CATATAN ONOPIRO

PERINGATAN TAMBAHAN BAHAYA MEROKOK

01/02/2010 · Leave a Comment

Insiden meledaknya rokok ini terjadi pada Kamis 28 Januari sekitar pukul 18.30 WIB di Jl Teuku Umar No 1, Cibitung, Bekasi.  Kala itu Andi Susanto membeli rokok warna putih yang dibelinya di warung milik Bu Panji,  warung tetangganya. Dia membeli satu bungkus. Batang pertama dan kedua, Andi baik-baik saja. Tapi pada isapan batang ketiga, rokok meledak akhirnya lima gigi Andi Susanto rontok gara-gara rokok yang diisapnya meledak.

Insiden ini menambah panjang daftar bahaya merokok selain kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya,  sebuah produk  rokok  inisial  C Mild produksi PT N.

Semoga bagi para perokok tidak harus mengalami seperti Andi Susanto untuk mau berhenti merokok.

→ Leave a CommentCategories: Kesehatan

MAKNA KESEHATAN DAN KEBUGARAN JASMANI

27/01/2010 · Leave a Comment

Sejalan dengan definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan , definisi ini diuraikan lebih lanjut sebagai berikut:

Sehat =     Sejahtera      +       Bebas

-   jasmani           -  penyakit

-   rohani             –  cacat

-   sosial               –  kelemahan

Jadi sehat meliputi tiga aspek yang saling berkaitan erat, yakni jasmani, rohani, dan sosial. Itulah sebabnya pembinaan kesehatan melalui salah satu aspek, khususnya melalui kegiatan jasmani atau olahraga, berpengaruh terhadap kedua aspek lainnya.

Kutub lain dari sehat ialah sakit. Karena sehat bertingkat sehingga tepat digunakan istilah derajat sehat. Dengan demikian derajat sehat selalu meningkat bila dibina, sebaliknya menurun bila ditelantarkan.

Istilah sehat mengandung makna khas jika ditinjau dari ilmu faal. Ilmu faal adalah ilmu yang mempelajari fungsi suatu struktur, khususnya struktur biologik. Pada manusia struktur biologik itu ialah jasmani. Dengan demikian peninjauan ilmu faal  terhadap kesehatan terutama dari aspek jasmaniah. Jasmaniah dikatakan sehat bila seluruh proses fisiologis atau seluruh fungsi organ pada jasmani dalam keadaan normal.

Karena fungsi organ tubuh berubah dari keadaan istirahat ke keadaan kerja, maka sehat menurut ilmu faal dibagi menjadi dua tingkatan:

-       Sehat statis: fungsi organ tubuh normal dalam keadaan istirahat.

-       Sehat dinamis: fungsi organ tubuh normal dalam keadaan bekerja, atau bergerak.

Seseorang yang sehat dinamis tentu sehat statis, namun tidak demikian dengan sebaliknya sehat statis belum tentu sehat dinamis. Jadi kian berat kerja atau olahraga yang dapat dilakukan seseorang dengan fungsi organ tubuh tetap dalam keadaan normal, kian tinggi derajat sehat dinamisnya. Sebagai contoh, seseorang yang mampu berjalan di sepanjang tanjakan yang cukup panjang selama 10 menit atau lebih dengan dengan kecepatan wajar tanpa tanda-tanda sesak nafas, akan disebut memiliki derajat sehat dinamis. Tapi bila seseorang lainnya dapat berlari di sepanjang tanjakan itu tanpa tanda-tanda sesak nafas, maka dia disebut memiliki derajat sehat dinamis yang lebih tinggi. Sesak nafas menunjukkan adanya fungsi organ tubuh yang tidak normal, yaitu ketidakmampuan organ tubuh memenuhi tuntutan kebutuhan olahdaya (metabolism) yang lebih tinggi pada waktu terjadi kegiatan jasmani yang lebih berat.

