya, maka sebenarnya masyarakat kita sebagian besar sedang sakit.

Ya sedang sakit ……., mengapa demikian? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan mendasar bahwa, pertama ternyata untuk memelihara jasmaninya bugar kadang-kadang masih banyak masyarakat yang belum memperhatikan sampai detail, bagaimana membugarkan tubuh agar senantiasa sehat terus terpenuhi. Baik dari faktor kebutuhan gizi, aktivitas gerak untuk latihan sesuai prinsip kebugaran, ataupun bagaimana menyeimbangkan antara porsi aktivitas kerja tubuh dan porsi istirahat. Kedua dari segi kebutuhan rohani masih banyak masyarakat yang tidak memperhatikan akan kebutuhan rohani, seperti memberikan asupan kebutuhan jiwa dengan menjalankan ajaran agama dengan baik, kenyamanan, kesejahteraan, keamanan, dsb. Ketiga dari segi sosial, bagaimana sering kita saksikan ternyata kondisi masyarakat kita masih banyak yang sedang sakit secara sosial. Contoh: bentrokan warga yang tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah seperti yang diidamkan dalam nilai-nilai Pancasila, perkelahian pelajar, bahkan sering kita saksikan kaum intelektual di kampus masih memilih dengan cara-cara kekerasan dalam menyikapi perbedaan atau perselisihan  baik antar kampus bahkan antar fakultas.

Kondisi yang demikian apakah bisa dikatakan bahwa masyarakat kita dapat dikatakan sehat, sedangkan untuk membangun karakter sebagai makhluk sosial dengan prinsip-prinsipnya sudah banyak ditinggalkan. Contoh nilai-nilai yang sudah ditinggalakan apalagi diterapkan dalam kehidupan, seperti: toleransi, kerjasama, gotong-royong, tenggang rasa, saling membantu, hormat kepada sesama bahkan kepada orang yang lebih dituakan, peduli, empati, dan lain sebagainya. Bahkan mendholimi satu orang umat tidak dirasakan, apalagi jika sampai korupsi yang mendholimi masyarakat banyak. Kadang kalau menyimak diseputar kita, bahwa membuang sampah tidak pada tempat sesungguhnya merupakan perbuatan menyengsarakan orang lain sehingga bencana besar akan datang.

Sering individu menganggap dia merasa sehat karena bebas dari penyakit, cacat , dan kelemahan (aspek negatif), namun  prinsip-prinsip memelihara kesehatan jasmani, wadah untuk memelihara kebutuhan rohani dan sarana untuk bersosialisasi pun sudah tidak lagi diperhatikan. Semoga sebagai makhluk yang beriman kita senantiasa mampu memelihara keimanan dengan sesungguhnya dan secara menyeluruh. Bagaimana dapat dikatakan beriman, manakala tidak bersyukur dengan menjaga kesehatan jasmani secara baik. Tidak mampu memenuhi kebutuhan rohani dengan melaksanakan agama secara kafah, dan tidak mampu melaksanakan aktivitas sosial manakala nilai-nilai sosial dalam masyarakat tidak diaplikasikan.

Jika dipertanyakan dalam diri kita…. masihkan kita dianggap sebagai individu yang sehat ????????.

Pengeluaran Sia-sia Ratusan Triliun Setelah Beras

23/09/2011
tags:

Jika pernah melihat dan mendengar berita tentang demontrasi oleh kelompok petani tembakau akibat menolak Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengendalian Tembakau dan aturan peringatan bergambar  pada rokok serta pengendalian iklan, promosi, dan sponsor rokok, sebenarnya apa yang dikehendaki oleh kelompok demonstran tersebut. Apakah murni dari petani atau karena politisasi oleh pengusaha-pengusah rokok. Namun jika melihat harga bahan-bahan pokok terus melambung karena produktivitas yang tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk, mengapa petani dan pemerintah tidak memilih solusi untuk mengatasi kekurangan bahan kebutuhan tersebut.

Menelaah tentang tembakau sebagai bahan utama rokok, memang ada banyak hal yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat yaitu keuntungan dan kerugian terhadap hasil komoditi ini. Maka jika membahas rokok, jarang masyarakat berbicara dampak rokok terhadap perokok pasif. Tetapi masih banyak berkutat pada dampak si perokok itu sendiri, bahwa racun rokok sangat berpotensi dihirup oleh mereka yang berada dalam satu ruangan dengan perokok. Bahkan mereka yang menempati ruangan bekas dipakai merokok juga berpotensi menghirup racun yang menempel pada barang-barang di ruangan itu.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Adang Bachtiar bahwa “Racun rokok yang bersifat karsinogenik (memicu kanker) dapat tertinggal di kursi, lemari, atau dinding di ruangan tempat merokok. Orang yang menghirup itu disebut  thirdhand smoker”

Dari data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan pada tahun 2007 menunjukkan 97 juta warga dewasa yang tak merokok dan 43 juta anak-anak Indonesia terpapar asap rokok oleh orang lain (secondhand smoker).

Peraturan tentang larangan merokok oleh pemerintah yang diterapkan di tempat public baru diterapkan di tempat kesehatan dan pendidikan, namun realisasinya belum berjalan dengan baik. Bahkan di kawasan ASEAN merupakan hal yang terburuk, karena Negara-negara lain sudah menerapkan larangan merokok di angkutan umum, restoran-bar, tempat kerja, dan ruang tertutup lainnya.

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengendalian Tembakau dan aturan peringatan bergambar  pada rokok serta pengendalian iklan, promosi, dan sponsor rokok. Namun RPP yang seharusnya selesai tahun 2010 itu belum tuntas akibat besarnya kepentingan kementerian lain.

Pada tahun 2010 tembakau menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu sebesar Rp. 231,27 triliun. Rinciannya adalah Rp. 138 triliun untuk membeli rokok, Rp. 2,11 triliun untu perawatan medis, dan Rp. 91,6 triliun akibat hilangnya produktivitas.

Data pada tahun 2008 ternyata rokok menjadi pengeluaran kedua setelah padi-padian (bahan makan pokok), dimana komsumennya sebagian besar tergolong  kelompok miskin. Wah… begitu gawatnya karena jumlah perokok semakin meningkat terutama pada kelompok usia produktif baik laki-laki atau perempuan. Semoga pemerintah dan keluarga Indonesia semakin peduli terdapat dampak-dampak negative ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.