Setiap orang perlu memiliki derajat sehat dinamis. Apalah artinya sehat kalu orang itu hanya sehat sewaktu beristirahat, apalagi jika sehat sewaktu tidur. Perikehidupan manusia dalam setiap seginya selalu membutuhkan dukungan derajat sehat dinamis pada tingkat tertentu. Jasmani yang bugar adalah jasmani yang memiliki derajat sehat dinamis yang mampu mendukung segala aktivitas dalam kehidupan sehari-hari tanpa terjadi kelelahan yang berlebihan, dan kelelahan itu pulih kembali sebelum dating tugas yang sama pada keesokan harinya. Inilah inti pengertian kebugaran jasmani. Kian tinggi derajat sehat dinamis seseorang, kian besar kemampuan kerja fisiknya dan kian kecil kemungkinan terjadi kelahan. Orang seperti itu memiliki derajat kebugaran jasmani yang tinggi.

Sebaliknya, sakit adalah suatu keadaan tak normal dari fungsi alat tubuh yang disebabkan oleh suatu penyakit. Penyakit dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu : (1) penyakit infeksi, dan (2) penyakit non-infeksi. Penyakit non-infeksi dapat dibagi menjadi :

  1. Penyakit rudapaksa: penyakit karena kecelakaan atau tindak kekerasan.
  2. Penyakit kelemahan jasmani dan rohani.

Perlu dipahami, manfaat olahraga bagi penyembuhan penyakit terbatas hanya pada penyakit non-infeksi, khususnya penyakit kelemahan. Terhadap penyakit infeksi, olahraga justru dapat memperberat sakitnya.

Yang termasuk penyakit non-infeksi yang bukan rudapaksa ialah:

-       Penyakit hipokinetik yakni penyakit kelemahan fungsional karena orang kurang bergerak.

-       Penyakit psikosomatik, seperti:

  1. Penyakit lambung/maag (gastritis);
  2. Penyakit bengek (asma bronchiale);
  3. Penyakit eczema.

-       Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti:

  1. Penyakit jantung koroner;
  2. Penyakit tekanan darah tinggi/rendah;
  3. Stroke.

-       Penyakit metabolism, seperti:

  1. Kegemukan (obesitas);
  2. Kencing manis (diabetes mellitus);
  3. Kelebihan lemak darah (hiperlipidemia)

→ Leave a CommentCategories: Kesehatan

SEPUTAR ROKOK

26/01/2010 · Leave a Comment

Kebiasaan merokok sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor, di terminal, di pasar, di tempat umum lainnya atau bahkan di rumah tempat tinggal kita sendiri. Kalau di negara-negara maju kampanye antirokok sangat gencar karena dampak buruk bagi kesehatan, akan tetapi di negara-negara berkembang justru pabrik-pabrik rokok meningkat karena pemodal  bergeser ke negara berkembang. Ini disebabkan karena sangat ketatnya negara-negara maju terhadap usaha rokok, sedangkan di negara berkembang dipermudah dengan alasan lapangan pekerjaan. Di negara-negara  maju pajak tinggi, iklan dipersempit, dan tempat-tempat merokok dibatasi, sedangkan di negara berkembang masih sangat longgar dan menguntungkan. Makanya sistem pemasaran rokok juga tanpa aturan yang ketat.

Meskipun semakin banyak orang di dunia Barat yang berhenti merokok, secara keseluruhan di seluruh dunia boleh dikatakan nyaris tak ada perubahan yang berarti. Jumlah perokok berkurang tajam di sejumlah negara yang secara intensif melancarkan kampanye antirokok, misalnya Inggris dan Norwegia. Sebaliknya, jumlah perokok di Afrika meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah di tahun 1970.

Para ahli dari WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa di negara dengan kebiasaan merokok yang telah meluas, maka kebiasaan itu mengakibatkan terjadinya 80%-90% kematian akibat kanker paru di seluruh negara itu, 75% dari kematian akibat bronkhitis, 40% kematian akibat penyakit jantung iskemik serta 18% kematian pada “stroke”. Menurut perkiraan, sepertiga penduduk dunia di atas usia 15 tahun suka merokok; ini berarti 1,2 milliar orang. Tujuh lima persen dari semua perokok berada di negara berkembang.

Satu batang rokok dibakar maka akan mengeluarkan sekitar 4000 bahan kimia, seperti nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hydrogen cyanide, ammonia, acrolein, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarin, 4-ethylcatechol, ortocresol, perylene, dan lain-lain. Secara umum bahan-bahan ini dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu komponen gas dan komponen padat atau partikel, sedangkan komponen padat dibagi menjadi nikotin dan tar.

Laporan WHO juga menyebutkan beberapa penyakit yang berhubungan dengan merokok, yaitu kanker paru, bronkitis kronik dan emfisema, penyakit jantung iskemik dan penyakit kardiovaskuler lain, ulkus peptikum, kanker mulut/tenggorokan/kerongkongan, penyakit pembuluh darah otak dan gangguan janin dalam kandungan.

Ancaman utama rokok terhadap organ tubuh antara lain:

  1. Otak: – stroke; – perubahan kimia otak.
  2. Mulut dan tenggorokan: – kanker bibir, mulut, tenggorokan, dan hidung.
  3. Jantung: – melemahkan arteri; – meningkatkan resiko serangan jantung.
  4. Dada: kanker esofagus.
  5. Paru-paru: – kanker; – emfisema; – asma; – penyakit paru obstruktif kronis.
  6. Hati: kanker
  7. Perut: – tukak lambung; – kanker lambung, pankreas, dan usus besar; – pelebaran pembuluh nadi perut.
  8. Ginjal dan kandung kemih: kanker.
  9. Reproduksi pria: – kerusakan sperma; – impotensi.
  10. Reproduksi perempuan: – kanker leher rahim; – mandul.
  11. Kaki: – gangren akibat pengumpulan darah.

sumber:

Tjandra Yoga Aditama, 1992 Rokok dan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia.

dan sumber lainnya.

→ Leave a CommentCategories: Kesehatan

Apakah Tubuh Anda Bugar?

26/12/2009 · Leave a Comment

Bugar tak selalu dengan latihan angkat beban, latihan otot-otot , ataupun senam aerobik. Semua hal itu adalah sarana gerak untuk memperoleh kebugaran tubuh, lebih penting dari itu adalah bagaimana memanfaatkan gerak  tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Komponen  yang mempengaruhi tubuh bugar, antara lain: daya tahan paru-jantung, daya tahan otot, kekuatan otot,  kelincahan, kelentukan,kecepatan, postur tubuh, dll
Apakah Anda bisa naik tangga dengan ringan, berjalan lebih jauh dari biasanya tanpa mengeluh pegal-pegal, atau mengangkat beban tanpa berkeringat?
Cobalah ikuti kuis kebugaran dari Muscle Up di bawah ini untuk mengukur seberapa bugar Anda.

1.    Apakah tubuh Anda cukup lentur? Berdirilah dengan kaki merapat, lalu bungkukkan badan. Coba letakkan jemari tangan Anda di lantai di depan jari kaki! (jangan menekuk lutut)
a.    Anda bisa menyentuh lantai (3)
b.    Anda bisa menyentuh punggung kaki (2)
c.    Anda tak bisa meraih kaki (1)

2.    Apakah Anda penuh energi? Larilah menaiki satu tangga. Jangan berhenti hingga mencapai puncak.
a.    Anda bernapas lebih cepat dibanding biasanya, tetapi masih bisa bicara (2).
b.    Napas Anda memburu sehingga tidak bisa bicara pada orang lain (1).
c.    Satu atau dua tangga lagi pun Anda masih mampu (3)

3.    Apakah tubuh Anda cukup tabah dan konsisten? Berjalanlah sejauh 1,6 km secepat mungkin. Catat berapa waktu Anda!
a.    Anda membutuhkan waktu lebih dari 20 menit (1).
b.    Anda menempuhnya kurang dari 15 menit (3).
c.    Memerlukan waktu antara 15 hingga 20 menit (2).

4.    Apakah Anda cukup kuat? Coba lakukan push-up secara berurutan!
a.    Anda kuat melakukan 15 kali atau lebih (3).
b.    Anda hanya mampu 5 kali atau kurang (1).
c.    Anda bisa melakukannya kurang lebih 10 kali (2).

5.    Apakah Anda cukup aktif? Kira-kira berapa menit Anda menggunakan waktu untuk beraktivitas, misalnya mencuci, naik tangga, berjalan, atau memotong rumput?
a.    Anda aktif kurang dari 20 menit per hari (1).
b.    Anda aktif selama 45 menit per hari (2).
c.    Anda aktif lebih dari 1 jam per hari (3).

Skor 1-5: Saatnya bergerak!
Tubuh yang bugar mengurangi risiko penyakit jantung. Kebugaran bisa didapat dengan banyak bergerak (berolahraga). Karena itu, berjalanlah beberapa blok, naik turun tangga, atau mencuci mobil setiap hari. Intinya, tambah aktivitas fisik Anda! Sasaran utama Anda adalah 20 hingga 60 menit olahraga dalam 3 hingga 5 kali seminggu.
Skor 6-10: Anda berada di jalur yang benar.
Berlatihlah lebih baik dengan mengembangkan beberapa bagian yang perlu ditingkatkan. Jika Anda kurang lentur, maka cobalah untuk melakukan senam kelenturan selama 10 menit setelah joging atau jalan kaki. Untuk menambah kekuatan, latihlah bagian-bagian tertentu tubuh, misalnya latihan angkat beban untuk otot-otot lengan.
Skor 11-15: Selamat! Selain fit, Anda juga memiliki bentuk tubuh ideal!
Banyak studi menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur, diperlukan tubuh yang bugar dan segar. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan vitalitas biasa menghadapi tantangan tanpa napas tersengal-sengal. @diy

Editor: Mr. onopiro

Sumber : www.gayahidupsehatonline.com

→ Leave a CommentCategories: Kesehatan

WILAYAH KAJIAN ILMU KEOLAHRAGAAN

26/11/2009 · Leave a Comment

Medan pengkajian ilmu keolahragaan mencakup spektrum aktifitas jasmani yang cukup luas, meliputi; bermain (play), berolahraga (sport), pendidikan jasmani dan kesehatan (physical education and leissure), dan tari (dance).

Bermain

Bermain merupakan dorongan naluri, fitrah manusia, dan pada anak merupakan keniscayaan sosiologis dan biologis. Ciri lain yang amat mendasar yakni kegiatan itu dilakukan secara suka rela, tanpa paksaan, dalam waktu luang. Didalamnya juga terkandung nilai pendidikan sehingga perlu dimanfaatkan sebagai upaya menuju pendewasaan melalui pemberian rangsangan yang bersifat menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, sosial, dan moral yang berguna pada pencapaian pertumbuhan dan perkembangan secara normal dan wajar.  Dari tujuannya inilah yang membedakan aktivitas antara bermain dan bekerja.

Olahraga

Istilah olahraga yang digunakan disini merupakan sebuah istilah generik, sehingga pengertian tidak terbatas pada pengertian sempit olahraga prestasi-kompetitif-elit untuk segelintir individu berkemampuan super yang pelaksanaannya dikelola secara formal seperti biasa dijumpai dalam cabang-cabang olahraga resmi, tetapi juga jenis-jenis aktivitas jasmani lainnya yang bersifat informal dan kegiatan dan tujuannya dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Olahraga pendidikan adalah proses pembinaan menekankan penguasaan keterampilan dan ketangkasan berolahraga   nilai-nilai kependidikan melalui pembekalan pengalaman yang lengkap sehingga yang terjadi adalah proses sosialisasi melalui dan ke dalam olahraga;
  2. Olahraga kesehatan adalah jenis kegiatan olahraga yang lebih menitik beratkan pada upaya mencapai tujuan kesehatan dan fittnes yang tercakup dalam konsep well-being melalui kegiatan olahraga;
  3. Olahraga rekreatif adalah jenis kegiatan olahraga yang menekankan pencapaian tujuan yang bersifat rekreatif atau manfaat dari aspek jasmaniah dan sosial-psikologis;
  4. Olahraga rehabilitatif adalah jenis kegiatan olahraga, atau latihan jasmani yang menekankan tujuan bersifat terapi atau aspek psikis dan perilaku;
  5. Olahraga kompetitif adalah jenis kegiatan olahraga yang menitik beratkan peragaan performa dan pencapaian prestasi maksimal yang lazimnya dikelola  oleh organisasi olahraga formal, baik nasional  maupun internasional.

Karena karakteristik olahraga semakin kompleks, selain mengandung muatan bio psiko-sosio-kultural-anthropologis juga muatan teknologi (techno-sport), maka amat sukar untuk menegaskan sebuah batasan, namun demikian dapat diidentifikasi ciri yang bersifat umum yaitu sebagai berikut:

  • Olahraga merupakan subsistem dari bermain: pelaksanaan secara suka rela tanpa paksaan;
  • Olahraga berorientasi pada dimensi fisikal: kegiatan itu merupakan peragaan keterampilan fisik;
  • Olahraga merupakan kegiatan riil, bukan ilusi atau imajinasi;
  • Olahraga, terutama olahraga kompetitif menekankan aspek performa dan prestasi sehingga didalamnya terlibat unsur perjuangan, kesungguhan, dan faktor surprise, sebagai lawan dari faktor untung-untungan sehingga performa itu dicapai melalui usaha pribadi;
  • Olahraga berlangsung dalam suasana hubungan sosial dan bersifat kemanusiaan, bukan membangkitkan naluri rendah, dan bahkan justru membangun solidaritas;
  • Olahraga harus bermuara pada upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan total atau wellness.

Pendidikan jasmani

Pendidikan jasmani adalah proses sosialisasi melalui aktivitas jasmani, bermain dan/atau olahraga yang bersifat selektif untuk mencapai tujuan pendidikan pada umumnya. Meskipun orientasi pembinaan tertuju pada aspek jasmani, namun demikian seluruh skenario adegan pergaulan yang bersifat mendidik juga tertuju pada aspek pengembangan kognitif dan afektif sehingga pendidikan jasmani merupakan intervensi sistemik yang bersifat total, mencakup pengembagan aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan moral-spritual. Nuansa-nuasa yang bersifat mendidik itu terjadi pada anak-anak melalui pendekatan pedagogi dan juga pada orang dewasa melalui pendekatan andragogi sehingga proses pendidikan dan sekaligus pembentukan itu berlangsung melalui pendekatan agogik.

Pendidikan kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah proses pembinaan pola atau gaya hidup sehat sebagai keterpaduan pengetahuan, nilai sikap dan perilaku nyata (action). Tujuan yang ingin dicapai adalah kesehatan total, bukan dalam pengertian bebas dari cacat, tetapi sehat fisik, mental dan sosial, seperti tercakup dalam konsep wellness. Antara sakit dan sehat bukan sebagai sebuah dikhotomi, tetapi sehat bergerak dalam garis kontinum sehingga fungsi dari pendidikan kesehatan adalah untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan seseorang.

Rekreasi

Rekreasi adalah satu bentuk kegiatan suka rela dalam waktu luang, bukan aktivitas survival, yang diarahkan terutama dalam bentuk rekreasi aktif berupa aktivitas jasmani atau kegiatan berolahraga. Pelaksanaannya harus sesuai dengan norma dan etika masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai mencakup aspek pemulihan kelelahan, relaksasi, atau penanganan stres untuk menggairahkan hidup agar lebih produktif melalui relativitas energi dalam suasana kehidupan yang riang, tidak tertekan dan merasa bahagia, disamping memperoleh pengakuan dari lingkungan sekitar melalui jalinan hubungan sosial.

Batas-batas suatu kegiatan yang bernuansa bermain, bekerja dan rekreasi sering merembes. Dalam suasana bekerja bisa tembus nuansa bermain yang membangkitkan kegairahan, meskipun tidak akan dikatakan dalam situasi bermain dan berekreasi masuk suasana bekerja.

Tari (dance)

Tari menunjukkan fenomena peragaan keterampilan ketangkasan, sehingga dari pengungkapan keterampilan gerak ia masuk ke tapal batas kegiatan olahraga. Namun aktivitas jasmani tersebut lebih bernuansa persyaratan seni atau faktor estetika, meskipun tidak dapat dibantah bahwa olahraga banyak sekali dijumpai unsur-unsur seni dan keindahan.

sumber:

  • KDI Keolaragaan, Ilmu Keolahragaan dan Rencana Pengembangannya, Jakarta: Ditjen Pendidikan Tinggi, Depdiknas, 2000
  • Berbagai sumber literatur

→ Leave a CommentCategories: Pendidikan

DUA MALAM

20/11/2009 · Leave a Comment

Sempat keluar di pagi hari dengan pakaian kaos oblong bertulis Anyer, celana pendek hitam berlogo spalding badminton, dan sepatu jogging reebok. Keluar hotel Martina di Jl. Yos Sudarso Belitung. Diawali dengan jalan sekitar 30 menit menyusuri jalan Sriwijaya dan jogging kembali ke hotel, sehingga dipagi yang dingin sedikit keluar keringat dari kulit.

Sarapan pagi sempat terburu-buru karena saat mandi sudah dijemput bapak yang terhormat dari kantor dinas kab Bengkulu, yang semalam mengajak keliling pantai sisi barat pulau Belitung. Makan malam dan isi waktu di  Kareso pantai Pendam menikmati udara malam dan live music jazz anak muda berbakat di pulau ini. Tenyata ownercafé adalah mantan anggota DPRD Babel dan semasa muda tinggal di Jogya saat SMA dan di perguruan tinggi sehingga nyambung ngobrolnya. Menikmati coffemilk dan tengkeng ditaburi abon ikan tenggiri, menjadikan waktu tanpa terasa sudah jam 23 wib.

Dari mulai kegiatan di gedung SKB Belitung jam 8.30 berakhir jam 17.00 wib tidak terasa seharian berinteraksi dengan pendidik penjasorkes sebagian besar SD, SMP, dan SMA. Maka segera kembali hotel Martina  dan berkurang capek setelah air hangat membasihi tubuh dan kepala. Tenyata kunjungan di Belitung masih berkesan indah ini, walaupun tidak sempat menikmati pantai di sore hari seperti setahun yang lalu sambil makan sore di pantai Tanjung Kait.

Terpikir esok hari sudah harus menuju ke Jakarta, karena  jadwal di kantor dipindah lebih cepat. Padahal berharap hari Senin dapat masuk kuliah karena ada beberapa tugas. Maka keputusannya harus menyelesaikan tugas kantor dan sore membantu di kegiatan PLPG Uhamka.

Akhirnya menjelang jam 20.00 wib keluar hotel untuk makan malam, singgahlah di RM Bu Mulyono di Jl. Seloka  kawasan sekitar pantai Tanjung Pendam, ternyata shop buntut, udang tepungnya mak nyusssss. akhirnya  nongkrong lagi di Kareso Bar & Resto live music pop sampai sekitar jam 23.00. Alhamdulillah dua hari di Tanjung Pandan Belitung Engkau berikan warna indah dalam kehidupa ini ya Allah.

→ Leave a CommentCategories: Wira-wiri

MANFAAT JALAN KAKI

15/11/2009 · Leave a Comment

Banyak penelitian membuktikan, hanya dengan berjalan kaki selama 30 menit per hari sudah bisa membuat seseorang terhindar dari diabetes mellitus. Berjalan kaki juga terbukti ampuh meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis.

Berikut manfaat jalan kaki:

1.      Baik untuk jantung

Berjalan kaki 30 menit per hari dapat mengurangi metabolic syndrome, salah satu penyebab tingginya resiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

2.      Mengurangi resiko kanker panyudara

Studi yang dipublikasikandi journal of the American Medical Assosiation menyebutkan, berjalan kaki beberapa jam saja dalam sepekan bisa mengurangi resiko terkena kanker panyudara 10-30 persen. Berjalan kaki membuat lemak pada perempuan akan berkurang dan menjadi sumber estrogen.

3.      Membuat tidur lebih nyenyak

National Sleep Foundation menyebutkan, berjalan cepat di sore hari akan membuat tidur lebih nyenyak. Para ahli mengatakan bahwa berjalan kaki akan meningkatkan hormone serotonin yang membuat Anda akan merasa lebih nyaman.

4.      Mengurangi rasa sakit atau nyeri

Berjalan secara teratur akan membuat tubuh menjadi lebih nyaman, karena adanya gerakan yang terjadi apada tubuh, termasuk pergerakan tangan, dan yang paling utama adalah kaki. Berjalan kaki juga mengurangi resiko kram.

5.      Membuat bahagia

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Texas menyimpulkan, berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari bias mengurangi depresi dan stress, karena tubuh manusia memproduksi endorphin, yaitu semacam hormone yang membuat orang menjadi bahagia.

6.      Membuat langsing

Berjalan selama 30 menit /hari dapat mengurangi berat badan. Bahkan hasil sebuah penelitian Brown Uiversity dan University of Pittsburgh menyebutkan, perempuan yang berjalan kaki satu jam selama lima hari dalam satu minggu dan mengkomsumsi 1.500 kalori tiap hari, dapat mengurangi berat badan sebanyak 11,3 kilogramk dalam setahun.

7.     Awet Muda

Beberapa studi yang telah dilakuan menyaran pada manusia untuk lebih sering berjalan kaki karena dapat mengurangi resiko terkena penyakit alzhemir. Berjalan kaki juga membuat otak menjadi aktif.

8.      Mengurangi keropos tulang

Berjalan kaki selama 30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu dapat mencegah dan mengurangi koropos tulang. Berjalan kaki yang menggunakan 95 persen otot tubuh akan membuat tulang lebih kuat untuk menahan beban tubuh.

@sumber: Warta Kota, Minggu, 15 Nopember 2009

→ Leave a CommentCategories: Kesehatan

Philosophy in Physical Education and Sport

14/11/2009 · Leave a Comment

The study of philosophy is important to physical educators. In keeping with a whole-person concept of physical education, it helps us to develop personal phillosophies that affect every area of our actions in our daily lives. An examination of four areas of interest will explain the need to understand philosophy and its uses: (l) the definition and application of philosophy in physical education and sport; (2) the never area of sport philosophy; (3) the major philosophical teachings; and (4) how you can “do” philosophy in physical education and sport.

What Is Philosophy?

Phllosophy has long heen a nebulous concept to students. It is difficult to define clearly because the delinitions may seem to disagree. Harold Barrow, who suggests that philosophy can be viewed in several way, presents three concepts: (1) philosophy as “a study of the truth or the principles underlying all knowledge”; (2) philolosophy as

“a study of the most genera causes and principles of the universe”; and (3) philosophy as “a system for guiding life. Al you can see, philosophy is not a small area of interest: it is so broad that it is hard to define. Barrow views philosophy as both a preses and its resulting product. The process is a method use to establish a system of values, and the product is the system of values, that eventually is produced by the process.

Randolph Webster notes that the original meaning of philosophy was a “love of Truth” or a”love of wisdom.” It was a search for both facts and values that are studied without any bias or prejudice. As he points out:

Phylosophy is concerned with questions of right and wrong, justice, freedom and discreation. Though there is a distinction between philosophy and science. Philosophy can be said to be a science since it organizes knowledge about man and the universe for the purpose of evaluation and comprehension…. Philosophy criticizes, evaluates the worth of things, and synthesizes facts; while science describes, discovers, and analyzes facts… (Scientists) know how (atomic energy) works and how to use it, but only philosophers deliberate about where and for what purpose it should be used. Both processes are essential.2

In ancient times, philosophy included the physical and sociai sciences, but as knowledge expended and specialized disciplines devoleped hilosophy was eventually left with meaning, values, appreciation, interpretation, and evaluation as its subJect matter.

We might say that science is an examination of what can be proven with physical experiments and evidence, while philosophy is a examination of what cannot be proven by physical evidence. Philosophy attempts to extend meaning far beyond known facts and provide direction for person life. Webster spoke of philosophy as a science, but philosophy is not science’s in its common definition. Philosophy tries to go far beyond scince’s solid, physical facts.

Some of the relationship between philosophy and science are discussed by Elwood Davis and Donna Miller. They note that science is precise and defined by proven, concrete facts, but philosophy goes beyond the facts and into areas of speculation that probably can never be proven. Actually, the scientific method of research is very similar to the methods used to gain knowledge in philosophy.

However, science requires observable data, through phiiosophy does not. Philosophy is concerned largely with meanings and values. The dividing line between philosophy and science is not always clear, and threre is considerable overlap. Science may rely on “cord, hard facts,”but its directions determined by human emotions and philosophies as much as any other area of study or life.

Religion is closely related to philosophy because religion is philosophical by nature. Religion is concerned with the idea of God and people reiationship between God and reople; it also include ethics and ethical practices. Reiigion is often self-conscious about its lack uf scientifically provable ideas, but that does not make it less valid that philosophy. Both religion and philosophy try to go beyond the the known and into unknown. Each Seeks to answer questions that science may never answer.

Art is also closely related to philosophy because it does not involve scientific judgment or process. Art is an area of values wheere people seek to express, fulfil, and understand themselves-a complex process that goes beyond the limitations of science. Art is by its nature subjective: it is concerned with an inner self that is beyond the bounds of science. Indeed, we might say that art and science are simply different approaches to reality.

@:Physical Educatin and Sport by William H Freeman

→ Leave a CommentCategories: Pendidikan

MUDIK

16/09/2009 · Leave a Comment

Mudik sudah menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia dan di masa mudik ini Ibukota Jakarta ditinggal jutaan penduduknya untuk kembali ke kampung halaman.

Tradisi mudik sebagai fenomena, di sana ada nuansa silaturahmi, ada nuansa sharing rizki, dan yang terpenting bisa melepaskan kepenatan rutinitas aktivitas setahun. Berharap suasana dan keinginan-keinginan batin yang berbeda dan lebih sempurna.

Tahun ini keluarga ada rencana mudik, karena setelah bapak dan ibu pensiun sekitar empat tahun yang lalu tinggal jauh dari Jakarta yaitu di Bumirejo, Lendah, Kulon Progo. Desa yang dilalui jalan tembus jalur Wates-Yogyakarta dan Toyan-Bantul di sebelah barat sungai Progo.

Rencana pulang hari Jum’at pagi start dari Sawangan lalu jemput adik di  Taman Kenari  dekat pintu tol Cibonong, berharap jalan lancar di tol Jagorawi-Bekasi-Cikampek. Tahun-tahun sebelumnya saat ingin mudik lebaran dibatalkan, karena putri pertama kemudian yang kedua lahir dekat bulan Ramadhan.

Siapkan segala sesuatunya, supaya mudik kita mendapatkan nilai tambah … bagi perjalanan setahun ke depan, hingga bertemu dengan mudik di tahun berikutnya. Amin

100_9315

→ Leave a CommentCategories: Sambil Minum Teh

PEMERINTAH PERLU KEMBANGKAN DIPLOMASI OLAHRAGA

15/09/2009 · Leave a Comment

Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengembangkan diplomasi olahraga di dunia internasional, karena dinilai dapat menurunkan ketegangan antar negara, selain diplomasi konvensional. Bahkan diplomasi olahraga sebagai elemen dari diplomasi public, adakalanya dapat sekaligus dipakai untuk memperkenalkan budaya khas Indonesia.

Demikian antara lain yang disampaikan Syaefurrahman, Ketua Panitia Seminar Nasional Olahraga Sebagai sarana Diplomasi di Hotel Bumikarsa Jakarta Senin (14/9), dalam rangka peringatan hari olahraga nasional. Seminar menghadirkan DR. Darmansjah Djumala (Kepala Pusdiklat Deplu) dengan materi ”Soft Power Diplomasi Olahraga”, DR. Mualimin  Abdi (Pakar Hukum Olahraga) dengan materi ”Optimalisasi Pelaksanaan UU tentang Olahraga 3 tahun 2005” dan Sukinta, SH, MH (Pembantu Rektor UNDIP Semarang) dengan materi Peran Lembaga Negara dalam Pengembangan Prestasi dan Diplomasi Olahraga. Seminar juga menghadirkan Menegpora DR. Adyaksa Dault, yang diwakili oleh Deputi IV Bidang Pemberdayaan Olahraga, DR. Yunus Suhairi.

Sesungguhnya diplomasi olahraga sudah sering dipraktekkan meskipun belum menjadi kebijakan umum. Contoh yang paling gres adalah apa yang dilakukan oleh KBRI Moskow pada Februari 2009, yang menggelar diplomasi bulutangkis dengan menghadirkan Sigit Budiarto dari klub Jarum Indonesia, dalam rangka mempererat  kerjasama dengan Rusia.

KBRI Sofia juga menggelar pertandingan olahraga bulutangkis bertempat di Stadion Zala Sofia yang diikuti wakil dari berbagai keduataan besar di Bulgaria. Diplomasi ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT RI ke 64 diselenggarakan bekerjasama dengan BBF (Bulgaian Badminton Federation), yang menyediakan lapangan pertandingan.

“Jelas bahwa diplomasi olahraga memang menjadi alternatif yang dapat dilakukan, selain diplomasi konvensional di meja perundingan. Diplomasi olahraga sebagai elemen diplomasi publik adakalanya dapat sekaligus menjadi sarana mengurangi ketegangan ” kata Rahman.

→ Leave a CommentCategories: Sambil Minum Teh